Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 1 Mei 2026
Kamis, 30 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 1 Mei 2026

JUMAT PEKAN IV PASKAH
St. Yusuf Pekerja

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 13:26-33

Janji telah digenapi Allah dengan membangkitkan Yesus.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Dalam perjalanannya Paulus sampai di Antiokhia di Pisidia. Di rumah ibadat Yahudi di sana Paulus berkata, “Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Yesus, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Yesus dibunuh. Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur.

Tetapi Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini.

Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Kulah Engkau!
Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 2:6-7.8-9.10-11; Refren :7

Anak-Kulah engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan.

  • Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!” Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan: Ia berkata kepadaku, “Anak-Kulah engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan.”
  • Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, dan memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.”
  • Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! Beribadahlah kepada Tuhan dengan takwa, dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 14:6
Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Bacaan Injil – Yohanes 14:1-6

Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.” Kata Tomas kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?” Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Bekerja keras dalam diam adalah ciri khas sosok yang kita rayakan hari ini: Santo Yosef. Di balik kesunyian langkahnya, tersimpan kekuatan besar: kerja keras, iman, dan cinta. Ia tidak dikenal karena kata-kata besar atau karya spektakuler, tetapi karena kesetiaannya dalam hal-hal kecil. Dalam diam dan kerja keras, ia menunjukkan bahwa iman sejati tumbuh di tengah keseharian.

Bacaan Pertama mengingatkan kita bahwa janji Allah bukan sekadar wacana, melainkan sungguh-sungguh tergenapi dalam pribadi Yesus. Yesus sendiri hadir bukan untuk menuntut kesempurnaan, melainkan untuk menjadi tempat pulang bagi mereka yang letih lesu dan terluka. Dialah satu-satunya tempat kita bisa datang tanpa harus berpura-pura kuat. Kita tak perlu ‘layak dulu’ untuk datang kepada-Nya.

Dalam Injil kita mendengar bahwa ketika murid-murid dilanda kegelisahan dan ketakutan, Yesus tidak menawarkan solusi cepat dan instan. Ia justru memberikan kepada mereka apa yang terdalam dan terpenting, yakni diri-Nya sendiri. “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.” Sebab Ia tahu, manusia bukan hanya butuh jawaban, melainkan juga tempat aman untuk melepaskan topeng, meletakkan beban, dan menangis tanpa rasa malu.
**
Ya Tuhan, ajarlah kami untuk senantiasa bersandar pada-Mu. Amin.**

HUT Tahbisan Uskup Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo (Uskup Keuskupan Sufragan Tanjung Karang)

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 30 April 2026
Rabu, 29 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 30 April 2026

KAMIS PEKAN IV PASKAH
St. Pius V – Paus
Sta. Maria dari Inkarnasi – Mistik & Misionaris

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I Kisah Para Rasul 13:13-25

Allah telah membangkitkan Juruselamat dari keturunan Daud.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Dalam perjalanannya Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia. Tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem.

Dari Perga Paulus dan kawan-kawannya melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ. Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi, pejabat-pejabat rumah ibadat bertanya kepada mereka, “Saudara-saudara, jikalau saudara ada pesan untuk membangun dan menghibur umat ini, silahkanlah!”

Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata, “Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah! Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita, dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang perkasa Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu. Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun. Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun. Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim sampai pada zaman nabi Samuel. Kemudian mereka meminta seorang raja, dan Allah memberikan kepada mereka Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya. Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika hampir selesai menunaikan tugasnya, Yohanes berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian daripadaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 89:2-3.21-22.25.27; R:2a

Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selama-lamanya.

  • Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya, kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
  • Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.
  • Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi. Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapaku Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.”

Bait Pengantar Injil – Wahyu 1:5ab
Ya Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati; Engkau mengasihi kami dan telah melepaskan kami dari dosa kami oleh darah-Mu.

Bacaan Injil – Yohanes 13:16-20

Barangsiapa menerima orang yang Ku-utus, ia menerima Aku.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus membasuh kaki para murid-Nya. Sesudah itu Ia berkata, “Aku Berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya; atau seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu jika kamu melakukannya. Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Akulah Dia.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Ketaatan membutuhkan kerendahan hati. Yesus menyampaikan pengajaran ini kepada murid murid-Nya setelah Dia membasuh kaki mereka. Kata-Nya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan
daripada orang yang mengutusnya.”

Yesus melakukan tugas besar dari Bapa-Nya. Ketaatan-Nya hanya bisa terjadi karena kerendahan hati-Nya untuk siap melayani orang lain, bahkan membasuh kaki para murid-Nya. Kerap kali, kita tidak siap dengan tugas-tugas yang membutuhkan kerendahan hati seperti ini. Misalnya, melayani dan menjalankan tugas yang diberikan oleh pimpinan kita. Melalui Injil hari ini, kita dipanggil untuk melayani dengan kerendahan hati. Semoga tindakan dan sikap kita mencerminkan kasih dan teladan Yesus sendiri.

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk melayani siapa pun dengan kerendahan hati, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 29 April 2026
Selasa, 28 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 29 April 2026

RABU PEKAN IV PASKAH
PW. Sta. Katarina dari Siena – Perawan & Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 12:24-13:5a

Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Pada waktu itu firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang. Setelah menyelesaikan tugas pelayanan mereka, Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem ke Antiokhia. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus. Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu Barnabas dan Simon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus, “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.

Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 67:2-3.5.6.8; Refren :4

Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.

  • Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
  • Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
  • Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!

Bait Pengantar Injil – Yohanes 8:12b
Akulah terang dunia, sabda Tuhan, barangsiapa mengikut Aku, ia akan mempunyai terang hidup.

Bacaan Injil – Yohanes 12:44-50

Aku telah datang ke dunia sebagai terang.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Sekali peristiwa, Yesus berseru di hadapan orang-orang Farisi yang percaya kepada-Nya, “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia percaya bukan kepada-Ku, tetapi kepada Dia yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia yang telah mengutus Aku.

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, bukan Aku yang menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan; itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab bukan dari diri-Ku sendiri Aku berkata-kata, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku, untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

“Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.” Kata-kata Yesus ini menarik untuk kita renungkan lebih dalam, terutama setelah Yesus berseru bahwa diri-Nya adalah terang. Terang yang tidak menghakimi adalah terang yang tidak menyilaukan. Terang Yesus adalah terang kasih yang mengalahkan kegelapan.

Bunda Teresa dari pernah berkata, “Jika kamu menghakimi orang lain, kamu tidak mempunyai waktu untuk mencintai mereka.” Kata-kata ini menekankan pentingnya kasih sayang dan penerimaan terhadap sesama; bukan larut pada situasi dunia yang penuh dengan konflik dan perang yang merugikan banyak orang.

Semoga terang Yesus membuat kita juga menjadi terang-terang kecil dalam hidup kita, dalam keluarga kita, dalam komunitas, dalam dunia kita. Mari kita menawarkan kasih yang mendamaikan, kasih yang memberi ruang untuk bertumbuh bagi setiap pribadi menuju kebaikan.

Ya Tuhan, bantulah kami untuk berani menjadi terang kecil yang tidak menyilaukan dengan menyebarkan pesan kasih kepada orang-orang di sekitar kami, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup