Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 26 April 2026
Sabtu, 25 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 26 April 2026

MINGGU PEKAN IV PASKAH
HARI MINGGU PANGGILAN
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 2:14a.36-41

Allah telah membuat Yesus menjadi Tuhan dan Kristus.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Pada hari Pentakosta bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada orang-orang Yahudi, “Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”

Ketika mereka mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka, “Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”

Dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini!”

Orang-orang yang menerima perkataan Petrus itu memberi diri dibaptis, dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6; Refren:1

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.

  • Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang, dan menyegarkan daku.
  • Ia menuntun aku di jalan yang lurus, demi nama-Nya yang kudus. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
  • Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan segala lawanku. Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh melimpah.
  • Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku, seumur hidupku. Aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Bacaan II – 1 Petrus 2:20b-25

Kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudara terkasih, Jika kamu berbuat baik dan karena itu harus menderita, itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu, dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Ia tidak berbuat dosa, dan tipu muslihat pun tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki. Ketika menderita, Ia tidak mengancam, tetapi menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah disembuhkan. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 10:14
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan. Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
**
Bacaan Injil – Yohanes 10:1-10**

Akulah pintu kepada domba-domba.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya, siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok. Tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu, dan domba-domba mendengarkan suaranya; ia memanggil dombanya masing-masing menurut namanya, dan menuntunnya ke luar. Jika semua domba telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka, dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”

Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.

Maka kata Yesus sekali lagi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat; ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Suatu ketika, seorang romo bertanya kepada salah satu orang muda di parokinya, “Menurut kamu, apa lawan kata dari cinta?” Orang muda itu menjawab, “Pasti bencilah, Romo.” Romo itu tersenyum, lalu mengatakan, “Lawan kata dari cinta bukanlah benci, melainkan menggunakan.” Sebelum orang muda itu protes, Romo menambahkan, “Orang yang mencintai, sungguh-sungguh mencintai, akan memberikan dirinya. Sebaliknya, orang yang tidak mencintai dengan sungguh sungguh menggunakan orang lain untuk kesenangan dirinya sendiri.”

Cerita singkat ini mau menegaskan cinta Yesus kepada kita, manusia. Yesus adalah Gembala Yang Baik, yang mengenal domba-domba-Nya dan rela memberikan nyawa untuk domba-domba itu. Pemberian diri ini berbuah keselamatan dan kehidupan yang berlimpah dalam Tuhan. Oleh karena itu, Yesus menyebut diri-Nya adalah pintu bagi domba-domba.

Cinta Yesus memanggil kita juga untuk mendengarkan suara Gembala Agung itu dan mengalami hidup yang “berkelimpahan”. Seberapa sering kita meluangkan waktu untuk mendengar dan mengenali suara Tuhan di tengah kesibukan hidup kita? Atau kita terlalu sibuk dengan kesenangan diri sendiri sampai tidak peka pada kehadiran dan suara-Nya?

Mari kita membuka hati kita untuk lebih mengenal Dia, terhubung dengan-Nya dalam doa, dalam sakramen, dalam hidup sehari-hari. Semoga kita juga tidak menutup telinga dan hati ketika panggilan Yesus ini adalah panggilan untuk menjadi gembala dalam hidup panggilan yang khusus, yaitu untuk menjadi imam, bruder, atau suster. Semoga kita selalu ingat bahwa ketika kita menjawab cinta-Nya, kita dipanggil untuk hidup dalam kasih dan berbuah kebahagiaan sejati di dalam-Nya.

Ya Yesus, Gembala Yang Baik, bantulah kami untuk lebih peka mendengar suara-Mu, Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 25 April 2026
Jumat, 24 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 25 April 2026

SABTU PEKAN III PASKAH
Pesta St. Markus – Penulis Injil
Warna Liturgi: Merah

Bacaan I – 1 Petrus 5:5b-14

Salam dari Markus, anakku.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudara terkasih, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati.”

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya pada waktunya kamu ditinggikan-Nya oleh-Nya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Dialah yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu,
bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Dialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai seorang saudara yang dapat dipercaya, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa kasih karunia ini benar-benar datang dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya!

Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.

Demikanlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 89:2-3.6-7.16-17; Refren:2a

Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selama-lamanya.

  • Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
  • Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya Tuhan, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaat orang-orang kudus. Sebab siapakah di angkasa yang sejajar dengan Tuhan, Siapakah di antara penghuni surga yang sama seperti Tuhan?
  • Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu; karena nama-Mu mereka bersorak-sorai, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah-megah.

Bait Pengantar Injil – 1 Korintus 1:23-24
Kami memberitakan Kristus yang tersalib; Dialah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

Bacaan Injil – Markus 16:15-20

Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil.

Inilah Injil Suci menurut Markus:

Pada suatu hari Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Tuhan Yesus ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Maka pergilah para murid memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Seorang filsuf bernama Friedrich Nietzsche pernah menulis, “Ke mana pun aku pergi, selalu mengikuti seekor anjing yang bernama ego.” Dalam zaman digital ini, media sosial bisa memberi ‘makan’ pada ego karena media sosial, seperti Instagram, TikTok, Facebook, YouTube, dan X menyediakan panggung bagi seorang narsis untuk merasa diperhatikan oleh seluruh dunia sehingga ia merasa keren dan benar. Media sosial bisa memerosotkan sikap reflektif, yaitu kemampuan memaknai hidup, karena yang ditampilkan adalah yang spektakuler, sensasional, dan kontroversial. Dalam konteks Kristiani, sikap reflektif berarti menghadirkan Tuhan dalam peristiwa hidup kita.

Hari ini, kita merayakan Pesta Santo Markus, penulis Injil. Markus tidak tergolong dalam dua belas rasul Yesus, tetapi ia adalah seorang pengikut Tuhan yang beriman teguh. Ia menaruh perhatian pada ajaran dan karya Yesus, dan tidak ragu untuk mewartakan-Nya. Menariknya, Markus tergolong the unseen follower, pengikut Yesus yang “tidak terlihat” banyak orang. Dalam diam, ia mengikuti Yesus, merefleksikan, dan memberikan kesaksian lewat Injil yang ditulisnya. Menjadi pewarta Sabda Tuhan bukan pertama-tama mewartakan diri sendiri, mendapat banyak “suka”, disorot lampu, diberi tepuk tangan, melainkan mengupayakan penyebaran Kerajaan Allah itu sendiri lewat karya-karya kecil dan konkret dalam hidup sehari-hari. Hidup kita, dilihat atau tidak, menjadi Injil yang hidup bagi sesama.
**
Ya Tuhan, berkaryalah bersama kami dalam mewartakan Injil-Mu melalui kata-kata dan sikap hidup kami, amin.**

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 24 April 2026
Kamis, 23 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 24 April 2026

JUMAT PEKAN III PASKAH
St. Fidelis dari Sigmaringen – Imam & Martir
St. Agustinus

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 9:1-20
Orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku, untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Ketika pecah penganiayaan terhadap jemaat, hati Saulus berkobar-kobar untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa daripadanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.

Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah, dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”

Jawab Saulus, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya, “Akulah Yesus yang kau aniaya itu! Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota. Di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” Maka termangu-mangulah temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa. Teman-temannya harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan, “Ananias!” Jawabnya, “Ini aku, Tuhan!” Firman Tuhan, “Pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.”

Jawab Ananias, “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyak kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.”

Tetapi firman Tuhan kepadanya, “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain, kepada raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.” Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Saulus bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.

Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Demikanlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 117:1.2; Refren – Markus 16:15

Pergilah ke seluruh dunia, dan beritakanlah Injil.

  • Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
  • Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 6:56_
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, sabda Tuhan._

Bacaan Injil – Yohanes 6:52-59

Daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Di rumah ibadat di Kapernaum orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata, “Bagaimana Yesus ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”

Maka kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
Akulah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

Demikianlah Sabda Tuhan.

**Renungan
**
Pertobatan kerap kali terjadi bukan karena kehebatan pribadi, melainkan karena gerakan dan kekuatan Ilahi. Kisah Para Rasul 9:1–20 dalam Bacaan Pertama berisi kisah transformasi luar biasa yang dialami oleh Saulus, seorang penganiaya umat Kristen yang kemudian kita kenal sebagai Paulus, Rasul Segala Bangsa. Peristiwa ini menggambarkan kekuatan Allah yang dapat mengubah hidup orang secara radikal. Peristiwa ini juga menggambarkan belas kasih Allah yang dapat dilihat dan dirasakan dengan “mata batin” manusia.

Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Namun, kerap kali kita kurang percaya dan mengandalkan kekuatan-Nya dalam hidup kita. Saulus, yang bagi orang-orang zaman itu adalah penganiaya umat Kristen, mengalami penampakan Yesus dalam perjalanan ke Damsyik dan kemudian justru meminta dibaptis, menjadi pengikut Kristus.

Belas kasih Tuhan atas hidup Paulus hanya dapat dilihat dengan mata yang tertutup dan dengan hati yang terbuka. Saulus sempat buta beberapa waktu. Kebutaan fisik ini menjadi simbol bagi proses penglihatan spiritual yang harus dialami Paulus. Semoga pengalaman Paulus ini mengingatkan kita akan belas kasih Allah yang besar dalam hidup kita, yang menuntun kita untuk selalu maju dalam iman, kasih, dan pengharapan.

Ya Tuhan, ubahlah kami dengan kasih-Mu agar kami mampu menjadi pewarta cinta kasih-Mu, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup