Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 22 April 2026
Selasa, 21 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 22 April 2026

RABU PEKAN III PASKAH
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 8:1b-8

Mereka menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Setelah Stefanus dibunuh, mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.

Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat.

Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu. Ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar, lalu menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. Mereka yang tersebar menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil.

Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.
Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 66:1-3a.4-5.6-7a; R:1

Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!

  • Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Allah, “Betapa dahsyat segala pekerjaan-Mu!
  • Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, seluruh bumi memazmurkan nama-Mu. Pergilah dan lihatlah karya-karya Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia.
  • Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia, yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 6:40
Setiap orang yang percaya kepada Anak, beroleh hidup yang kekal, dan Aku membangkitkannya pada akhir zaman, sabda Tuhan.

Bacaan Injil – Yohanes 6:35-40

Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak beroleh hidup yang kekal.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Salah satu lirik lagu arwah yang indah berbunyi begini, “Jikalau gandum tak jatuh di tanah, tetap sebiji tiada buahnya. Sesungguhnya telah ifirmankan Tuhan: jikalau mati akan banyak buahnya” (Puji Syukur No. 715). Bacaan Pertama hari ini memang tidak berbicara tentang kematian, tetapi tentang penganiayaan yang terjadi di Yerusalem setelah Stefanus wafat, yang ternyata justru membuat pewartaan Injil meluas ke seluruh Yudea dan Samaria. Salah satu tokoh yang disebut adalah Filipus.

Pengorbanan untuk hal-hal baik membuahkan kebaikan, meskipun tidak selalu kita bisa melihat langsung buahnya. Hal-hal baik itu juga tidak berhenti pada satu orang, tetapi pasti berlanjut karena kebaikan itu abadi. Ada hal-hal yang berhenti karena sumbernya bukan pemberian diri, melainkan berhenti pada popularitas pribadi. Filipus pun akhirnya maju dengan penuh keberanian meskipun berhadapan dengan situasi sulit. Ia percaya bahwa kasih Kristus harus meluas, tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat apa pun.

Mari kita berkomitmen untuk memberitakan Injil dengan berani meskipun terkadang kita harus berkorban. Tuhan akan membuatnya berbuah, tanpa kita tahu.

Ya Tuhan, berikanlah kami keberanian untuk mewartakan kebaikan-Mu dengan sukacita, melalui kata dan perbuatan kami, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 21 April 2026
Senin, 20 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 21 April 2026

SELASA PEKAN III PASKAH
St. Anselmus – Uskup & Pujangga Gereja
St. Konradus dari Parzham – Biarawan
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 7:51-8:1a

Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Di hadapan sidang Mahkamah Agama Yahudi Stefanus berkata kepada Imam Besar, para penatua dan ahli Taurat, “Hai orang-orang yang keras kepala, yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus; sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.
Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang telah menubuatkan kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh. Kita telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, tetapi kamu tidak menurutinya!”

Mendengar semuanya itu, para anggota Mahkamah Agama sangat tertusuk hatinya. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.

Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Maka katanya, “Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.”

Maka berteriak-teriaklah mereka, dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sementara dilempari batu, Stefanus berdoa, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut Stefanus berseru dengan suara nyaring, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah Stefanus. Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 31:3cd-4.6ab.7b.8a.17.21ab; R:6a

Ke dalam tangan-Mu, Tuhan, kuserahkan nyawaku.

  • Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
  • Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; Sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia. Tetapi aku percaya kepada Tuhan, aku akan bersorak-sorai dan bersukacita karena kasih setia-Mu.
  • Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 6:35
Akulah roti hidup, sabda Tuhan; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi.

Bacaan Injil – Yohanes 6:30-35

Bukan Musa yang memberi kamu roti dari Surga, melainkan Bapa-Kulah yang memberi kamu roti yang benar dari Surga.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Di rumah ibadat di Kapernaum orang banyak berkata kepada Yesus, “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari Surga.”

Maka kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberi kamu roti dari Surga, melainkan Bapa Kulah yang memberikan kamu roti yang benar dari Surga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari Surga dan yang memberi hidup kepada dunia.”

Maka kata mereka kepada-Nya, “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.”

Kata Yesus kepada mereka, “Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

Demikanlah Sabda Tuhan.

Renungan

Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa ketika kita datang kepada-Nya, kita tidak akan pernah lagi merasa lapar dan haus akan kebenaran. Sebab Dia adalah Roti Kehidupan. Dewasa ini, Roti Kehidupan inilah yang kita terima dalam Ekaristi. Yesus berkata, “Siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi.”

Hari ini, kita diingatkan kembali untuk datang menyambut Yesus dalam Ekaristi, lebih rajin menyambut tubuh-Nya, menerima Dia dalam hidup kita agar hidup kita berkelimpahan kasih dan pengharapan akan Tuhan. Semoga kita semakin dimampukan untuk memberikan diri dalam tugas dan pelayanan yang disemangati oleh pemberian diri Yesus.

Ya Tuhan Yesus, tuntunlah kami untuk datang kepada-Mu agar kami merasakan kasih-Mu secara nyata dan mampukanlah kami membagikan kasih-Mu kepada sesama, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 20 April 2026
Minggu, 19 April 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 20 April 2026

SENIN PEKAN III PASKAH
Sta. Agnes dari Montepulciano – Biarawati
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Kisah Para Rasul 6:8-15

Mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh yang mendorong dia berbicara.

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.

Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini. – anggota-anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria – Mereka datang bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.

Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan, “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.” Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; maka mereka menyergap Stefanus, lalu menyerahkan dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama.

Lalu mereka memajukan saksi-saksi palsu yang berkata, “Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat. Sebab kami telah mendengar dia mengatakan, bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merubuhkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita.” Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 119:23-24.26-27.29-30; R:1b

Berbahagialah orang-orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.

  • Sekalipun para pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.
  • Jalan hidupku telah kuceritakan dan Engkau menjawab aku; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
  • Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku. Aku telah memilih jalan kebenaran, dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

Bait Pengantar Injil – Matius 4:4ab
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Bacaan Injil – Yohanes 6:22-29

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.

Inilah Injil Suci menurut Yohanes:

Setelah Yesus mempergandakan roti, keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang danau Tiberias, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain yang dipakai murid-murid Yesus. Mereka melihat juga bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias ke dekat tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.

Ketika orang banyak melihat bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya, “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yesus menjawab, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Lalu kata mereka kepada-Nya, “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka, “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Ada banyak motivasi seseorang mengikuti suatu kegiatan. Misalnya, seseorang mengikuti pendalaman iman demi mendapatkan makanan. Tentu motivasi ini tidak salah. Namun, selain makanan jasmani yang mengenyangkan, Sabda Tuhan dan dialog tentang iman yang menguatkan harapan, akan lebih menghidupkan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga dapat berbuah bagi sesama.

Injil yang kita dengarkan pada hari ini berpusat pada tema mencari “makanan sejati”. Bisa dipahami bahwa orang banyak mencari Yesus karena melihat tanda tentang penggandaan roti. Mereka kenyang. Namun, mencari Yesus seharusnya tidak berhenti pada kebutuhan duniawi. Lebih daripada itu, seharusnya kita mencari Yesus karena kerinduan kita akan kebenaran sejati dan kehidupan kekal.

Sabda Yesus hari ini menguatkan motivasi kita dalam hidup beriman, yaitu menjawab panggilan Tuhan menuju kekudusan. Dengan itu, pekerjaan-pekerjaan baik yang kita lakukan berbuah bagi sesama, bukan hanya berbuah untuk diri kita sendiri.

Ya Tuhan, berilah kami kerinduan untuk mencari makanan yang tak dapat binasa, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup