Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 17 Agustus 2026

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 17 Agustus 2026

16 Agustus 2026 | Mirifica (Komsos KWI)

SENIN PEKAN BIASA XX
HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Sirakh 10:1-8

Para penguasa bertanggung-jawab atas rakyatnya.

Bacaan dari Kitab Putera Sirakh:

Pemerintah yang bijak menjamin ketertiban dalam masyarakat, pemerintah yang arif adalah yang teratur. Seperti para penguasa, demikian pula para pegawainya; seperti pemerintah kota, demikian pula semua penduduknya. Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya. Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya. Di dalam tangan Tuhanlah terletak kemujuran seseorang, dan kepada para pejabat Tuhan mengaruniakan martabat. Janganlah pernah menaruh benci kepada sesamamu, apapun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu. Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah. Pemerintahan beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan dan uang.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 101:1a.2ac.3a.6-7 – Refren:Gal 5:13

Kamu dipanggil untuk kemerdekaan, maka abdilah satu sama lain dalam cintakasih.

  • Tuhan, aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela. Aku hendak hidup dalam ketulusan hati, tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila.
  • Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan, supaya mereka diam bersama-sama aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku.
  • Orang yang melakukan tipu daya tidak akan diam di dalam rumahku, orang yang berbicara dusta tidak akan tegak di depan mataku.

Bacaan II – 1 Petrus 2:13-17

Berlakulah sebagai orang yang merdeka.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudaraku yang terkasih, demi Allah, tunduklah kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maupun kepada wali-wali yang ditetapkannya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan mengganjar orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang bodoh. Hiduplah sebagai orang merdeka, bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Matius 22:21
Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.

Bacaan Injil – Matius 22:15-21

Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus, “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Bolehkah membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka. Maka Ia lalu berkata, “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada Yesus. Maka Yesus bertanya kepada mereka, “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Dalam sebuah wawancara, seorang petugas kebersihan di Jakarta ditanya apa arti kemerdekaan baginya. Ia menjawab, “Kemerdekaan itu saat saya bisa bekerja jujur tanpa dihina, dan anak saya bisa sekolah tinggi tanpa takut miskin.” Jawaban sederhana, tetapi mengena: kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan, melainkan terutama hidup bermartabat dan berkeadilan.

Yesus menjawab jebakan orang Farisi, “Berikanlah milik kaisar kepada kaisar dan milik Allah kepada Allah.” Ini bukan hanya ajakan membayar pajak, melainkan seruan untuk hidup adil, yaitu menghormati kewajiban warga negara tanpa melupakan tanggung jawab sebagai umat Allah. Di sinilah iman dan kebangsaan bertemu: sebagai warga negara, kita terpanggil untuk membangun bangsa dengan kejujuran, pengorbanan, dan kasih yang tulus. Cita-cita NKRI bukan sekadar berdiri sebagai negara, melainkan juga menjadi bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat bagi semua. Uskup Soegijapranata yang menjadi Pahlawan Nasional pun pernah berkata, “100% Katolik, 100% Indonesia.” Kalimat ini menegaskan bahwa iman tidak mengasingkan kita dari tanggung jawab berbangsa – tetapi justru menguatkan semangat kita untuk mengabdi demi kebaikan bersama.

Pada Hari Kemerdekaan ini mari kita renungkan: sudahkah kita memberi kepada bangsa ini tenaga, cinta, dan kejujuran seperti yang Allah kehendaki? Kita diajak untuk tidak sekadar merayakan kemerdekaan dengan bendera, tetapi dengan karya nyata demi tercapainya Indonesia yang lebih adil, bersatu, dan penuh damai.
**
Tuhan, ajarilah kami mencintai bangsa ini seperti Engkau mencintai kami. Jadikan kami warga negara yang jujur, adil, dan berbela rasa. Semoga Indonesia selalu Kautuntun menuju cita-cita kemerdekaannya, amin.**

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)

Bagikan

Terima Renungan Harian melalui Email

Mulai hari Anda dengan renungan spiritual yang menginspirasi. Kami akan mengirimkan renungan harian langsung ke kotak masuk email Anda setiap pagi.

Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja. Kami menghormati privasi Anda.