Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 28 April 2026
Senin, 27 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 28 April 2026

SELASA PEKAN IV PASKAH
St. Petrus Chanel – Imam & Martir
St. Louis-Marie Grignion de Montfort – Imam
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 11: 19-26

Mereka berbicara kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil bahwa Yesus adalah Tuhan.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Banyak saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi saja. Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia, dan berbicara juga kepada orang-orang Yunani; mereka ini memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. Tangan Tuhan menyertai mereka, dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.

Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem. Lalu jemaat di Yerusalem itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan. Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman, sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 87:1-3.4-5.6-7; Refren: Mazmur 117:1a

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa!

  • Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya; Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.
  • Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia Kukatakan, “Ini dilahirkan di sana.” Tetapi tentang Sion dikatakan: “Tiap-tiap orang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
  • Pada waktu mencatat bangsa-bangsa Tuhan menghitung: “Ini dilahirkan di sana.” Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai, “Semua mendapatkan rumah di dalammu.”

Bait Pengantar Injil – Yohanes 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.

Bacaan Injil – Yohanes 10:22-30

Aku dan Bapa adalah satu.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Pada hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem, ketika itu musim dingin, Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Maka orang orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya, “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab mereka, “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

“Syukur, ada Barnabas.” Ungkapan syukur ini akan terungkap jika kita memahami betapa besar peran Barnabas dalam penyebaran Kabar Gembira, terutama untuk bangsa-bangsa non-Yahudi. Barnabas tidak hanya menjaga iman orang Kristiani awal di Antiokhia agar tetap setia kepada Tuhan, tetapi juga menerima Saulus dan memberi tempat untuk Saulus setelah pertobatannya. Bayangkan jika sosok Barnabas tidak pernah ada.

Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan penuh iman. Kasih karunia Allah yang sungguh diterimanya dengan sukacita menjadi kekuatan untuk menjadi orang baik bagi jemaat di Antiokhia dan bagi Saulus yang pada awal pertobatannya belum bisa diterima oleh jemaat Kristiani awal. Berkat Barnabas, Saulus menjadi Paulus yang kita kenal sekarang. Pernahkah dalam hidup ini, kita berjumpa dengan orang baik yang “menyelamatkan kita”? Orang-orang baik yang hadir dalam hidup kita harus kita syukuri. Atau justru kita sendiri karena kasih Tuhan, menjadi orang baik bagi sesama, siapa pun itu, sehingga mereka pun bisa bersyukur kepada Tuhan.

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk senantiasa bersyukur dalam setiap situasi hidup kami, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 27 April 2026
Minggu, 26 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 27 April 2026

SENIN PEKAN IV PASKAH
St. Petrus Kanisius – Imam & Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 11:1-18

Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan bersunat berselisih pendapat dengan dia. Kata mereka, “Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.” Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya:

“Ketika aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi, dan aku melihat suatu penglihatan: Suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. Aku menatapnya, dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat, binatang liar, binatang melata dan burung-burung.

Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak! Belum pernah sesuatu yang haram dan tidak tahir masuk ke dalam mulutku. Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari surga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. Dan saat itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. Lalu kata Roh kepadaku: Pergilah bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah Kornelius, perwira Romawi itu, dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.

Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?”

Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya, “Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 42:2-3;43:3.4 – Refren: Mazmur 42:3a

Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup!

  • Seperti rusa merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
  • Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-gunung yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
  • Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

Bait Pengantar Injil – Yohanes 10:14
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan, Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Bacaan Injil – Yohanes 10:11-18

Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang Farisi, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba dombanya; sedangkan orang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan, dan tidak memperhatikan domba-domba itu.

Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.

Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga; mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya daripada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Ada sebuah cerita. Tiga orang anak mendapat kayu berbentuk salib yang sama panjang untuk dibawa menyusuri jalan. Karena terlalu berat, dua anak memotong salib mereka menjadi lebih pendek. Karena masih terasa berat, mereka potong lagi salib itu. Tiba di suatu tempat, mereka harus menyeberang sungai, dan satu-satunya sarana yang bisa mereka pakai adalah kayu salib yang mereka bawa. Maka, satu dari tiga anak itu saja yang bisa menyeberang karena salibnya masih utuh. Dua anak yang lain tadi putus asa. Namun, anak yang bisa menyeberangi sungai itu berkata, ”Ayolah, kamu bisa menyeberang dengan memakai salibku.”

Tugas sebagai gembala baik yang diemban Yesus bukan tugas yang ringan. Yesus memikulnya dan melaksanakannya dengan baik. Buahnya adalah keselamatan banyak orang. Semoga kita pun, bersama Kristus, mau melaksanakan tugas hidup kita dengan baik dan setia. Tugas yang kita terima dari perutusan atau pekerjaan yang kita pilih memang terkadang berat dan terasa membebani. Namun, apabila kita lakukan dengan baik maka berbuah berkat pula bagi sesama.

Ya Tuhan, semoga kami mampu melaksanakan dengan baik, setia, dan sukacita tugas dan tanggung jawab yang Kauberikan kepada kami, amin.

**HUT Kelahiran Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC (Uskup Keuskupan Agung Merauke).
**

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 26 April 2026
Sabtu, 25 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 26 April 2026

MINGGU PEKAN IV PASKAH
HARI MINGGU PANGGILAN
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 2:14a.36-41

Allah telah membuat Yesus menjadi Tuhan dan Kristus.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Pada hari Pentakosta bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada orang-orang Yahudi, “Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”

Ketika mereka mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka, “Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”

Dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini!”

Orang-orang yang menerima perkataan Petrus itu memberi diri dibaptis, dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6; Refren:1

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.

  • Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang, dan menyegarkan daku.
  • Ia menuntun aku di jalan yang lurus, demi nama-Nya yang kudus. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
  • Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan segala lawanku. Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh melimpah.
  • Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku, seumur hidupku. Aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Bacaan II – 1 Petrus 2:20b-25

Kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudara terkasih, Jika kamu berbuat baik dan karena itu harus menderita, itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu, dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Ia tidak berbuat dosa, dan tipu muslihat pun tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki. Ketika menderita, Ia tidak mengancam, tetapi menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah disembuhkan. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 10:14
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan. Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
**
Bacaan Injil – Yohanes 10:1-10**

Akulah pintu kepada domba-domba.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok. Tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu, dan domba-domba mendengarkan suaranya; ia memanggil dombanya masing-masing menurut namanya, dan menuntunnya ke luar. Jika semua domba telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka, dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”

Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.

Maka kata Yesus sekali lagi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat; ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Suatu ketika, seorang romo bertanya kepada salah satu orang muda di parokinya, “Menurut kamu, apa lawan kata dari cinta?” Orang muda itu menjawab, “Pasti bencilah, Romo.” Romo itu tersenyum, lalu mengatakan, “Lawan kata dari cinta bukanlah benci, melainkan menggunakan.” Sebelum orang muda itu protes, Romo menambahkan, “Orang yang mencintai, sungguh-sungguh mencintai, akan memberikan dirinya. Sebaliknya, orang yang tidak mencintai dengan sungguh sungguh menggunakan orang lain untuk kesenangan dirinya sendiri.”

Cerita singkat ini mau menegaskan cinta Yesus kepada kita, manusia. Yesus adalah Gembala Yang Baik, yang mengenal domba-domba-Nya dan rela memberikan nyawa untuk domba-domba itu. Pemberian diri ini berbuah keselamatan dan kehidupan yang berlimpah dalam Tuhan. Oleh karena itu, Yesus menyebut diri-Nya adalah pintu bagi domba-domba.

Cinta Yesus memanggil kita juga untuk mendengarkan suara Gembala Agung itu dan mengalami hidup yang “berkelimpahan”. Seberapa sering kita meluangkan waktu untuk mendengar dan mengenali suara Tuhan di tengah kesibukan hidup kita? Atau kita terlalu sibuk dengan kesenangan diri sendiri sampai tidak peka pada kehadiran dan suara-Nya?

Mari kita membuka hati kita untuk lebih mengenal Dia, terhubung dengan-Nya dalam doa, dalam sakramen, dalam hidup sehari-hari. Semoga kita juga tidak menutup telinga dan hati ketika panggilan Yesus ini adalah panggilan untuk menjadi gembala dalam hidup panggilan yang khusus, yaitu untuk menjadi imam, bruder, atau suster. Semoga kita selalu ingat bahwa ketika kita menjawab cinta-Nya, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih dan berbuah kebahagiaan sejati di dalam-Nya.

Ya Yesus, Gembala Yang Baik, bantulah kami untuk lebih peka mendengar suara-Mu, Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup