Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 12 Mei 2026
Senin, 11 Mei 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 12 Mei 2026

SENIN PEKAN VI PASKAH
Santo Nereus & AkhilleusMartir
Santo Pankrasius – Martie
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 16:22-34

Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus, dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Ketika Paulus dan Silas ada di Kota Filipi terjadilah yang berikut ini: Orang-orang Filipi bangkit menentang Paulus dan Silas; lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.

Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah, dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Dan terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. Seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya, “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!”

Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata, “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?”
Jawab mereka, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Lalu Paulus dan Silas memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 138:1-2a.2bc-3.7c-8; Refren:7c

Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, ya Tuhan.

  • Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hati, karena Engkau mendengarkan kata-kata mulutku. Di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu, aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.
  • Aku hendak memuji nama-Mu oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
  • Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!

Bait Pengantar Injil – Yohanes 16:7.13
Aku akan mengutus Roh kebenaran kepadamu, sabda Tuhan, dan Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.

Bacaan Injil – Yohanes 16:5-11

Jikalau Aku tidak pergi, penghibur tidak akan datang kepadamu.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, maka hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu; sebaliknya jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Dan kalau penghibur itu datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Ketidakadilan bisa menimpa siapa saja, bahkan mereka yang membawa kebaikan. Paulus dan Silas mengalami hal itu. Mereka dipenjara bukan karena mereka melakukan kejahatan, melainkan karena mereka mewartakan kasih Allah dan membebaskan seorang gadis dari kuasa gelap. Bukannya disyukuri, peristiwa itu justru membuat mereka dikurung. Namun, luar biasanya, dalam luka dan belenggu, mereka tidak mengeluh. Sebaliknya, mereka berdoa dan memuji Allah. Suara mereka menembus jeruji, dan Tuhan menjawab doa mereka: gempa mengguncang penjara, pintu-pintu terbuka, rantai-rantai terlepas. Namun, mereka tetap tinggal, tidak kabur. Dan karena kesaksian hidup mereka itu, hati kepala penjara pun tersentuh. Sambil mengantar Paulus dan Silas ke luar, kepala penjara itu berkata kepada mereka, ”Tuan-tuan, apa yang harus aku perbuat supaya aku selamat?” Sebuah pertobatan lahir dari kesetiaan dan damai di tengah penderitaan.

Dalam Injil, Yesus menguatkan murid-murid-Nya yang sedih karena Ia akan pergi. Mereka mungkin belum mengerti bahwa kepergian-Nya bukanlah akhir, melainkan awal dari kehadiran yang lebih mendalam. Yesus berkata, ”Lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.” Sebab hanya dengan itulah Roh Kudus, Sang Penolong, akan diutus. Roh Kudus bukan sekadar kekuatan atau semangat rohani, melainkan Pribadi Ilahi yang tinggal di dalam hati kita, yang menghibur kita saat kita terluka, menguatkan kita saat kita lemah, dan mengingatkan kebenaran saat dunia membingungkan.

Ya Tuhan, berilah kami keberanian untuk berjalan dalam kebenaran-Mu meskipun dunia di sekitar kami penuh dengan tantangan, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 10 Mei 2026
Sabtu, 9 Mei 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 10 Mei 2026

MINGGU PEKAN VI PASKAH
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 8:5-8.14-17

Kedua rasul itu menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Waktu terjadi penganiayaan terhadap jemaat di Yerusalem, Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua menerima apa yang diberitakannya itu dengan bulat hati. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.

Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke sana. Setibanya di sana kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

Kemudian Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan di atas orang-orang yang percaya itu, dan mereka menerima Roh Kudus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 66:1-3a.4-5.6-7a.16.20; Refren :1

Bersorak-sorailah bagi allah, hai seluruh bumi.

  • Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Allah, “Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu.”
  • Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, seluruh bumi memazmurkan nama-Mu.” Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia.
  • Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang berjalan kaki menyeberang sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia, yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya.
  • Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takwa pada Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku. Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku, dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Bacaan II – 1 Petrus 3:15-18

Yesus telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi dibangkitkan menurut Roh.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudara terkasih, kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! bersiap sedialah setiap saat untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu. Tetapi semua itu haruslah kamu lakukan dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya, karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, mereka yang memfitnah kamu menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat. Sebab Kristus pun telah mati satu kali untuk segala dosa kita. Ia yang benar telah mati untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi dibangkitkan menurut Roh.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 14:23
Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Bacaan Injil – Yohanes 14:15-21

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Pada perjamuan malam terakhir Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku akan datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi, dan dunia tidak akan melihat Aku lagi. Tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu bahwa Aku ada di dalam Bapa-Ku, bahwa kamu ada di dalam Aku, dan Aku ada di dalam kamu.

Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku pun akan mengasihi dia, dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Pergi ke tempat yang kita sukai itu mudah. Namun, bagaimana jika Tuhan memanggil kita untuk pergi ke tempat yang tidak kita kehendaki? Dalam hal ini, Filipus memberikan teladan yang luar biasa. Ia tidak menunggu untuk diutus ke tempat yang ideal. Ia diutus ke Samaria, wilayah yang sering dianggap ’tidak layak’ oleh orang Yahudi. Namun, justru di sanalah kuasa Injil nyata. Penyembuhan terjadi, kuasa kegelapan dikalahkan, dan sukacita besar melingkupi kota. Bukan karena kehebatan Filipus, melainkan karena ia membawa Kristus. Sebab di mana Kristus hadir, di situ dukacita berubah menjadi sukacita.

Rasul Petrus mengingatkan, “Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungjawaban tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang baik, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena perilakumu yang baik di dalam Kristus, menjadi malu karena fitnah mereka itu.” Di tengah dunia yang skeptis, kita dipanggil bukan untuk menyerang, melainkan untuk bersaksi dalam kasih dan kelembutan. Kita berbicara tentang kebenaran tanpa harus membentak dan kita mewartakan iman tanpa harus menghina.

Yesus memahami sepenuhnya kondisi hati para murid dan hati kita. Ia tahu kita lemah, mudah takut, dan sering merasa sendiri. Karena itu, dalam Injil, Ia menjanjikan Penolong, yaitu Roh Kudus. Dialah Penghibur yang tinggal dalam kita, memberi kita keberanian saat hati gentar, keteguhan saat dunia mengguncang. Dengan Roh Kudus, kita tidak hanya bertahan, tetapi dimampukan untuk bersaksi dan mengasihi dengan cara Kristus sendiri. Karena itu, di tengah dunia yang haus dan lelah, janganlah pernah mundur. Kita dipanggil untuk hadir sebagai pembawa harapan. Bukan karena kita sempurna, tetapi karena Kristus yang hidup dalam kita adalah terang yang tak bisa dipadamkan. Melalui kita dunia akan tahu bahwa Tuhan masih mencintai dunia ini.

Ya Tuhan, jadikan kami pembawa damai, sukacita, dan terang-Mu di dunia yang haus akan kasih dan kebenaran, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 9 Mei 2026
Jumat, 8 Mei 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 9 Mei 2026

SABTU PEKAN V PASKAH
Santo Sirilus dari Sesarea
Santa Louisa de Marillac
Santa Katarina dari Bologna

Santo Gregorius Preca
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 16:1-10

Menyeberanglah ke Makedonia, dan tolonglah kami.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Sekali peristiwa Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani. Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium. Paulus mau, supaya Timotius itu menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.

Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan supaya jemaat-jemaat menurutinya. Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.

Paulus dan Silas melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.

Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan; ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya, “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 100:1-2.3.5; Refren:1a

Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi.

  • Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
  • Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
  • Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bait Pengantar Injil – Kolose 3:1
Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah.

Bacaan Injil – Yohanes 15:18-21

Kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia, maka dunia membenci kamu.

Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Kisah dalam Bacaan Pertama hari ini sungguh menarik: Paulus dan rekan-rekannya dilarang oleh Roh Kudus untuk memberitakan Injil di Asia dan Bitinia. Bukan karena tempat itu tidak penting, melainkan karena Allah punya rencana dan waktu yang sempurna. Lalu, datanglah penglihatan: seorang pria Makedonia memohon pertolongan. Tanpa menunda atau banyak bertanya, Paulus berangkat. Inilah wajah ketaatan sejati – bukan hanya saat kita mengerti, melainkan juga saat arahnya belum sepenuhnya jelas; ketaatan yang bersandar pada kepercayaan, bukan pada pengertian manusia semata.

Dalam Injil, Yesus mengingatkan, “Jika dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku.” Kita memang suka Injil yang menghibur, yang membawa damai dan sukacita. Namun, kita perlu ingat, Injil juga menantang. Ia mengguncang kenyamanan dan nilai dunia. Dunia berkata, ”Balas dendam itu wajar” – Yesus berkata, ”Ampunilah.” Dunia memuliakan yang terdepan – Yesus memanggil kita menjadi yang terakhir. Maka, jangan heran jika iman membuat kita ditolak atau disalahpahami. Itu bukan kegagalan. Itu justru tanda bahwa kita sedang mengikuti jejak-Nya.

Tuhan, berikanlah kami keberanian untuk tetap teguh dalam iman meskipun dunia menolak atau tidak mengerti jalan-Mu, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup