Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 27 Juli 2026
Minggu, 26 Juli 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 27 Juli 2026

SENIN PEKAN BIASA XVII
Beato Maria Magdalena Martinengo
Beato Titus Brandsma
Santa Pantaleon

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yeremia 13:1-11

Bangsa ini akan menjadi seperti ikat pinggang yang tidak berguna untuk apa pun.

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Beginilah sabda Tuhan kepadaku, “Pergilah membeli ikat pinggang lenan, dan ikatkanlah pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air!” Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang disabdakan Tuhan, lalu kuikatkan pada pinggangku.

Sesudah itu datanglah sabda Tuhan kepadaku untuk kedua kalinya, “Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli, yang sekarang ada pada pinggangmu itu. Pergilah segera ke sungai Efrat, dan sembunyikanlah di sana, di celah-celah bukit batu!” Maka pergilah aku dan menyembunyikannya di tepi sungai Efrat sebagaimana diperintahkan Tuhan kepadaku.

Sesudah beberapa lama bersabdalah Tuhan kepadaku, “Pergilah segera ke sungai Efrat, dan ambillah dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana!” Maka pergilah aku ke sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya. Tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna lagi untuk apa pun.

Lalu datanglah sabda Tuhan kepadaku,”Beginilah sabda Tuhan, ‘Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakan Yehuda dan Yerusalem. Bangsa yang jahat ini enggan mendengarkan sabda-Ku. Mereka mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan bersujud kepada mereka. Bangsa yang jahat ini akan menjadi seperti ikat pinggang yang tidak berguna untuk apa pun. Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku,’ demikianlah sabda Tuhan, ‘supaya mereka itu menjadi umat, yang ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar’.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Ulangan 32:18-19.20-21 – Refren:18a

Engkau telah melupakan Allah yang melahirkan dikau.

  • Hai umat, engkau telah melalaikan Gunung batu yang memperanakkan dikau, dan melupakan Allah yang melahirkan dikau. Ketika Tuhan melihat hal itu, maka Ia menolak mereka, karena Ia sakit hati oleh anak-anaknya lelaki dan perempuan.
  • Tuhan bersabda, “Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan.
  • Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal.

Bait Pengantar Injil – Yakobus 1:18
Dengan rela hati Allah telah melahirkan kita oleh sabda kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung ciptaan-Nya.

Bacaan Injil – Matius 13:31-35

Biji sesawi itu menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang di cabang-cabangnya.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus membentangkan perumpamaan ini, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

Dan Yeus menceriterakan perumpamaan ini lagi, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang wanita dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai seluruhnya beragi.”

Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan Ia tidak menyampaikan apa pun kepada mereka kecuali dengan perumpamaan. Dengan demikian digenapilah sabda nabi, “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Yesus menyampaikan dua perumpamaan singkat, namun mendalam tentang Kerajaan
Surga. Yang pertama adalah tentang biji sesawi, benih terkecil, namun bertumbuh menjadi
pohon yang besar sehingga burung-burung dapat bersarang di dahan-dahannya. Yang kedua
adalah tentang ragi yang dicampurkan ke dalam adonan; meskipun sedikit, namun mampu
mengembangkan seluruh adonan.

Kedua perumpamaan ini mengajarkan kepada kita tentang potensi pertumbuhan dan
pengaruh luar biasa yang sering kali tersembunyi dalam hal-hal yang tampak kecil dan
sederhana. Kerajaan Allah mungkin tampak tidak signifikan pada awalnya, seperti benih sesawi
atau sejumput ragi. Namun, dengan kuasa Allah, ia memiliki potensi untuk bertumbuh dan
memberikan dampak yang besar, menjangkau banyak orang dan mengubah seluruh kehidupan.
Sabda Yesus ini memberikan kepada kita harapan dan semangat dalam menjalani kehidupan
sehari-hari. Tindakan kasih, kebaikan, dan iman kita yang mungkin terasa kecil dan tidak
berarti, sesungguhnya memiliki potensi yang besar untuk membawa perubahan dan menjadi
berkat bagi orang lain. Jangan pernah meremehkan kekuatan dari hal-hal sederhana yang kita
lakukan dalam nama Tuhan. Biarlah kita terus menabur benih kebaikan dan membiarkan Tuhan
yang menumbuhkannya menjadi sesuatu yang besar bagi kerajaan-Nya.

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk melihat potensi besar dalam setiap tindakan kecil
yang kami lakukan. Mampukanlah kami untuk terus menabur benih kebaikan dan
meyakini bahwa Engkau akan menumbuhkannya menjadi berkat yang melimpah, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 26 Juli 2026
Sabtu, 25 Juli 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 26 Juli 2026

MINGGU PEKAN BIASA XVII
Hari Orang Tua, Kakek & Nenek Sedunia
SantoJoakim & Santa Anna – orangtua SP. Maria
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – 1 Raja-Raja 3:5.7-12

Salomo meminta hikmat dan pengertian.

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:

Pada suatu malam Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi Beginilah firman Tuhan Allah, “Mintalah apa yang kauharapkan dari pada-Ku!” Lalu Salomo berkata, “Ya Tuhan, Allahku, Engkau telah mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Kini hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan tepat, dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?”

Tuhan sangat berkenan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Maka berfirmanlah Allah kepada Salomo, “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian, dan tidak meminta umur panjang, atau kekayaan, atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu! Sungguh, Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau pun takkan bangkit seorang seperti engkau.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 119:57.72.76-77.127-128.129-130 – Refren :97a

Betapa kucintai Taurat-Mu, ya Tuhan.

  • Bagianku ialah Tuhan, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.
  • Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu. Biarlah rahmat-Mu turun kepadaku, sehingga aku hidup, sebab Taurat-Mulah kegemaranku.
  • Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu, lebih daripada emas, bahkan daripada emas tua. Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu, segala jalan dusta aku benci.

Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya. Bila tersingkap, firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

Bacaan II – Roma 8:28-30

Mereka ditentukan Allah dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih Allah dari semula, mereka itu juga ditentukan-Nya sejak semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Anak-Nya itu menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan Allah dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Matius 11:25
Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Bacaan Injil – Matius 13:44-52

Ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.

Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya, lalu membeli mutiara itu.

Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik orang ke pantai. Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang.
Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu dicampakkan ke dalam dapur api. Di sana akan terdapat ratapan dan kertak gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab, “Ya, kami mengerti.” Maka bersabdalah Yesus kepada mereka, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Surga seumpama tuan rumah
yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Pada Hari Kakek-Nenek Sedunia ini, kita merenungkan berkat dan anugerah yang hadir melalui kehadiran para lansia dalam hidup kita. Bacaan dari Kitab 1Raja-Raja 3:5.7–12 mengisahkan doa Raja Salomo yang masih muda, yang memohon hikmat untuk memimpin umat Allah. Hikmat sering kali datang seiring bertambahnya usia, melalui pengalaman hidup yang panjang dan perenungan yang mendalam. Kakek dan nenek adalah lumbung hikmat, saksi sejarah keluarga dan masyarakat, yang menyimpan pelajaran berharga dari masa lalu. Dalam Injil, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara yang berharga. Kerajaan Surga digambarkan sebagai sesuatu yang begitu bernilai sehingga seseorang rela mengorbankan segala sesuatu untuk mendapatkannya. Kakek dan nenek, dengan kasih dan pengorbanan mereka selama bertahun-tahun, sering kali menjadi “harta terpendam” dan “mutiara berharga” dalam keluarga. Mereka mewariskan nilai-nilai luhur, tradisi, dan fondasi iman yang kukuh kepada generasi selanjutnya.

Hari ini adalah kesempatan untuk kita menghargai dan mendengarkan lagi dengan penuh perhatian kisah dan nasihat dari para kakek dan nenek. Mereka adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini, pembawa kasih dan kebijaksanaan yang tak ternilai harganya. Kehadiran mereka adalah anugerah yang patut kita syukuri dan kita jaga. Mari kita luangkan waktu untuk mendengarkan, belajar, dan mencintai mereka karena dalam diri mereka tersimpan warisan rohani dan kemanusiaan yang sangat berharga.

Ya Tuhan, kami bersyukur atas kehadiran kakek dan nenek dalam hidup kami. Berikanlah mereka kesehatan dan kebahagiaan, serta mampukanlah kami untuk senantiasa menghargai hikmat dan kasih yang mereka bagikan, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 25 Juli 2026
Jumat, 24 Juli 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 25 Juli 2026

SABTU PEKAN BIASA XVI
Pesta Santo Yakobus-Rasul
Warna Liturgi: Merah

Bacaan I – 2 Korintus 4:7-15

Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami.

Bacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, harta pelayanan sebagai rasul kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami sendiri. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terhimpit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut demi Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata dalam tubuh kami yang fana ini. Demikianlah maut giat di dalam diri kami, sedangkan hidup giat di dalam kamu.

Namun kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis, “Aku percaya, sebab itu aku berbicara.” Karena kami pun percaya, maka kami juga berbicara. Karena kami tahu, bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Allah itu akan menghadapkan kami bersama dengan kamu ke hadirat-Nya. Sebab semuanya itu terjadi demi kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar karena semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menghasilkan ucapan syukur semakin melimpah bagi kemuliaan Allah.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6 – Refren:5

Yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.

  • Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorak-sorai.
  • Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
  • Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 15:16
Aku telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.

Bacaan Injil – Matius 20:20-28

Cawan-Ku akan kamu minum.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa, menjelang kepergian Yesus ke Yerusalem, datanglah ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu. Kata Yesus, “Apa yang kaukehendaki?” Jawab ibu itu, “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu, dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta! Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya, “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka, “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”

Mendengar itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua bersaudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, “Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Dalam Injil hari ini, kita mendengar ibu Yakobus dan Yohanes meminta kedudukan terhormat bagi kedua anaknya dalam Kerajaan Surga. Permintaan ini mencerminkan pemahaman yang keliru tentang makna kebesaran dalam Kerajaan Allah. Yesus dengan sabar menjelaskan bahwa kebesaran sejati tidak terletak pada kekuasaan dan kedudukan, tetapi pada kerendahan
hati dan pelayanan kepada sesama.

Yesus memberikan teladan yang jelas, “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Inilah inti dari kepemimpinan sejati dalam pandangan Kristus. Siapa saja yang ingin menjadi besar di antara kita, hendaknya ia menjadi pelayan. Siapa saja yang ingin menjadi yang terkemuka, hendaknya ia menjadi hamba. Injil ini menantang kita untuk merefleksikan pemahaman kita tentang kebesaran dan kesuksesan. Apakah kita masih terikat pada pandangan dunia yang mengagungkan kekuasaan dan status? Yesus mengajarkan kepada kita jalan yang berbeda, yaitu jalan kerendahan hati dan pelayanan yang tanpa pamrih. Inilah jalan yang membawa kepada keagungan sejati di mata Allah. Marilah kita belajar dari Kristus untuk melayani sesama dengan kasih dan kerendahan hati.

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk memahami makna kebesaran yang sejati dalam kerajaan-Mu. Mampukanlah kami untuk meneladan kerendahan hati dan pelayanan Mu dalam kehidupan kami sehari-hari, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup