Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 5 Agustus 2026
Selasa, 4 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 5 Agustus 2026

RABU PEKAN BIASA XVIII
Pemberkatan Gereja Basilik Santa Perawan Maria

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yeremia 31:1-7

Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi.

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Tuhan bersabda, “Aku akan menjadi Allah segenap kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku. Mereka mendapat kasih karunia di padang gurun yaitu bangsa yang terluput dari pedang. Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya; dan dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya, ‘Aku mengasihi engkau dengan kasih yang abadi, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali sehingga engkau pulih, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu lagi dengan rebana, dan akan tampil dalam tarian sukaria. Engkau akan membuat kebun anggur lagi di gunung-gunung Samaria; dan orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. Sungguh, akan datang harinya para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, menghadap Tuhan, Allah kita!’

Sebab beginilah sabda Tuhan: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah atas pemimpin para bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah! Tuhan telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Yeremia 31:10.11-12ab.13 – Refren :10d

Tuhan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya.

  • Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan beritahukanlah di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali.
  • Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya. Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.
  • Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.

Bait Pengantar Injil- Lukas 7:16
Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.

Bacaan Injil – Matius 15:21-28

Hai Ibu, sungguh besar imanmu!

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang wanita Kanaan dari daerah itu dan berseru,
“Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud. Anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab.

Lalu para murid Yesus datang dan meminta kepada-Nya, “Suruhlah wanita itu pergi, sebab ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” Jawab Yesus, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Tetapi wanita itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan, tolonglah aku!” Yesus menjawab, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Kata wanita itu lagi, “Benar Tuhan, tetapi anjing-anjing pun makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Bersabdalah Yesus kepadanya, “Hai ibu, besar imanmu! Terjadilah bagimu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Sebelum marak sistem tiket online, kita tentu pernah mengantre di sebuah konter tiket, misalnya untuk mendapatkan tiket konser atau tiket kereta api saat mudik. Pasti ada saja orang yang mencoba “menyelak” antrean. Atau mungkin ada ibu-ibu yang membawa anak kecil sehingga kita merasa kasihan lalu mempersilakan mereka lebih dahulu.

Perempuan Kanaan juga “menyelak antrean” datang kepada Yesus dengan permohonan mendesak. Ia memohon kesembuhan putrinya yang menderita kerasukan setan. Ia berteriak memohon belas kasihan Yesus. Awalnya Yesus menolak dengan diam saja. Murid-murid-Nya berusaha menyuruh perempuan itu pergi karena mengganggu. Bahkan Yesus malah berkata, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Kian menegaskan perempuan Kanaan itu “bukan prioritas” karena di luar antrean utama: bukan bangsa pilihan Allah. Namun, perempuan Kanaan ini tidak sakit hati ketika mendapat diskriminasi seperti itu. Ia hanya melihat Yesus sebagai satu-satunya harapan; dan harapan itu sungguh tidak mengecewakan, putrinya disembuhkan.

Pernahkah merasa doa kita tidak didengar? Pernahkah merasa kita “bukan siapa-siapa”? Teruslah bertekun dalam doa, datanglah kepada Tuhan dengan rendah hati, dan percayalah bahwa Ia akan mendengar dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya yang terbaik. Iman kita, sekecil apa pun, bisa menghasilkan keajaiban jika kita meletakkannya sepenuhnya di tangan Tuhan.

Ya Tuhan, terima kasih atas kasih-Mu yang tak terbatas bagi kami. Kuatkanlah iman kami agar kami selalu bertekun dalam doa dan mencari wajah-Mu. Semoga hati kami senantiasa terbuka untuk belas kasih-Mu yang menyembuhkan, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 4 Agustus 2026
Senin, 3 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 4 Agustus 2026

SELASA PEKAN BIASA XVIII
Peringatan Wajib Santo Yohanes Maria Vianney – Imam

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Yeremia 30:1-2.12-15.18-22

Karena kesalahan dan dosamu sangat banyak, maka Aku telah memukul engkau. Tetapi Aku akan memulihkan kemah Yakub.

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Tuhan bersabda kepada Yeremia demikian, “Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Tulislah segala perkataan yang telah Kusabdakan kepadamu dalam sebuah kitab’.”

Beginilah sabda Tuhan tentang Israel, “Penyakitmu sangat payah, lukamu tak tersembuhkan! Tiada orang yang membela hakmu, tiada obat untuk bisulmu, tiada kesembuhan lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dan dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak dan besarlah jumlah dosamu! Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu? Mengapa engkau mengaduh karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dan dosamu besar jumlahnya, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu. Dan beginilah sabda Tuhan selanjutnya, “Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengasihani tempat-tempat tinggalnya. Kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan purinya akan berdiri di tempatnya yang asli. Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka berlipat-ganda, dan mereka tidak akan berkurang lagi. Aku akan membuat mereka dipermuliakan, dan mereka tidak akan dihina lagi. Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, dan perkumpulan mereka akan tinggal tetap di hadapan-Ku. Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka. Orang yang memerintah atas mereka akan tampil dari antara mereka sendiri. Dan orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka. Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku. Sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku?

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 102:16-21.29.22-23 – Refren:17

Tuhan akan membangun Sion dan menampakkan diri dalam kemuliaan.

  • Maka Bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi akan menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
  • Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang akan diciptakan nanti memuji-muji Tuhan, sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari sorga ke bumi, untuk mendengarkan keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.
  • Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram, dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu. supaya nama Tuhan diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem, apabila para bangsa berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 1:49b
Rabi, Engkau Anak Allah, Engkaulah raja Israel.

Bacaan Injil – Matius 15:1-2.10-14

Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut sampai akar-akarnya.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa datanglah kepada Yesus beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem. Mereka berkata, “Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat-istiadat nenek moyang? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.” Yesus lalu memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, “Dengarkan dan camkanlah, bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” Maka datanglah para murid dan bertanya kepada Yesus, “Tahukah Engkau bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang Farisi?” Tetapi Yesus menjawab, “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di Surga, akan dicabut sampai akar-akarnya. Biarkanlah mereka itu. Mereka itu orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lubang.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Ada rumah yang dari luar tampak megah, tetapi begitu masuk ke dalam berantakan, kotor, dan banyak barang rusak. Ada juga pribadi yang tutur katanya manis, penampilan rapi, sopan, tetapi ternyata penipu. Wajar muncul idiom “Don’t judge a book by its cover!” Kita sering kali terfokus pada penampilan luar, tetapi lupa pada hal yang jauh lebih penting.

Para ahli Taurat dan orang Farisi menemui Yesus untuk mengkritik para murid yang tidak mencuci tangan sebelum makan. Bagi mereka, tidak mencuci tangan adalah pelanggaran serius. Seolah-olah aturan itu inti dari kekudusan. Padahal, hanya sebatas tradisi mereka. Mereka begitu terpaku pada ritual lahiriah sehingga mengabaikan esensi. Menanggapi itu Yesus bersabda, “… bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut.”

Segala sesuatu yang keluar dari mulut berasal dari hati. Hal ini sesuai dengan kehendak Allah yang disampaikan Yeremia untuk memulihkan kemurnian hati. Allah ingin menyembuhkan luka luka hati kita yang disebabkan oleh dosa agar hati kita bisa kembali bersih dan menjadi tempat kediaman-Nya. Begitu hati kita dibersihkan oleh kasih karunia-Nya maka yang keluar dari mulut kita adalah berkat, pengampunan, dan kebaikan. Sudahkah kita menjaga kebersihan hati? Bagi Tuhan, yang terpenting bukanlah seberapa banyak aturan yang kita patuhi, melainkan seberapa murni hati kita di hadapan-Nya.
**
Ya Tuhan Yesus, sucikanlah hati kami dari segala kejahatan dan kemunafikan. Sembuhkanlah luka-luka batin kami agar kami dapat hidup dalam kebenaran-Mu. Semoga perkataan yang keluar dari mulut kami selalu memuliakan nama-Mu, amin.**

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 3 Agustus 2026
Minggu, 2 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 3 Agustus 2026

SENIN PEKAN BIASA XVIII
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yeremia 28:1-17

Hai Hananya, Tuhan tidak mengutus engkau! Engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Peristiwa ini terjadi di kota Yerusalem pada awal pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, yaitu dalam bulan yang kelima tahun yang keempat. Nabi Hananya bin Azur, yang berasal dari Gibeon, berkata kepadaku di rumah Tuhan, di depan mata para imam dan seluruh rakyat: “Beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel: ‘Aku telah mematahkan penindasan raja Babel. Dalam dua tahun ini segala perkakas rumah Tuhan yang telah diambil dari rumah ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel, akan Kukembalikan ke tempat ini. Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini,’ demikianlah sabda Tuhan. Sungguh, Aku akan mematahkan penindasan raja Babel itu!”

Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya di depan para imam dan seluruh rakyat yang berdiri di rumah Tuhan. Kata nabi Yeremia, “Amin! Moga-moga Tuhan berbuat demikian! Moga-moga Tuhan menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan mengembalikan perkakas-perkakas rumah Tuhan dan semua orang buangan dari Babel ke tempat ini. Hananya, dengarkanlah perkataan yang hendak kukatakan kepadamu dan kepada seluruh rakyat ini. Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar. Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh Tuhan.”

Kemudian nabi Hananya mengambil gandar yang terpasang pada tengkuk nabi Yeremia, lalu mematahkannya. Berkatalah Hananya di depan seluruh rakyat, “Beginilah sabda Tuhan, ‘Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel, dari tengkuk segala bangsa!”

Kemudian pergilah nabi Yeremia dari sana. Dan sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari tengkuk nabi Yeremia, bersabdalah Tuhan kepada Yeremia, “Pergilah katakanlah kepada Hananya, ‘Beginilah sabda Tuhan: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya!’ Sebab beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel, ‘Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel. Sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya’.” Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya, “Dengarkanlah, hai Hananya! Tuhan tidak mengutus engkau, dan engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta. Sebab itu beginilah sabda Tuhan, ‘Sungguh, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah menghasut rakyat murtad kepada Tuhan.”

Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 119:29.43.79.80.95.102 – Refren:68

Ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.

  • Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku.
  • Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
  • Biarlah orang-orang takwa berpihak kepadaku, orang-orang yang paham akan peringatan-peringatan-Mu.
  • Biarlah hatiku tulus dalam ketetapan-ketetapan-Mu, supaya jangan aku mendapat malu.
  • Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
  • Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

Bait Pengantar Injil – Matius 4:4b
Manusia hidup bukan saja dari makanan, melainkan juga dari setiap sabda Allah.

Bacaan Injil – Matius 14:22-36

Tuhan, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa, setelah mengenyangkan orang banyak dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh pergi Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia seorang diri di situ. Perahu para murid sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru, “Itu hantu!” Dan mereka berteriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya, “Tenanglah! Akulah ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru, “Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.” Kata Yesus, “Datanglah!”

Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin kencang, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata, “Orang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang?” Keduanya lalu naik ke perahu dan redalah angin. Dan mereka yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sungguh, Engkau Anak Allah.”

Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Begitu Yesus dikenal oleh orang-orang setempat, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah. Maka semua orang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon, supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah Dia menjadi sembuh.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Pernahkah Anda merasa seperti sedang berada di tengah badai? Bisa jadi badai masalah, badai ketakutan, atau badai kekecewaan yang rasanya mau menenggelamkan kita. Mungkin ada di antara kita yang sedang pusing memikirkan pekerjaan yang tidak kunjung datang atau khawatir dengan penyakit yang tak kunjung sembuh atau mungkin sedang sedih karena hubungan yang retak. Rasanya gelap, sendirian, dan panik. Dinamika perasaan itu juga dialami para murid.

Saat sedang berlayar, para murid menghadapi angin sakal yang kuat. Perahu mereka terombang-ambing. Mereka ketakutan. Di tengah ketakutan itu, mereka melihat Yesus berjalan di atas air. Mereka mengira itu hantu. Sampai Yesus berseru, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Ini adalah momen krusial. Ketika ketakutan dan kepanikan melanda, kita sering kali tidak bisa melihat kehadiran Tuhan. Kita terlalu fokus pada masalah di depan mata, sampai lupa bahwa ada Dia yang jauh lebih besar daripada masalah apa pun.

Petrus yang sudah mulai berjalan sekalipun sempat goyah dan mau tenggelam saat kembali melihat badai. Kita tidak jarang juga meragukan kuasa Tuhan yang selalu ada untuk menolong. Sebagaimana Ia tidak membiarkan Petrus tenggelam, kita diingatkan bahwa Yesus tentu tidak membiarkan kita karam. Jangan terlambat berseru, “Tuhan, tolonglah aku!” Dia tahu kelemahan kita, tetapi Dia selalu mengulurkan tangan untuk meredakan badai dan menolong kita.

Ya Yesus, kuatkanlah iman kami agar kami tidak goyah saat badai kehidupan menerpa. Bimbinglah kami agar selalu setia pada Firman-Mu yang adalah kebenaran sejati, Amin.

HUT Kelahiran Mgr. Fransiskus Kopong Kung (Uskup Emiritus Larantuka)

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup