Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 11 Agustus 2026
Senin, 10 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 11 Agustus 2026

SELASA PEKAN BIASA XIX
Peringatan Wajib Santa Klara dari Assisi – Perawan
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Yehezkiel 2:8-3:4

Diberikan-Nya gulungan kitab itu untuk kumakan, dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel:

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai, anak manusia, dengarkanlah sabda-Ku kepadamu. Janganlah membantah seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu.” Aku melihat, ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab. Ia Membentangkannya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan.

Sabda-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.” Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan. Lalu sabda-Nya kepadaku, “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini dan isilah perutmu dengannya.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku. Tuhan bersabda lagi, “Hai anak manusia, mari, pergilah! dan sampaikanlah sabda-Ku kepada mereka.”

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 119:14.24.72.103.111.131 – Refren:103a

Betapa manisnya janji Tuhan bagi langit-langitku.

  • Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu, melebihi segala harta.
  • Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, dan kehendak-Mu menjadi penasehat bagiku.
  • Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga dari pada ribuan keping emas dan perak.
  • Betapa manisnya janji-Mu bagi langit-langitku, melebihi madu bagi mulutku.
  • Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku.
  • Mulutku kungangakan dan mengap-mengap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.

Bait Pengantar Injil – Matius 11:29
Terimalah beban-Ku dan belajarlah daripada-Ku, sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.

Bacaan Injil – Matius 18:1-5.10.12-14

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak ini.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa datanglah murid-murid dan bertanya kepada Yesus, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil, dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata, “Aku berkata kepadamu: Sungguh, jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Malaikat-malaikat mereka di surga selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”

Lalu Yesus bersabda lagi, “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan lalu pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu, sungguh, jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Anak kecil dengan polosnya pasti percaya terhadap orang tuanya. Saat ayahnya berkata, “Lompat, Ayah tangkap,” anak itu melompat tanpa ragu, meski dari tempat tinggi. Ia tidak memikirkan risiko. Ia percaya. Dalam Injil hari ini, Yesus mengajarkan kepada murid-murid bahwa untuk menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga, seseorang harus menjadi seperti anak kecil. Bukan dalam arti kekanak-kanakan, melainkan dalam kerendahan hati, kepercayaan penuh, dan kesederhanaan hati.

Santa Klara menjadi contoh nyata. Terlahir dari keluarga bangsawan, Klara rela meninggalkan kekayaan dan kenyamanan demi mengikuti Kristus dalam kesederhanaan dan kemiskinan sejati. Ia percaya sepenuh hati pada penyelenggaraan Tuhan, seperti anak kecil yang yakin bahwa bapaknya selalu menyediakan yang terbaik. Klara pernah berkata, “Cinta itu tidak dikhianati, cinta sejati memberi diri sepenuhnya tanpa meminta balasan.” Keutamaan Klara adalah kebersahajaan dan penyerahan total, yang justru menjadi kekuatan besar bagi Gereja hingga hari ini.

Yesus juga mengingatkan bahwa Allah tidak menghendaki seorang pun “yang kecil ini” binasa. Ia mencari yang hilang, menggendongnya pulang dengan sukacita. Seperti Gembala Baik, Ia tak menghitung jumlah, tetapi menghargai setiap jiwa. Maka, kita pun dipanggil untuk tidak meremehkan yang kecil: orang kecil, suara kecil, bahkan iman yang kecil.
**
Tuhan Yesus, jadikanlah hati kami sederhana dan percaya seperti anak kecil di hadapan-Mu. Semoga kami mampu mencintai dan melayani tanpa pamrih seperti Santa Klara. Bimbinglah kami untuk menemukan Engkau dalam hal-hal yang kecil namun penuh makna, amin.**

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 10 Agustus 2026
Minggu, 9 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 10 Agustus 2026

SENIN PEKAN BIASA XIX
Pesta Santo Laurensius – Diakon & Martir
Warna Liturgi: Merah

Bacaan I – 2 Korintus 9:6-10

Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Bacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit pula. Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau terpaksa. Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu, malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis, “Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.”

Dia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Dia jugalah yang akan menyediakan benih bagi kamu; Dialah yang akan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 112:1-2.5-9 – Refren:5a

Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman.

  • Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
  • Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya.
  • Ia tidak takut pada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan kepada Tuhan. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia mengalahkan para lawannya.
  • Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma; kebajikan-Nya tetap untuk selama-lamanya, tanduk-Nya meninggi dalam kemuliaan.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 8:12b
Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai terang hidup.

Bacaan Injil – Yohanes 12:24-26

Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Menjelang akhir hidup-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku, dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Bayangkan seorang petani yang memegang sebutir benih. Benih itu kecil dan bisa disimpan. Namun, jika petani itu berani menanamnya di tanah, benih itu akan “mati” – hancur di dalam tanah – lalu bertunas, tumbuh, dan menghasilkan banyak buah. Tanpa kematian, tidak ada kehidupan baru. Dalam Injil Yohanes, Yesus berkata, “Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja. Namun, jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Yesus berbicara tentang pengorbanan, penyerahan diri, dan buah kehidupan yang datang dari kasih sejati.

Hari ini Gereja merayakan Pesta Santo Laurensius, diakon yang menjadi martir karena imannya. Ia hidup pada abad ke-3, saat penganiayaan terhadap umat Kristen sangat berat. Ketika Kaisar Romawi menuntut harta Gereja, Laurensius malah mempersembahkan orang miskin, orang sakit, dan mereka yang tertindas, sambil berkata, “Inilah harta Gereja.” Karena kesetiaan itu, ia disiksa dengan kejam. Santo Laurensius tetap kuat dalam penderitaan.

Apa “benih” dalam diriku yang harus aku relakan untuk ditanam? Kepada siapa aku bisa membagikan hidupku hari ini – dalam kasih, pengorbanan, atau pelayanan? Marilah kita hidup tidak hanya untuk diri kita sendiri. Hidup yang hanya dipakai untuk diri sendiri tidak akan bertumbuh. Sebaliknya, hidup yang terus dibagikan, dikorbankan demi kasih, akan menghasilkan buah yang jauh lebih besar: kedamaian, sukacita, dan hidup kekal.

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk rela menyerahkan diri kami seperti biji gandum yang jatuh ke tanah. Berilah kami keberanian seperti Santo Laurensius, agar kami hidup bukan untuk diri kami sendiri, tetapi bagi-Mu dan sesama. Jadikanlah hidup kami benih kasih yang menghasilkan buah kekala, amin.

HUT Tahbisan Imam Mgr. Maksimus Regus (Uskup Labuan Bajo)

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 9 Agustus 2026
Sabtu, 8 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 9 Agustus 2026

MINGGU PEKAN BIASA XIX
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – 1 Raja-Raja 19:9a.11-13a

Berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan.

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:

Sekali peristiwa, ketika Elia sampai di Gunung Horeb, masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka berfirmanlah Tuhan kepadanya, “Hai Elia, keluarlah, dan berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan!” Lalu Tuhan lewat. Angin besar dan kuat membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu mendahului Tuhan. Namun Tuhan tidak berada dalam angin itu. Sesudah angin itu datanglah gempa. Namun dalam dalam gempa pun Tuhan tidak ada. Sesudah gempa menyusullah api. Namun Tuhan juga tidak berada dalam api itu. Api disusul bunyi angin sepoi-sepoi basa. Mendengar itu, segeralah Elia menyelubungi wajahnya dengan jubah, lalu ke luar dan berdiri di depan pintu gua itu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14 – Refren:8

Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.

  • Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
  • Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
  • Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bacaan II – Roma 9:1-5

Aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, demi Kristus aku mengatakan kebenaran, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku menurut daging. Sebab mereka itu adalah orang Israel. Mereka telah diangkat menjadi anak Allah, telah menerima kemuliaan dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, ibadat, dan janji-janji. Mereka itu keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias sebagai manusia, yang mengatasi segala sesuatu. Dialah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Mazmur 130:5
Aku menanti-nantikan Tuhan dan mengharapkan firman-Nya.

Bacaan Injil – Matius 14:22-33

Tuhan, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sesudah mengenyangkan banyak orang dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri.

Menjelang malam Ia sendirian di situ. Perahu para murid sudah beberapa mil jauhnya dari pantai, dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

Kira-kira pukul tiga pagi, datanglah Yesus berjalan di atas air kepada mereka. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru, “Itu hantu!” Lalu mereka berteriak-teriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya, “Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!” Lalu Petrus berkata, “Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.” Kata Yesus, “Datanglah!” Lalu Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendekati Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam, lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang Petrus dan berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

Keduanya lalu naik ke perahu dan angin pun reda. Orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sesungguhnya, Engkau Putra Allah.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Seorang anak kecil takut gelap. Suatu malam lampu padam, dan ia menangis. Ayahnya berkata dari seberang ruangan, “Aku di sini, Nak.” Meskipun tidak melihat, anak itu berhenti menangis karena ia mendengar suara ayahnya dan itu cukup membuatnya tenang. Ia tidak melihat, tetapi percaya. Hari ini Yesus datang kepada para murid di tengah angin sakal dan gelombang besar. Mereka ketakutan.

Namun, Yesus berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Mat. 14:27). Petrus sempat percaya dan berjalan di atas air. Namun, ketika ia mulai melihat angin dan badai, ia takut, dan mulai tenggelam. Yesus segera mengulurkan tangan dan berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Kita semua adalah Petrus – kadang percaya, tetapi sering bimbang. Saat hidup terasa tenang, kita yakin Tuhan menyertai. Namun, saat badai datang – masalah, sakit, kegagalan, kehilangan – kita mulai bertanya, “Tuhan, di mana Engkau?” Bacaan pertama dari Kitab 1 Raja-raja memperdalam pemahaman ini. Nabi Elia mencari Allah, dan Allah tidak hadir dalam angin besar, gempa, atau api, tetapi dalam suara lembut dan kecil. Allah tidak selalu hadir dalam cara yang spektakuler. Ia hadir dalam keheningan, dalam suara hati, dalam pelukan orang terdekat, dalam doa yang hening.

Di tengah “badai” hidupku, apakah aku masih mampu mendengar suara lembut Tuhan? Apakah aku percaya bahwa Yesus mengulurkan tangan-Nya, bahkan saat aku bimbang? Tuhan hadir dalam badai hidup, tetapi sering dalam cara yang lembut dan tak terduga. Santo Paulus pun menunjukkan betapa kasih dan iman yang mendalam membuatnya rela berkorban demi bangsanya. Ia mengenal Yesus, dan itu memberinya kekuatan meski hatinya penuh duka. Inilah iman yang teguh – yang tetap percaya meski tidak selalu mudah. Mendiang Paus Fransiskus pernah berpesan, “Jangan takut menghadapi kesulitan hidup. Tuhan selalu bersama kita. Berpeganglah pada-Nya, jangan lepaskan tangan-Nya!”

Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami supaya kami tidak takut dalam mengayuh bahtera kehidupan kami sebagai orang beriman. Tetaplah bersama kami, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup