Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 31 Juli 2026
Kamis, 30 Juli 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 31 Juli 2026

KAMIS PEKAN BIASA XVII
Peringatan Wajib Santo Ignasius dari Loyola – Imam
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Yeremia 26:1-9

Seluruh rakyat berkumpul menghadap Tuhan.

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, putera Yosia, raja Yehuda, bersabdalah Tuhan kepada Yeremia, “Beginilah sabda Tuhan, ‘Berdirilah di pelataran rumah Tuhan dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah Tuhan, segala sabda yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah kata pun! Mungkin mereka mau mendengarkan, dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal dan mencabut kembali malapetaka yang Kurancangkan terhadap mereka karena perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.’

Maka katakanlah kepada mereka, ‘Beginilah sabda Tuhan: Jika kalian tidak mau mendengarkan Daku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu, dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu tetapi kalian tidak mau mendengarkan maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi.”

Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah Tuhan. Sesudah Yeremia selesai mengatakan segala yang diperintahkan Tuhan untuk dikatakan kepada seluruh rakyat, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata, “Engkau harus mati! Mengapa engkau bernubuat demi nama Tuhan dengan berkata, ‘Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?” Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah Tuhan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 69:5.8-10.14 – Refren:14c

Demi kasih setia-Mu yang besar, jawablah aku, ya Tuhan.

  • Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak dari pada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; aku dipaksa untuk mengembalikan apa yang tidak kurampas.
  • Sebab karena Engkaulah aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi asing bagi anak-anak ibuku; Sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
  • Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, aku bermohon pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!

Bait Pengantar Injil – 1 Petrus 1:25
Sabda Tuhan tetap selama-lamanya. Itulah sabda yang diwartakan kepadaku.

Bacaan Injil – Matius 13:54-58

Bukankah Dia itu anak tukang kayu? Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus kembali ke tempat asal-Nya. Di sana Ia mengajar orang di rumah ibadat mereka. Orang-orang takjub dan berkata, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu? Bukankah Dia itu anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.

Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Karena ketidakpercayaan mereka itu, maka Yesus tidak mengerjakan banyak mujizat di situ.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Kita telah mendengar bahwa Yesus kembali ke kampung halaman-Nya dan mengajar di sinagoga. Dia membuat banyak orang takjub akan hikmat dan kuasa-Nya. Namun, keheranan itu segera berubah menjadi keraguan dan penolakan. Mereka terpaku pada latar belakang Yesus
yang mereka kenal sebagai anak tukang kayu, dan meragukan otoritas-Nya. Akibatnya, Yesus tidak dapat melakukan banyak mukjizat di sana karena ketidakpercayaan mereka. Kisah ini mengingatkan kita bahwa terkadang, orang-orang terdekat kita justru menjadi penghalang bagi kita untuk melihat dan menerima karya Allah. Prasangka dan keterbatasan pandangan manusia dapat membutakan hati terhadap kebenaran dan kuasa Ilahi. Santo Ignasius dari Loyola, yang dahulunya adalah seorang prajurit dengan ambisi duniawi, mengalami transformasi radikal setelah mengalami luka dan membaca kehidupan Kristus dan orang-orang kudus. Ia belajar untuk melihat melampaui keterbatasan dunia dan mengarahkan seluruh hidupnya untuk kemuliaan Allah.

Teladan Santo Ignasius mengajarkan kepada kita pentingnya memiliki iman yang mendalam dan pandangan yang luas, melampaui prasangka dan keterbatasan pemikiran manusia. Seperti penduduk kampung halaman Yesus yang kehilangan kesempatan untuk menyaksikan lebih banyak mukjizat karena ketidakpercayaan mereka, kita pun bisa kehilangan berkat Tuhan jika hati kita tertutup. Peringatan Santo Ignasisu dari Loyola ini mengajak kita untuk membuka hati dan pikiran kita, memohon rahmat iman yang teguh, sehingga kita dapat mengenali dan menerima karya Allah dalam hidup kita dan dalam diri sesama, tanpa terhalang oleh pandangan duniawi yang sempit.

Ya Tuhan, berikanlah kami iman yang teguh dan hati yang terbuka seperti Santo Ignasius, agar kami mampu melihat karya-Mu melampaui keterbatasan pandangan kami, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 30 Juli 2026
Rabu, 29 Juli 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 30 Juli 2026

KAMIS PEKAN BIASA XVII
Santo Petrus Krisologus
Santo Yustinus de Yakobis
Santo Abdon & Senen
Santa Yulita dari Kaesarea

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yeremia 18:1-6

Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku.

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Tuhan bersabda kepada Yeremia, “Pergilah segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan sabda-Ku kepadamu.” Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat itu rusak di tangannya itu, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut keinginannya.

Kemudian bersabdalah Tuhan kepadaku, “Masakan Aku tidak bertindak terhadap kalian seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel! Demikianlah sabda Tuhan. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kalian di tangan-Ku, hai kaum Israel!

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 146:2abc.2d-4.5-6 – Refren:5a

Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada Tuhan, Allahnya:

  • Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
  • Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.
  • Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada Tuhan, Allahnya: Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil – Kisah Para Rasul 16:14b
Tuhan, bukalah hati kami supaya kami memperhatikan sabda Putera-Mu.

Bacaan Injil – Matius 13:47-53

Ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai. Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang. Demikianlah juga pada akhir zaman. Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api. Di sana ada ratapan dan kertak gigi.

Mengertikah kalian akan segala hal ini ?” Orang-orang menjawab, “Ya, kami mengerti.” Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Allah seumpama seorang tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.” Setelah selesai menyampaikan perumpamaan itu, Yesus pergi dari sana.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Yesus kembali menggunakan perumpamaan untuk menggambarkan Kerajaan Surga. Kali ini tentang jala yang ditebarkan ke laut dan mengumpulkan berbagai jenis ikan. Setelah penuh, jala itu ditarik ke pantai, lalu ikan-ikan yang baik dikumpulkan ke dalam wadah, sedangkan yang tidak baik dibuang. Perumpamaan ini memberikan gambaran tentang penghakiman terakhir, di mana akan ada pemisahan antara yang benar dan yang jahat.

Namun, perumpamaan ini juga memiliki relevansi bagi kehidupan kita sehari-hari. Kita sering kali dihadapkan pada berbagai macam informasi, pengaruh, dan pilihan. Seperti jala yang menangkap segala jenis ikan, hidup ini membawa banyak hal ke dalam “jaring” kita. Kita perlu belajar untuk menjadi bijak dalam memilah dan memilih apa yang baik dan berguna bagi pertumbuhan rohani kita, dan membuang apa yang dapat merusak atau menjauhkan kita dari Tuhan.

Yesus mengakhiri perumpamaan ini dengan bertanya kepada para murid apakah mereka mengerti semuanya. Mereka menjawab, “Ya.” Kemudian, Ia berkata, “Karena itu, setiap ahli Taurat yang telah diajarkan tentang Kerajaan Surga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.” Ini menunjukkan bahwa pemahaman akan kebenaran Kerajaan Allah seharusnya membekali kita dengan kebijaksanaan untuk menjalani hidup dan membagikan hikmat itu kepada orang lain.
**
Ya Tuhan, berilah kami kebijaksanaan untuk memilah yang baik dari yang tidak berguna dalam hidup kami. Mampukan kami untuk terus belajar dan bertumbuh dalam pemahaman akan kerajaan-Mu, dan menjadi berkat bagi sesama, amin.**

HUT Kelahiran Mgr. Ewaldus Martinus Sedu (Uskup Maumere),
HUT Tahbisan Imam Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA (Uskup Timika).

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 29 Juli 2026
Selasa, 28 Juli 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 29 Juli 2026

RABU PEKAN BIASA XVII
Peringatan Wajib Santa Marta, Maria & Lazarus
Santo Simplisius
Santo Faustinus & Beatriks
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – 1 Yohanes 4:7-16

Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:

Anak-anakku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita.

Anak-anakku kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita maka haruslah kita pun saling mengasihi. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Tetapi jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Beginilah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita, yakni bahwa Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 34:2-3.4-5.6-7.8-9.10-11 – Refren:2a

Tuhanlah tempat pengungsianku pada waktu kesesakan.

  • Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
  • Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.
  • Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
  • Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
  • Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merasa kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan tidak akan kekurangan suatu pun.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 8:12b
Akulah terang dunia. Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan, dan ia akan mempunyai terang hidup.

Bacaan Injil – Yohanes 11:19-27

Aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Menjelang Hari Raya Paskah, banyak orang Yahudi datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.

Maka kata Marta kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada-Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.” Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup! Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”

Demikianlah Sabda Tuhan

Renungan

Kita melihat dua sisi pelayanan kepada Yesus melalui kisah Marta dan Maria. Marta sibuk dengan berbagai persiapan untuk menjamu Yesus, sementara Maria memilih untuk duduk di dekat kaki-Nya dan mendengarkan perkataan-Nya. Marta merasa terbebani dan meminta Yesus menegur Maria. Namun, Yesus dengan lembut berkata, “Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari dia.”

Peristiwa ini sering kali ditafsirkan sebagai kontras antara tindakan dan kontemplasi, antara pelayanan aktif dan mendengarkan Sabda. Namun, esensinya adalah tentang prioritas dan keseimbangan. Marta menunjukkan keramahan dan pelayanan praktis yang penting, tetapi Maria menyadari bahwa mendengarkan dan bersekutu dengan Yesus adalah yang terutama. Yesus tidak menolak pelayanan Marta, tetapi Ia menyoroti bahwa ada kebutuhan yang lebih mendasar, yaitu kebutuhan rohani untuk bersekutu dengan-Nya.

Peringatan Santa Marta, Maria, dan Lazarus mengajak kita untuk merenungkan keseimbangan dalam hidup rohani kita. Kita dipanggil untuk melayani Tuhan dan sesama melalui berbagai cara. Namun, kita juga perlu meluangkan waktu untuk duduk di kaki Yesus, mendengarkan Sabda-Nya, dan memelihara hubungan pribadi dengan Dia. Seperti Marta dan Maria yang keduanya dikasihi Yesus, kita pun dipanggil untuk mengintegrasikan tindakan dan kontemplasi dalam hidup kita sehingga pelayanan kita berakar pada kasih dan pemahaman yang mendalam akan Kristus.

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk menemukan keseimbangan yang benar antara melayani-Mu dan bersekutu dengan-Mu. Mampukan kami untuk meneladani Marta dalam pelayanan yang penuh kasih dan Maria dalam mendengarkan Sabda-Mu dengan hati yang terbuka, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup