Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 24 Agustus 2026
Minggu, 23 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 24 Agustus 2026

SENIN PEKAN BIASA XXI
Pesta Santo Bartolomeus – Rasul
Warna Liturgi: Merah

Bacaan I – Wahyu 21:9b-14

Di atas dua belas batu dasar tertulis nama kedua belas rasul Anak Domba.

Bacaan dari Kitab Wahyu:

Aku, Yohanes, mendengar seorang malaikat berkata kepadaku, “Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba.” Lalu, di dalam roh aku dibawanya ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi, dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus, Yerusalem, turun dari surga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah, dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Temboknya besar lagi tinggi, pintu gerbangnya dua belas buah. Di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat, dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang, di sebelah utara tiga pintu gerbang, di sebelah selatan tiga pintu gerbang, dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar, dan di atasnya tertulis nama kedua belas rasul Anak Domba.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 145:10-11.12-13ab.17-18 – Refren:12

Para kudus-Mu, ya Tuhan, memaklumkan Kerajaan-Mu yang semarak mulia.

  • Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
  • Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
  • Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 1:49b
Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!

Bacaan Injil – Yohanes 1:45-51

Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Sekali peristiwa, Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Kata Natanael kepadanya, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya, “Mari dan lihatlah!”

Melihat Natanael datang kepada-Nya, Yesus berkata tentang dia, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Kata Natanael kepada Yesus, “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya, “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Kata Natanael kepada-Nya, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, kata-Nya, “Karena Aku berkata kepadamu ‘Aku melihat engkau di bawah pohon ara’, maka engkau percaya? Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan engkau lihat!” Lalu kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Kita sering menemukan orang menilai atau mengenal seseorang hanya lewat media sosial. Satu unggahan bisa membentuk kesan yang dangkal. Namun, mengenal seseorang dengan sungguh butuh perjumpaan, keterbukaan, dan kejujuran. Inilah yang juga terjadi dalam Injil hari ini, saat Filipus mengajak Natanael (yang dipercaya sebagai Bartolomeus) untuk mengenal Yesus. Awalnya ia skeptis, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Namun, Filipus tidak berdebat, ia hanya berkata, “Mari dan lihat.”

Yesus, yang melihat hati terdalam manusia, langsung mengatakan bahwa Natanael adalah pribadi tanpa kepalsuan. Perjumpaan itu mengubah keraguan menjadi iman. Natanael berseru, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Tuhan tidak butuh orang yang sempurna, Ia mencari orang yang tulus dan terbuka. Kejujuran hati adalah pintu masuk bagi rahmat.

Santo Bartolomeus mewakili pribadi yang berani mencari kebenaran dan tak takut berubah ketika menemukan yang sejati. Ia menjadi pewarta Injil yang setia sampai akhir hidupnya, bahkan hingga wafat sebagai martir. Dalam hidup kita, Tuhan juga melihat lebih dalam dari sekadar penampilan atau kesalahan masa lalu. Ia mencari hati yang mau datang dan melihat dengan iman. Santo Yohanes Paulus II pernah berkata, “Iman tumbuh ketika dibagikan.” Filipus membagikan imannya, dan itu mengubah hidup Bartolomeus. Kita pun dipanggil untuk menjadi ‘Filipus’ bagi sesama – mengundang, bukan memaksa; menunjukkan Yesus, bukan menggantikan-Nya.
**
Tuhan Yesus, tuntunlah kami agar semakin mengenal dan mencintai-Mu seperti Bartolomeus. Buatlah hati kami tulus dan terbuka terhadap kebenaran-Mu. Jadikan kami pembawa kabar sukacita bagi sesama, amin.**

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 23 Agustus 2026
Sabtu, 22 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 23 Agustus 2026

MINGGU PEKAN BIASA XXI
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yesaya 22:19-23

Aku akan menaruh kunci rumah Daud di atas bahunya.

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Beginilah firman Tuhan kepada Sebna yang mengurus istana raja, “Aku akan melemparkan engkau dari jabatanmu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan. Maka, pada waktu itu, Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia. Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya; ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya. Maka ia akan menjadi bapa bagi penduduk Yerusalem dan bagi kaum Yehuda.

Aku akan menaruh kunci rumah Daud di atas bahunya. Apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Aku akan memberikan dia kedudukan yang teguh seperti gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tembok yang kokoh; maka ia akan menjadi kursi kemuliaan bagi kaum keluarganya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 138:1-2a.2bc-3.6.8bc – Refren:8bc

Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu.

  • Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, sebab Engkau mendengarkan kata-kata mulut-Ku, di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
  • Aku hendak memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu, sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
  • Tuhan itu tinggi, namun Ia memperhatikanorang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh. Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu.

Bacaan II – Roma 11:33-36

Segala sesuatu berasal dari Allah, ada karena Allah, dan menuju kepada Allah.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, alangkah dalamnya kekayaan, kebijaksanaan dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-Nya, sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada Allah, sehingga Allah wajib menggantinya? Sebab segala sesuatu berasal dari Dia, ada karena Allah dan menuju kepada Allah. Bagi Dialah kemuliaan selama-lamanya!

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Matius 16:18
Di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya.

Bacaan Injil – Matius 16:13-20

Engkaulah Petrus, kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa, Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka, “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya, “Berbahagialah engkau, Simon bin Yunus, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkaulah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa saja yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa saja yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.” Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya memberitakan kepada siapa pun bahwa Dialah Mesias.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Dalam zaman digital seperti sekarang, kita dikelilingi oleh begitu banyak suara – dari media sosial, influencer, dan berbagai opini publik. Kita bisa dengan mudah tahu apa yang orang lain pikirkan tentang tokoh-tokoh terkenal, termasuk tentang Yesus. Namun, di tengah semua itu, Yesus tetap mengajukan pertanyaan yang sangat pribadi, “Menurut kamu, siapa Aku ini?” Pertanyaan ini tidak menuntut jawaban dari Google atau TikTok, tetapi dari hati dan pengalaman pribadi kita bersama-Nya.

Petrus, dalam Injil hari ini, menjawab dengan iman, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” Jawaban ini bukan hasil pengamatan biasa, melainkan berasal dari relasi yang tulus antara Petrus dan Yesus. Karena pengakuan imannya itulah, Yesus memercayakan tanggung jawab besar kepada Petrus. Seperti dalam bacaan dari Yesaya, di mana kunci rumah Daud diberikan kepada orang yang setia, Yesus juga memberikan “kunci Kerajaan Surga” kepada Petrus, sebagai tanda kepercayaan dan misi.

Surat Paulus kepada jemaat di Roma mengajak kita merenungkan betapa dalam dan luasnya kebijaksanaan Tuhan. Tidak semua bisa dijelaskan secara logis. Namun, iman bukanlah soal mengerti semuanya, melainkan soal memercayakan diri kepada Allah yang kita kenal. Dalam dunia yang serba cepat ini, relasi personal dengan Tuhan menjadi sumber kekuatan yang sejati dan stabil. Santo Pius X, paus yang kita kenang sebagai pribadi yang sederhana dan rendah hati, pernah berkata, “Kekudusan bukan soal melakukan hal luar biasa, melainkan melakukan hal biasa dengan kasih luar biasa.” Demikian juga kita, dipanggil untuk hidup sebagai murid yang tidak hanya tahu tentang Yesus, tetapi juga sungguh mengenal dan mencintai-Nya. Mari menjadikan iman kita bukan hanya sebagai identitas, melainkan sebagai relasi yang hidup. Ketika kita menjawab pertanyaan Yesus dengan jujur dan penuh iman, kita ikut membangun Gereja-Nya – bukan sekadar bangunan, melainkan persekutuan kasih yang hidup, tangguh, dan penuh harapan.

Tuhan Yesus, tolonglah kami agar semakin mengenal dan mengasihi Engkau dari hari ke hari. Jadikanlah hidup kami sebagai batu hidup dalam membangun Gereja-Mu. Bimbing kami agar tetap setia dan rendah hati dalam menjalani panggilan-Mu, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 22 Agustus 2026
Jumat, 21 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 22 Agustus 2026

SABTU PEKAN BIASA XX
Peringatan Wajib Santa Perawan Maria – Ratu
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Yehezkiel 43:1-7a

Kemuliaan Tuhan masuk kembali ke dalam bait suci.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel:

Sekali peristiwa aku dibawa malaikat Tuhan ke pintu gerbang bait suci yang menghadap ke timur. Sungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari timur, dan terdengarlah suara seperti suara air terjun yang menderu, dan bumi bersinar karena kemuliaan-Nya. Apa yang nampak olehku itu mirip dengan apa yang dahulu kulihat, ketika Tuhan datang untuk memusnahkan kota Yerusalem, dan mirip juga dengan apa yang kulihat di tepi sungai Kebar, maka aku bersujud menyembah,

Sewaktu kemuliaan Tuhan masuk ke dalam bait suci melalui pintu gerbang timur, aku diangkat oleh Roh dan dibawa ke pelataran dalam. Sungguh, bait suci itu penuh kemuliaan Tuhan.

Lalu, sedang orang yang mengukur bait suci berdiri di sampingku, aku mendengar Tuhan bersabda kepadaku dari dalam Bait Suci. Beginilah firman-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, inilah tempat takhta-Ku dan inilah tempat tapak kaki-Ku. di sinilah Aku akan tinggal di tengah-tengah orang Israel untuk selama-lamanya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14 – Refren:10b

Kemuliaan Tuhan tinggal di bumi kita.

  • Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
  • Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
  • Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberi hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil – Matius 23:9a.10b
Bapamu hanya satu, ialah yang ada di surga. Pemimpinmu hanya satu, yaitu Kristus.

Bacaan Injil – Matius 23:1-12

Mereka mengajarkan, tetapi tidak melakukan.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kalian turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya, tetapi tidak melakukannya.

Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang. Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang. Mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.

Tetapi kalian, janganlah kamu disebut ‘Rabi’; karena hanya satulah Rabimu, dan kalian semua adalah saudara. Dan janganlah kalian menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga. Janganlah pula kalian disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Kristus.

Siapa pun yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Dalam keluarga-keluarga zaman ini, kita sering melihat peran seorang ibu bukan hanya sebagai pengatur rumah, melainkan juga sebagai penopang moral. Ketika ayah sibuk bekerja dan anak-anak sibuk dengan sekolah atau gawai, sering kali sang ibulah yang diam-diam menjaga keseimbangan rumah itu – mendoakan, menasihati dengan lembut, dan menunjukkan kasih tanpa pamrih. Ia tidak duduk di singgasana, tetapi justru menjadi ratu dengan hatinya yang melayani. Yesus dalam Injil hari ini menegur para ahli Taurat dan orang Farisi yang suka mencari kehormatan dan tempat utama, tetapi tidak hidup sesuai ajaran. Sebaliknya, Dia berkata, “Yang terbesar di antara kamu harus menjadi pelayanmu.” Maria, meski menjadi Bunda Allah, tidak pernah mencari kemuliaan untuk dirinya, tetapi tunduk sepenuhnya kepada kehendak Allah. Peringatan Santa Perawan Maria Ratu mengingatkan kita bahwa Maria adalah “takhta hikmat” tempat Allah berdiam, bukan karena kekuasaan, melainkan karena kerendahan hati dan ketaatannya. Paus Pius XII menulis, “Maria ditinggikan sebagai ratu karena terlebih dahulu ia dipilih menjadi hamba.” Sebagai umat Katolik, kita dipanggil bukan untuk mencari kehormatan dunia, melainkan menjadi tempat di mana kasih Allah hadir – dengan rendah hati seperti Maria, ratu yang melayani.

Ya Tuhan, ajarlah kami untuk menjadi besar bukan karena kuasa, melainkan karena kesetiaan dan kerendahan hati. Semoga kami meneladan Maria, ratu yang setia pada kehendak-Mu. Tinggallah dalam hati kami, sebagaimana Engkau tinggal dalam dirinya, amin.

HUT Tahbisan Uskup Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo (Uskup Agung Jakarta),
HUT Tahbisan Uskup Mgr. Paulus Budi Kleden SVD (Uskup Agung Ende)
HUT Kelahiran Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA (Uskup Timika)

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup