Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 9 Mei 2026
Jumat, 8 Mei 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 9 Mei 2026

SABTU PEKAN V PASKAH
Santo Sirilus dari Sesarea
Santa Louisa de Marillac
Santa Katarina dari Bologna

Santo Gregorius Preca
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 16:1-10

Menyeberanglah ke Makedonia, dan tolonglah kami.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Sekali peristiwa Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani. Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium. Paulus mau, supaya Timotius itu menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.

Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan supaya jemaat-jemaat menurutinya. Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.

Paulus dan Silas melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.

Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan; ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya, “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 100:1-2.3.5; Refren:1a

Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi.

  • Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
  • Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
  • Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bait Pengantar Injil – Kolose 3:1
Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah.

Bacaan Injil – Yohanes 15:18-21

Kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia, maka dunia membenci kamu.

Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Kisah dalam Bacaan Pertama hari ini sungguh menarik: Paulus dan rekan-rekannya dilarang oleh Roh Kudus untuk memberitakan Injil di Asia dan Bitinia. Bukan karena tempat itu tidak penting, melainkan karena Allah punya rencana dan waktu yang sempurna. Lalu, datanglah penglihatan: seorang pria Makedonia memohon pertolongan. Tanpa menunda atau banyak bertanya, Paulus berangkat. Inilah wajah ketaatan sejati – bukan hanya saat kita mengerti, melainkan juga saat arahnya belum sepenuhnya jelas; ketaatan yang bersandar pada kepercayaan, bukan pada pengertian manusia semata.

Dalam Injil, Yesus mengingatkan, “Jika dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku.” Kita memang suka Injil yang menghibur, yang membawa damai dan sukacita. Namun, kita perlu ingat, Injil juga menantang. Ia mengguncang kenyamanan dan nilai dunia. Dunia berkata, ”Balas dendam itu wajar” – Yesus berkata, ”Ampunilah.” Dunia memuliakan yang terdepan – Yesus memanggil kita menjadi yang terakhir. Maka, jangan heran jika iman membuat kita ditolak atau disalahpahami. Itu bukan kegagalan. Itu justru tanda bahwa kita sedang mengikuti jejak-Nya.

Tuhan, berikanlah kami keberanian untuk tetap teguh dalam iman meskipun dunia menolak atau tidak mengerti jalan-Mu, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 8 Mei 2026
Kamis, 7 Mei 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 8 Mei 2026

JUMAT PEKAN V PASKAH
Bunda Maria Pengantara Segala Rahmat
Santa Magdalena dari Kanossa

Beato Clara Fey
Beato Aloisius Rabata

Beato Yeremias dari Salakhia
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 15:22-31

Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Pada akhir sidang pemuka jemaat di Yerusalem yang membicarakan soal sunat, rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas. Yang terpilih yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: “Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu, kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu.

Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu, yakni: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”

Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 57:8-9.10-12; Refren:10a

Aku mau bersyukur kepada-Mu, Tuhan, di antara bangsa-bangsa.

  • Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah hai gambus dan kecapi, mari kita membangunkan fajar!
  • Tuhan, aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa. Sebab kasih setia Mu menjulang setinggi langit, dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan. Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi!

Bait Pengantar Injil – Yohanes 15:15b
Aku menyebut kamu sahabat, sabda Tuhan, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Bacaan Injil – Yohanes 15:12-17

Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi,
seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Hari ini Gereja merayakan pesta Santa Perawan Maria sebagai Bunda dan Pengantara Rahmat. Dalam komunitas Gereja awal, Maria hadir bukan sebagai sosok yang memerintah dari atas, melainkan sebagai ibu yang mendampingi. Ia bukan sosok yang menekan, melainkan yang mengangkat dan meneguhkan. Sebagai Pengantara Rahmat, ia tidak menggantikan Yesus, tetapi menjadi jembatan yang lembut – menghubungkan kita dengan Sang Sumber Rahmat, Yesus Kristus. Perannya tak menonjol secara lahiriah, tetapi sangat nyata, yaitu meneguhkan, menguatkan, dan mempersatukan.

Semangat ini tampak juga dalam cara Gereja Perdana menghadapi perbedaan pendapat di antara mereka. Dalam Bacaan Pertama dikisahkan bahwa ketika menghadapi perbedaan pendapat yang serius tentang apakah orang non-Yahudi perlu mematuhi hukum Musa, para rasul tidak memilih jalan penghakiman, tetapi jalan dialog dan kasih. Mereka mengutus Yudas dan Silas, membawa surat yang tidak hanya menjelaskan, tetapi juga menghibur dan membangun kedamaian.

Dalam Injil, Yesus berkata, “Hendaklah kamu saling mengasihi.” Ia mengundang para murid untuk saling mengasihi sebagaimana Ia mengasihi mereka. Kasih Kristus ini bukanlah kasih yang pasif, melainkan kasih yang aktif dan rela berkorban,”Tidak ada kasih yang lebih besar daripada
ini, yakni seseorang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Luar biasanya, Yesus tidak lagi menyebut kita hamba, tetapi sahabat – sebuah relasi yang akrab, penuh kepercayaan, dan dibangun di atas dasar kasih. Dan, di sinilah Maria menjadi teladan sejati: ia menerima kasih Allah dengan penuh, lalu membagikannya dalam setiap langkah hidupnya – membawa Kristus ke dunia, mendampingi Gereja, dan terus mendoakan kita, anak-anaknya, sampai hari ini.

Bunda Maria, Pengantara Rahmat, tuntunlah kami selalu kepada Yesus agar hidup kami menghasilkan buah kasih, damai dan sukacita, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 7 Mei 2026
Rabu, 6 Mei 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 7 Mei 2026

KAMIS PEKAN V PASKAH
Beato Maria dari S. Yusuf
Beato Marie-Louise dari Yesus Trichet

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 15:7-21

Kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Para Rasul dan penatua-penatua jemaat di Yerusalem bersidang, membicarakan soal sunat. Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung tukar pikiran, berdirilah Petrus dan berkata kepada para rasul serta penatua-penatua, “Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita. Allah sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.

Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.”

Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.

Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus, “Saudara-saudara, dengarkanlah aku: Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan, juga segala bangsa yang tidak mengenal Allah yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya, yang telah diketahui dari sejak semula ini.

Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah. Tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 96:1-2a.2b-3.10; Refren:3

Kisahkanlah karya-karya Tuhan yang ajaib di antara segala suku.

  • Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Nyanyikanlah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
  • Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari Tuhan. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
  • Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

Bait Pengantar Injil – Yohanes 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.

Bacaan Injil – Yohanes 15:9-11

Tinggallah di dalam kasih-Ku, supaya sukacitamu menjadi penuh.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Petrus yang menyaksikan sendiri bagaimana Roh Kudus dicurahkan atas Kornelius dan keluarganya – orang non-Yahudi yang belum disunat – menyatakan dengan tegas bahwa Allah tidak membeda-bedakan. Ia tidak menuntut syarat-syarat rumit untuk diselamatkan. Sebaliknya, Allah menawarkan kasih karunia yang membebaskan dan mengubah. Petrus bahkan bertanya dengan jujur dan penuh hikmat, “Mengapa kamu mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu gandar yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?” Pesannya jelas, yaitu jangan membebani orang yang baru percaya dengan aturan-aturan yang bahkan generasi sebelumnya pun gagal menanggungnya.

Dalam Injil, Yesus berkata, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu. Tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” Ini bukan sekadar ajakan untuk mematuhi perintah, melainkan undangan untuk hidup dalam relasi kasih. Bila kita tinggal dalam kasih Allah, ketaatan bukan lagi kewajiban berat, melainkan menjadi ungkapan cinta. Dan dari cinta itu, lahir sukacita sejati – bukan sukacita yang rapuh karena keadaan, melainkan sukacita yang teguh karena bersumber dari hubungan kita dengan Yesus.

Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kasih dan sukacita-Mu serta jadikan hidup kami cerminan kasih-Mu di tengah dunia ini, amin.

HUT Tahbisan Uskup Mgr. Aloysius M. Sutrisnaatmaka MSF (Uskup Keuskupan Sufragan Palangka Raya).

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup