Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 14 Agustus 2026
Kamis, 13 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 14 Agustus 2026

JUMAT PEKAN BIASA XIX
Peringatan Wajib Santo Maksimilianus Maria Kolbe – Imam dan Martir
Warna Liturgi: Merah

Bacaan I – Yehezkiel 16:1-15.60.63

Engkau sangat sempurna berkat perhiasan-Ku yang Kukenakan padamu; tetapi engkau telah berzinah.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel:

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, beritahukanlah kepada Yerusalem perbuatan-perbuatannya yang keji. Katakanlah: Beginilah sabda Tuhan Allah kepada Yerusalem, ‘Engkau berasal dan lahir dari tanah Kanaan. Ayahmu orang Amori, ibumu orang Het. Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusarmu tidak dipotong. Engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga tidak digosok dengan garam atau dibedung dengan kain lampin. Tidak seorang pun merasa sayang kepadamu; tak seorang pun melakukan hal-hal itu kepadamu terdorong rasa belas kasihan. Malahan engkau dibuang ke ladang, karena orang memandang engkau hina pada hari lahirmu.

Aku lewat di situ dan melihat engkau menendang-nendang dengan kakimu sambil berlumuran darah, dan Aku berkata kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu, Engkau harus hidup dan menjadi besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bulat.

Ketika Aku lewat di situ, Aku melihat engkau. Sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta birahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi tubuhmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan dikau, demikianlah sabda Tuhan Allah, dan demikian engkau menjadi kepunyaan-Ku.

Aku membasuh engkau dengan air untuk membersihkan darahmu, dan Aku mengurapi engkau dengan minyak. Aku mengenakan pakaian berwarna-warni kepadamu dan memberi engkau sandal dari kulit lumba-lumba dan tutup kepala dari lenan halus serta selendang sutera.

Aku menghiasi engkau dengan hiasan dan mengenakan gelang pada tanganmu dan kalung pada lehermu. Dan Aku mengenakan anting-anting pada hidung dan pada telingamu serta mahkota kemuliaan di atas kepalamu. Dengan demikian engkau menghias dirimu dengan emas dan perak; pakaianmu lenan halus dan sutera serta kain berwarna-warni; makananmu tepung yang terbaik, madu dan minyak; dan engkau menjadi sangat cantik, sehingga layak menjadi ratu. Namamu menjadi termasyhur di antara para bangsa karena kecantikanmu, sebab engkau sangat sempurna berkat perhiasan-Ku yang Kuberikan kepadamu,’ demikianlah sabda Tuhan.

“Tetapi engkau mengandalkan kecantikanmu, dan kemasyhuranmu kaugunakan untuk bersundal; dan nafsu sundalmu kaulampiaskan dengan setiap orang yang lewat. Meskipun demikian Aku akan mengingat perjanjian-Ku denganmu pada masa mudamu dan Aku akan meneguhkan bagimu perjanjian yang kekal. Dengan demikian engkau akan teringat-ingat akan masa lampau dan merasa malu. Karena nodamu itu mulutmu terkatup sama sekali, waktu Aku mengampuni segala sesuatu yang telah kaulakukan.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Yesaya 12:2-3.4bcd.5-6 – Refren:1c

Murka-Mu telah surut dan aku terhibur.

  • Sungguh, Allah itu keselamatanku, aku percaya dengan tidak gementar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
  • Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!
  • Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!”

Bait Pengantar Injil – 1 Tesalonika 2:13
Sambutlah pewartaan ini sebagai sabda Allah, bukan sebagai perkataan manusia.

Bacaan Injil – Matius 19:3-12

Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kalian menceraikan isterimu, tetapi semula tidaklah demikian.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Pada suatu hari datanglah orang-orang Farisi kepada Yesus, untuk mencobai Dia. Mereka bertanya, “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?” Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia, sejak semula menjadikan mereka pria dan wanita? Dan Ia bersabda, Sebab itu pria akan meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Kata mereka kepada Yesus, “Jika demikian, mengapa Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?” Kata Yesus kepada mereka, “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kalian menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu, ‘Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan wanita lain, ia berbuat zinah’.”

Maka murid-murid berkata kepada Yesus, “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin.” Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan ini, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain; dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri, demi Kerajaan Surga. Siapa yang dapat mengerti, hendaklah ia mengerti.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Data Pew Research Center tahun 2023 menunjukkan semakin banyak orang muda di dunia Barat menunda pernikahan, bahkan menolak komitmen jangka panjang karena takut gagal, trauma keluarga, atau tuntutan kebebasan pribadi. Dalam Injil, Yesus berbicara tentang kesetiaan dan makna sejati dari pernikahan serta hidup selibat demi Kerajaan Surga. Ia menegaskan bahwa sejak awal, Allah menciptakan pernikahan sebagai persekutuan yang tak terceraikan, tetapi juga memberi tempat bagi mereka yang memilih hidup selibat.

Santo Maksimilianus Kolbe adalah teladan cinta sejati yang melampaui batas darah dan status. Ia seorang imam Fransiskan yang menyerahkan hidupnya di kamp konsentrasi Auschwitz demi menyelamatkan seorang bapak keluarga. Ia memilih hidup selibat, tetapi hatinya penuh kasih dan keberanian. Ia pernah berkata, “Cinta sejati tidak mengenal batas; ia memberi sampai akhir.” Pilihan selibatnya bukan pelarian, melainkan penyerahan total untuk mencintai lebih banyak orang dengan kasih Kristus.

Yesus mengundang kita hari ini melihat bahwa baik pernikahan maupun hidup selibat adalah panggilan suci yang menuntut kesetiaan dan pengorbanan. Keduanya hanya dapat dijalani dengan kasih yang bersumber dari Allah. Dunia boleh memandang rendah komitmen, tetapi Injil memuliakan mereka yang setia – dalam hidup berkeluarga maupun hidup membiara – demi Kerajaan Surga.

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk setia dalam panggilan hidup kami. Berilah kami cinta yang tulus dan rela berkorban seperti Santo Maksimilianus Kolbe. Semoga kami mampu mencintai seperti Engkau mencintai kami, amin.

HUT Kelahiran Mgr. Silvester San (Uskup Denpasar).

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 13 Agustus 2026
Rabu, 12 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 13 Agustus 2026

KAMIS PEKAN BIASA XIX
Santo Pontianus – Paus
Santo Hippolitus – Imam & Martir
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yehezekiel 12:1-12

Berjalanlah seperti orang buangan di depan mereka pada siang hari.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel:

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak melihat. Mereka mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar, sebab mereka itu kaum pemberontak. Maka engkau, anak manusia, siapkanlah bagimu barang-barang seperti seorang buangan, dan berjalanlah seperti seorang buangan di hadapan mereka pada siang hari. Berangkatlah dari tempatmu sekarang ini ke tempat yang lain seperti seorang buangan di depan mata mereka. Barangkali mereka akan insaf bahwa mereka adalah kaum pemberontak. Bawalah barang-barangmu itu ke luar seperti barang-barang seorang buangan pada siang hari di depan mata mereka. Dan engkau sendiri harus keluar pada malam hari di depan mata mereka, seperti seorang yang harus keluar dan pergi ke pembuangan. Di depan mata mereka buatlah sebuah lubang, dan keluarlah dari situ. Di depan mata mereka taruhlah barang-barangmu di atas bahumu, dan bawalah itu ke luar pada malam gelap. Engkau harus menutupi mukamu, sehingga engkau tidak melihat tanah. Sebab Aku membuat engkau menjadi lambang bagi kaum Israel.”

Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku: Aku membawa pada siang hari barang-barang seperti perlengkapan seorang buangan, dan pada malam hari aku membuat lubang di tembok dengan tanganku; pada malam gelap aku keluar dan di hadapan mata mereka aku menaruh barang-barangku ke atas bahuku. Keesokan harinya, turunlah sabda Tuhan kepadaku, “Hai anak manusia, bukankah kaum Israel, kaum pemberontak itu bertanya kepadamu, ‘Apakah yang kaulakukan ini?’ Katakanlah kepada mereka, beginilah sabda Tuhan Allah, ‘Ucapan ilahi ini mengenai raja di Yerusalem dan seluruh kaum Israel yang tinggal di sana.’ Katakanlah, ‘Aku menjadi lambang bagimu, Seperti yang Kulakukan ini, begitulah akan berlaku bagi mereka; sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan. Dan raja mereka akan menaruh barang-barangnya ke atas bahunya pada malam gelap, dan akan pergi ke luar. Orang akan membuat sebuah lubang di tembok supaya baginya ada jalan keluar, ia akan menutupi mukanya supaya ia tidak akan melihat tanah itu’.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 78:56-59.61-62 – Refren:7c

Janganlah kita melupakan karya-karya Allah.

  • Mereka mencobai dan memberontak terhadap Allah, Yang Mahatinggi, dan tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Nya, mereka murtad dan berkhianat seperti moyang mereka, mereka menyimpang seperti busur yang tak dapat dipercaya.
  • Mereka menyakiti hati Allah dengan mendirikan bukit-bukit pengorbanan, membuat Dia cemburu karena patung-patung pujaan mereka. Mendengar hal itu, allah menjadi geram, Ia menolak Israel sama sekali.
  • Ia membiarkan andalan-Nya tertawan, membiarkan kebanggaan-Nya jatuh ke tangan lawan; Ia membiarkan umat-Nya dimangsa pedang, dan murkalah Ia terhadap milik pusaka-Nya.

Bait Pengantar Injil – Mazmur 119:135
Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Bacaan Injil – Matius 18:21-19:1

Aku berkata kepadamu, ‘Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali kalian harus mengampuni.’

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa datanglah Petrus kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kalikah?”

Yesus menjawab, “Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi utangnya, raja lalu memerintahkan, supaya ia beserta anak isteri dan segala miliknya dijual untuk membayar utangnya. Maka bersujudlah hamba itu dan menyembah dia, katanya, “Sabarlah dahulu, segala utangku akan kulunasi.” Tergeraklah hati raja oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga hamba itu dibebaskannya, dan utangnya pun dihapuskannya.

Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berutang seratus dinar kepadanya. Kawan itu segera ditangkap dan dicekik, katanya, “Bayarlah hutangmu! Maka sujudlah kawan itu dan minta kepadanya, “Sabarlah dahulu, utangku itu akan kulunasi. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya ke dalam penjara sampai semua utangnya ia lunasi.

Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih, lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Kemudian raja memerintahkan memanggil orang itu dan berkata kepadanya, “Hai hamba yang jahat! Seluruh utangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonnya. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” Maka marahlah tuannya dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo, sampai ia melunasi seluruh utangnya. Demikian pula Bapa-Ku yang di surga akan berbuat terhadapmu, jika kalian tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya berangkatlah Ia dari Galilea, dan tiba di daerah Yudea, di seberang sungai Yordan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Menurut penelitian Johns Hopkins Medicine, orang yang mempraktikkan pengampunan secara konsisten memiliki tekanan darah yang lebih stabil, risiko penyakit jantung yang lebih rendah, dan tingkat stres yang lebih ringan. Artinya, memaafkan bukan hanya tindakan rohani, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kesehatan mental dan fisik kita. Namun, kenyataannya, memaafkan bukan perkara mudah, apalagi jika luka yang ditinggalkan dalam dan menyakitkan.

Petrus bertanya, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadapku? Sampai tujuh kali?” Yesus menjawab, “Bukan tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh.” Jawaban ini tidak sekadar matematika pengampunan, tetapi menunjukkan pengampunan tidak boleh dibatasi. Allah sendiri telah mengampuni kita tanpa batas. Masalahnya, seperti perumpamaan tentang hamba yang tidak mau mengampuni utang kecil dari sesama hamba, kita sering memohon pengampunan dari Allah, tetapi sulit memberi pengampunan kepada orang lain.

Santo Yohanes Paulus II berkata, “Tanpa pengampunan, tidak akan ada masa depan bagi umat manusia.” Pengampunan bukan berarti melupakan luka, melainkan memilih untuk tidak membiarkan luka itu mengendalikan hidup kita. Ketika kita mengampuni, kita menyerahkan keadilan kepada Tuhan dan membiarkan kasih-Nya menyembuhkan.

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk mengampuni seperti Engkau telah mengampuni kami. Berilah kami hati yang luas untuk mengasihi lebih dari sekadar membalas. Semoga damai dan belas kasih-Mu menjadi kekuatan kami setiap hari, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 12 Agustus 2026
Selasa, 11 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 12 Agustus 2026

RABU PEKAN BIASA XIX
Santa Yohana Fransiska de Chantal – Biarawati
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yehezkiel 9:1-7;10:18-22

Tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji di Yerusalem.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel:

Aku mendengar Tuhan berseru dengan suara nyaring, “Majulah ke mari, hai para penghukum Yerusalem! Bawalah masing-masing alat pemusnah.” Dan lihat, enam orang pria datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Seorang di antara mereka berpakaian lenan, dan di sisinya terdapat suatu alat tulis. Mereka ini masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.

Pada saat itu kemuliaan Allah Israel sudah terangkat dari atas kerub, tempatnya semula, ke atas ambang pintu Bait Suci. Allah memanggil orang yang berpakaian lenan, yang mempunyai alat tulis di sisinya. Lalu Tuhan bersabda kepadanya, “Berjalanlah dari tengah-tengah kota Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji yang terjadi di sana.”

Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Tuhan berkata, “Ikutilah dia dari belakang melintasi kota itu, dan pukullah sampai mati semua orang yang tidak ditandai T. Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan! Orang-orang tua, teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan para wanita, bunuh dan musnahkanlah! Tetapi semua orang yang ditandai huruf T, jangan kalian sentuh! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku.”

Maka mulailah mereka dengan tua-tua yang berada di depan Bait Suci. Kemudian Ia bersabda kepada mereka, “Najiskanlah Bait Suci itu dan penuhilah pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Ayo, pergilah!” Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota. Lalu kemuliaan Tuhan pergi dari ambang pintu Bait Suci dan hinggap di atas kerub-kerub. Kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan waktu mereka pergi, aku melihat mereka naik dari tanah dan roda-rodanya bersama dengan mereka. Lalu mereka berhenti dekat pintu gerbang rumah Tuhan di sebelah timur, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka. Itulah makhluk-makhluk hidup yang dahulu kulihat di bawah Allah Israel di tepi sungai Kebar. Dan aku mengerti, bahwa mereka adalah kerub-kerub. Masing-masing mempunyai empat muka dan empat sayap, dan di bawah sayap mereka ada bagian yang berbentuk tangan manusia. Kelihatannya muka mereka serupa dengan muka makhluk-makhluk yang kulihat di tepi sungai Kebar. Masing-masing berjalan lurus ke depan.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 113:1-2.3-4.5-6 – Refren:4b

Kemuliaan Tuhan mengatasi langit.

  • Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
  • Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya terpujilah nama Tuhan. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
  • Siapakah seperti Tuhan, Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?

Bait Pengantar Injil – 2 Korintus 5:19
Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Yesus Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

Bacaan Injil – Matius 18:15-20

Jika saudaramu yang berbuat dosa mendengarkan teguranmu, engkau telah mendapatnya kembali.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan dikau, bawalah seorang atau dua orang lain, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

Aku berkata kepadamu: Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu, Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Hubungan yang paling sehat bukanlah hubungan tanpa konflik, melainkan hubungan yang mampu mengelola konflik dengan komunikasi terbuka dan empati. Sebagaimana Sabda Yesus bahwa ketika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia secara pribadi. Jika tidak mendengar, ajak satu atau dua orang lain sebagai saksi. Jika tetap menolak, barulah dibawa ke komunitas. Tujuannya bukan menghukum, melainkan memulihkan.

Yesus mengajarkan bahwa kasih sejati tidak membiarkan saudara jatuh dalam dosa. Santo Fransiskus dari Sales pernah berkata, “Tegurlah dengan kasih; biarlah cintamu lebih besar daripada teguranmu.” Dalam komunitas Gereja, sering kita tergoda untuk diam demi “damai,” atau membicarakan orang lain di belakang. Namun, kasih sejati menuntut keberanian untuk menegur langsung, bukan untuk menjatuhkan, melainkan membangun.

Yesus menjanjikan bahwa kehadiran-Nya nyata di tengah mereka yang sepakat dan bersatu dalam doa. Maka, pengampunan, rekonsiliasi, dan keterbukaan menjadi jalan untuk menghadirkan Allah di tengah kita. Kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai – bukan dengan menghindari masalah, melainkan dengan menyelesaikannya dalam terang kasih Kristus.

Tuhan Yesus, berilah kami keberanian untuk menegur dengan kasih dan rendah hati. Bimbing kami agar mampu membangun perdamaian dalam setiap relasi. Hadirlah selalu di tengah komunitas kami yang ingin setia pada-Mu, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup