Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 18 Agustus 2026
Minggu, 16 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 18 Agustus 2026

SELASA PEKAN BIASA XX
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yehezkiel 28:1-10

Engkau itu manusia, bukan Allah, walaupun engkau menganggap dirimu sama dengan Allah.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel:

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus, Beginilah sabda Tuhan Allah: Engkau telah menjadi tinggi hati dan berkata, ‘Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan.’ Padahal engkau itu manusia, bukan Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah. Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel. Tiada rahasia yang tersembunyi bagimu. Dengan hikmat dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. Karena engkau sangat pandai berdagang, engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong.”

Oleh karena itu beginilah sabda Tuhan Allah, “Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah, maka sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas. Mereka akan menghunus pedang melawan hikmatmu yang terpuja dan menajiskan semarakmu. Mereka akan menurunkan dikau ke liang kubur, dan engkau akan mati seperti orang mati terbunuh di tengah lautan. Apakah engkau masih akan mengatakan di depan pembunuhmu, ‘Aku adalah Allah!’? Padahal bagi para penikammu engkau adalah manusia, bukan Allah. Engkau akan mati seperti orang tak bersunat, dibunuh oleh orang asing. Sebab Akulah yang mengatakannya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

**
Mazmur Tanggapan – Ulangan 32:26-28,30.35c-36d – Refren:39c**

Tuhan yang mematikan; Tuhan pulalah yang menghidupkan.

  • Tuhan bersabda, “Seharusnya Aku menghempas bangsa yang jahat ini, dan melenyapkan ingatan akan mereka di antara manusia. Tetapi Aku kuatir disakiti hati-Ku oleh musuh, jangan-jangan lawan mereka salah mengerti.
  • Jangan-jangan lawan berkata, “Tangan kamilah yang jaya, bukanlah Tuhan yang melakukan semuanya itu.’ Sebab lawan itu suatu bangsa yang bodoh, dan tidak ada pengertian pada mereka.
  • Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, kecuali kalau Allah, gunung batu mereka, telah menjual mereka, dan menyerahkan mereka.
  • Hari bencana bagi musuh telah dekat, dan akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya. Ia merasa sayang akan hamba-hamba-Nya

Bait Pengantar Injil – 2 Korintus 8:9
Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.

Bacaan Injil – Matius 19:23-30

_Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.
_
Inilah Injil Suci menurut Matius:

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.”

Mendengar itu gemparlah para murid dan berkata, “Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata, “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sungguh, pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kalian yang telah mengikuti Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudara-saudarinya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Seorang miliarder Jepang pernah mengadakan survei kecil pada dirinya sendiri. Ia telah memiliki segalanya: kekayaan, popularitas, dan akses ke mana pun. Namun, suatu hari ia menulis, “Saya punya segalanya, tetapi tetap merasa kosong. Hidup saya tidak bahagia.” Hal itu menegaskan Sabda Yesus hari ini, “Sungguh sukar orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.” Yesus bukan menolak kekayaan. Yang ditolak adalah sikap hati yang terikat padanya. Harta bisa menjadi berkat jika digunakan untuk kasih, tetapi bisa menjadi penghalang jika mengikat hati. Ketika Petrus bertanya, “Kami ini telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Engkau.

Apakah yang akan kami peroleh?”, Yesus tidak menegur, tetapi menjanjikan: Siapa yang meninggalkan segala sesuatu demi Kerajaan Allah akan menerima seratus kali lipat, dan hidup yang kekal. Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium menulis, “Orang Kristen dipanggil bukan hanya untuk menyangkal diri, melainkan juga untuk menyerahkan hidupnya kepada orang lain dalam sukacita.” Maka, memberi dan melepaskan bukanlah kehilangan, melainkan jalan menuju kepenuhan.

Mari kita bertanya: Apa yang masih mengikat hatiku? Apakah aku sungguh siap mengikuti Yesus dengan sepenuh hati, tanpa syarat dan tanpa hitungan? Karena pada akhirnya, bukan seberapa banyak yang kita miliki yang menyelamatkan kita, melainkan seberapa besar kita bersedia memberi dan mengikuti Kristus.

Tuhan Yesus, bebaskanlah hatiku dari kelekatan akan harta dan keinginan duniawi. Ajarilah kami untuk memberi dengan sukacita dan mengikuti-Mu tanpa syarat. Jadikan hidup kami jalan menuju kerajaan-Mu, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 17 Agustus 2026
Minggu, 16 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 17 Agustus 2026

SENIN PEKAN BIASA XX
HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Sirakh 10:1-8

Para penguasa bertanggung-jawab atas rakyatnya.

Bacaan dari Kitab Putera Sirakh:

Pemerintah yang bijak menjamin ketertiban dalam masyarakat, pemerintah yang arif adalah yang teratur. Seperti para penguasa, demikian pula para pegawainya; seperti pemerintah kota, demikian pula semua penduduknya. Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya. Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya. Di dalam tangan Tuhanlah terletak kemujuran seseorang, dan kepada para pejabat Tuhan mengaruniakan martabat. Janganlah pernah menaruh benci kepada sesamamu, apapun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu. Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah. Pemerintahan beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan dan uang.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 101:1a.2ac.3a.6-7 – Refren:Gal 5:13

Kamu dipanggil untuk kemerdekaan, maka abdilah satu sama lain dalam cintakasih.

  • Tuhan, aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela. Aku hendak hidup dalam ketulusan hati, tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila.
  • Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan, supaya mereka diam bersama-sama aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku.
  • Orang yang melakukan tipu daya tidak akan diam di dalam rumahku, orang yang berbicara dusta tidak akan tegak di depan mataku.

Bacaan II – 1 Petrus 2:13-17

Berlakulah sebagai orang yang merdeka.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudaraku yang terkasih, demi Allah, tunduklah kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maupun kepada wali-wali yang ditetapkannya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan mengganjar orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang bodoh. Hiduplah sebagai orang merdeka, bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Matius 22:21
Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.

Bacaan Injil – Matius 22:15-21

Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus, “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Bolehkah membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka. Maka Ia lalu berkata, “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada Yesus. Maka Yesus bertanya kepada mereka, “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Dalam sebuah wawancara, seorang petugas kebersihan di Jakarta ditanya apa arti kemerdekaan baginya. Ia menjawab, “Kemerdekaan itu saat saya bisa bekerja jujur tanpa dihina, dan anak saya bisa sekolah tinggi tanpa takut miskin.” Jawaban sederhana, tetapi mengena: kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan, melainkan terutama hidup bermartabat dan berkeadilan.

Yesus menjawab jebakan orang Farisi, “Berikanlah milik kaisar kepada kaisar dan milik Allah kepada Allah.” Ini bukan hanya ajakan membayar pajak, melainkan seruan untuk hidup adil, yaitu menghormati kewajiban warga negara tanpa melupakan tanggung jawab sebagai umat Allah. Di sinilah iman dan kebangsaan bertemu: sebagai warga negara, kita terpanggil untuk membangun bangsa dengan kejujuran, pengorbanan, dan kasih yang tulus. Cita-cita NKRI bukan sekadar berdiri sebagai negara, melainkan juga menjadi bangsa yang adil, makmur, dan bermartabat bagi semua. Uskup Soegijapranata yang menjadi Pahlawan Nasional pun pernah berkata, “100% Katolik, 100% Indonesia.” Kalimat ini menegaskan bahwa iman tidak mengasingkan kita dari tanggung jawab berbangsa – tetapi justru menguatkan semangat kita untuk mengabdi demi kebaikan bersama.

Pada Hari Kemerdekaan ini mari kita renungkan: sudahkah kita memberi kepada bangsa ini tenaga, cinta, dan kejujuran seperti yang Allah kehendaki? Kita diajak untuk tidak sekadar merayakan kemerdekaan dengan bendera, tetapi dengan karya nyata demi tercapainya Indonesia yang lebih adil, bersatu, dan penuh damai.
**
Tuhan, ajarilah kami mencintai bangsa ini seperti Engkau mencintai kami. Jadikan kami warga negara yang jujur, adil, dan berbela rasa. Semoga Indonesia selalu Kautuntun menuju cita-cita kemerdekaannya, amin.**

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 16 Agustus 2026
Sabtu, 15 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 16 Agustus 2026

MINGGU PEKAN BIASA XX
HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Wahyu 11:19a;12:1.3-6a.10ab

Seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya.

Bacaan dari Kitab Wahyu:

Aku, Yohanes, melihat Bait Suci Allah yang di surga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu. Lalu tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung. Dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan, ia berteriak kesakitan.

Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit: Seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Ekornya menyapu sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.

Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkannya. Dan perempuan itu melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi. Tetapi tiba-tiba Anak itu direngut dan dibawa lari kepada Allah dan ke hadapan takhta-Nya. Lalu perempuan itu lari ke padang gurun, di mana Allah telah menyediakan suatu tempat baginya.

Kemudian aku mendengar suara yang nyaring di surga, “Sekarang telah tiba keselamatan, kuasa dan pemerintahan Allah kita! Sekarang telah tiba kekuasaan Dia yang diurapi Allah! Sebab para pendakwa yang siang malam mendakwa saudara-saudara kita di hadapan Allah, telah dilemparkan ke bawah!”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 45:10c-12.16 – Refren:10d

Di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir.

  • Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi bergairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
  • Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.

Bacaan II – 1 Korintus 15:20-26

Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya

Bacaan dari Surat pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tibalah kesudahannya, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang Ia binasakan ialah maut.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bacaan Injil – Lukas 1:39-56

Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan meninggikan orang-orang yang rendah.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Beberapa waktu sesudah kedatangan malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.

Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”

Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama dengan Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Seorang ibu pernah berkata saat anaknya sukses, “Rasanya semua sakit dan pengorbanan waktu dulu langsung hilang melihat dia bahagia.” Kalimat sederhana ini menggambarkan sesuatu yang lebih dalam: bahwa cinta sejati selalu melahirkan pengharapan, dan pengorbanan tak pernah sia-sia.

Hari ini kita merayakan kepenuhan cinta dan pengharapan itu dalam diri Maria. Ia, yang setia mengikuti kehendak Allah, yang menderita bersama Putranya di bawah salib, kini dimuliakan: diangkat ke surga, tubuh dan jiwanya. Inilah pengharapan kita juga: bahwa dalam Kristus, maut bukan akhir, melainkan pintu menuju kehidupan kekal. Dalam Injil Lukas, Maria menyanyikan Magnificat, pujian dari hati seorang yang percaya bahwa Allah berpihak pada yang rendah hati. Dalam Bacaan Pertama, Maria digambarkan sebagai perempuan berselubungkan matahari – tanda bahwa Allah melindungi dan meninggikan umat-Nya yang setia. Paulus menegaskan, “Kristus telah bangkit sebagai yang sulung dari antara orang mati,” dan Maria adalah buah pertama karya penebusan yang telah tuntas.

Maria, sebagai manusia yang pertama-tama sepenuhnya menanggapi rahmat Allah, menerima janji kebangkitan lebih dahulu, sebagai gambaran Gereja dan harapan bagi kita semua. Seperti Maria, kita pun dipanggil untuk mengandalkan Allah dan setia dalam segala keadaan. Santa Thérèse de Lisieux berkata, “Aku tidak takut akan kematian … karena aku tahu seorang ibu menungguku di surga.” Mari menapaki jalan iman ini dengan sukacita dan harapan yang teguh.

Bunda Maria, tuntunlah kami untuk percaya sepenuhnya pada janji Allah seperti engkau. Dampingilah kami dalam peziarahan menuju kemuliaan abadi, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup