Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 27 April 2026
Minggu, 26 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 27 April 2026

SENIN PEKAN IV PASKAH
St. Petrus Kanisius – Imam & Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 11:1-18

Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan bersunat berselisih pendapat dengan dia. Kata mereka, “Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.” Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya:

“Ketika aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi, dan aku melihat suatu penglihatan: Suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. Aku menatapnya, dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat, binatang liar, binatang melata dan burung-burung.

Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak! Belum pernah sesuatu yang haram dan tidak tahir masuk ke dalam mulutku. Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari surga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. Dan saat itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. Lalu kata Roh kepadaku: Pergilah bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah Kornelius, perwira Romawi itu, dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.

Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?”

Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya, “Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 42:2-3;43:3.4 – Refren: Mazmur 42:3a

Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup!

  • Seperti rusa merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
  • Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-gunung yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
  • Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

Bait Pengantar Injil – Yohanes 10:14
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan, Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Bacaan Injil – Yohanes 10:11-18

Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang Farisi, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba dombanya; sedangkan orang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan, dan tidak memperhatikan domba-domba itu.

Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.

Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga; mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya daripada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Ada sebuah cerita. Tiga orang anak mendapat kayu berbentuk salib yang sama panjang untuk dibawa menyusuri jalan. Karena terlalu berat, dua anak memotong salib mereka menjadi lebih pendek. Karena masih terasa berat, mereka potong lagi salib itu. Tiba di suatu tempat, mereka harus menyeberang sungai, dan satu-satunya sarana yang bisa mereka pakai adalah kayu salib yang mereka bawa. Maka, satu dari tiga anak itu saja yang bisa menyeberang karena salibnya masih utuh. Dua anak yang lain tadi putus asa. Namun, anak yang bisa menyeberangi sungai itu berkata, ”Ayolah, kamu bisa menyeberang dengan memakai salibku.”

Tugas sebagai gembala baik yang diemban Yesus bukan tugas yang ringan. Yesus memikulnya dan melaksanakannya dengan baik. Buahnya adalah keselamatan banyak orang. Semoga kita pun, bersama Kristus, mau melaksanakan tugas hidup kita dengan baik dan setia. Tugas yang kita terima dari perutusan atau pekerjaan yang kita pilih memang terkadang berat dan terasa membebani. Namun, apabila kita lakukan dengan baik maka berbuah berkat pula bagi sesama.

Ya Tuhan, semoga kami mampu melaksanakan dengan baik, setia, dan sukacita tugas dan tanggung jawab yang Kauberikan kepada kami, amin.

**HUT Kelahiran Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC (Uskup Keuskupan Agung Merauke).
**

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 26 April 2026
Sabtu, 25 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 26 April 2026

MINGGU PEKAN IV PASKAH
HARI MINGGU PANGGILAN
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 2:14a.36-41

Allah telah membuat Yesus menjadi Tuhan dan Kristus.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Pada hari Pentakosta bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada orang-orang Yahudi, “Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”

Ketika mereka mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka, “Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”

Dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini!”

Orang-orang yang menerima perkataan Petrus itu memberi diri dibaptis, dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6; Refren:1

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.

  • Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang, dan menyegarkan daku.
  • Ia menuntun aku di jalan yang lurus, demi nama-Nya yang kudus. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
  • Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan segala lawanku. Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh melimpah.
  • Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku, seumur hidupku. Aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Bacaan II – 1 Petrus 2:20b-25

Kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudara terkasih, Jika kamu berbuat baik dan karena itu harus menderita, itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu, dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Ia tidak berbuat dosa, dan tipu muslihat pun tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki. Ketika menderita, Ia tidak mengancam, tetapi menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah disembuhkan. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 10:14
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan. Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
**
Bacaan Injil – Yohanes 10:1-10**

Akulah pintu kepada domba-domba.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok. Tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu, dan domba-domba mendengarkan suaranya; ia memanggil dombanya masing-masing menurut namanya, dan menuntunnya ke luar. Jika semua domba telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka, dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”

Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.

Maka kata Yesus sekali lagi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat; ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Suatu ketika, seorang romo bertanya kepada salah satu orang muda di parokinya, “Menurut kamu, apa lawan kata dari cinta?” Orang muda itu menjawab, “Pasti bencilah, Romo.” Romo itu tersenyum, lalu mengatakan, “Lawan kata dari cinta bukanlah benci, melainkan menggunakan.” Sebelum orang muda itu protes, Romo menambahkan, “Orang yang mencintai, sungguh-sungguh mencintai, akan memberikan dirinya. Sebaliknya, orang yang tidak mencintai dengan sungguh sungguh menggunakan orang lain untuk kesenangan dirinya sendiri.”

Cerita singkat ini mau menegaskan cinta Yesus kepada kita, manusia. Yesus adalah Gembala Yang Baik, yang mengenal domba-domba-Nya dan rela memberikan nyawa untuk domba-domba itu. Pemberian diri ini berbuah keselamatan dan kehidupan yang berlimpah dalam Tuhan. Oleh karena itu, Yesus menyebut diri-Nya adalah pintu bagi domba-domba.

Cinta Yesus memanggil kita juga untuk mendengarkan suara Gembala Agung itu dan mengalami hidup yang “berkelimpahan”. Seberapa sering kita meluangkan waktu untuk mendengar dan mengenali suara Tuhan di tengah kesibukan hidup kita? Atau kita terlalu sibuk dengan kesenangan diri sendiri sampai tidak peka pada kehadiran dan suara-Nya?

Mari kita membuka hati kita untuk lebih mengenal Dia, terhubung dengan-Nya dalam doa, dalam sakramen, dalam hidup sehari-hari. Semoga kita juga tidak menutup telinga dan hati ketika panggilan Yesus ini adalah panggilan untuk menjadi gembala dalam hidup panggilan yang khusus, yaitu untuk menjadi imam, bruder, atau suster. Semoga kita selalu ingat bahwa ketika kita menjawab cinta-Nya, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih dan berbuah kebahagiaan sejati di dalam-Nya.

Ya Yesus, Gembala Yang Baik, bantulah kami untuk lebih peka mendengar suara-Mu, Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 25 April 2026
Jumat, 24 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 25 April 2026

SABTU PEKAN III PASKAH
Pesta St. Markus – Penulis Injil
Warna Liturgi: Merah

Bacaan I – 1 Petrus 5:5b-14

Salam dari Markus, anakku.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudara terkasih, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati.”

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya pada waktunya kamu ditinggikan-Nya oleh-Nya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Dialah yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu,
bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Dialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai seorang saudara yang dapat dipercaya, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa kasih karunia ini benar-benar datang dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya!

Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.

Demikanlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 89:2-3.6-7.16-17; Refren:2a

Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selama-lamanya.

  • Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
  • Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya Tuhan, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaat orang-orang kudus. Sebab siapakah di angkasa yang sejajar dengan Tuhan, Siapakah di antara penghuni surga yang sama seperti Tuhan?
  • Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu; karena nama-Mu mereka bersorak-sorai, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah-megah.

Bait Pengantar Injil – 1 Korintus 1:23-24
Kami memberitakan Kristus yang tersalib; Dialah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Bacaan Injil – Markus 16:15-20

Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil.

Inilah Injil Suci menurut Markus:

Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Seorang filsuf bernama Friedrich Nietzsche pernah menulis, “Ke mana pun aku pergi, selalu mengikuti seekor anjing yang bernama ego.” Dalam zaman digital ini, media sosial bisa memberi ‘makan’ pada ego karena media sosial, seperti Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, dan X menyediakan panggung bagi seorang narsis untuk merasa diperhatikan oleh seluruh dunia sehingga ia merasa keren dan benar. Media sosial bisa memerosotkan sikap reflektif, yaitu kemampuan memaknai hidup, karena yang ditampilkan adalah yang spektakuler, sensasional, dan kontroversial. Dalam konteks Kristiani, sikap reflektif berarti menghadirkan Tuhan dalam peristiwa hidup kita.

Hari ini, kita merayakan Pesta Santo Markus, penulis Injil. Markus tidak tergolong dalam dua belas rasul Yesus, tetapi ia adalah seorang pengikut Tuhan yang beriman teguh. Ia menaruh perhatian pada ajaran dan karya Yesus, dan tidak ragu untuk mewartakan-Nya. Menariknya, Markus tergolong the unseen follower, pengikut Yesus yang “tidak terlihat” banyak orang. Dalam diam, ia mengikuti Yesus, merefleksikan, dan memberikan kesaksian lewat Injil yang ditulisnya. Menjadi pewarta Sabda Tuhan bukan pertama-tama mewartakan diri sendiri, mendapat banyak “suka”, disorot lampu, diberi tepuk tangan, melainkan mengupayakan penyebaran Kerajaan Allah itu sendiri lewat karya-karya kecil dan konkret dalam hidup sehari-hari. Hidup kita, dilihat atau tidak, menjadi Injil yang hidup bagi sesama.
**
Ya Tuhan, berkaryalah bersama kami dalam mewartakan Injil-Mu melalui kata-kata dan sikap hidup kami, amin.**

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup