Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 2 Agustus 2026
Sabtu, 1 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 2 Agustus 2026

MINGGU PEKAN BIASA XVIII
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yesaya 55:1-3

Terimalah dan makanlah.

Bacaan dari Kitab Yesaya:

Beginilah firman Tuhan, “Hai kamu semua yang haus, marilah dan minumlah! Dan kamu yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli, dan makanlah; minumlah anggur dan susu tanpa bayar. Mengapa kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti? Dan mengapa upah jerih payahmu kaubelanjakan untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku, maka kamu akan mendapat makanan yang baik, dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

Sendengkanlah telingamu, dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh, yang Kujanjikan kepada Daud.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 145:8-9.15-16.17-18 – Refren:16

Engkau membuka tangan-Mu, ya Tuhan, dan memuaskan kami.

  • Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
  • Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya, Engkau membuka tangan-Mu dan berkenan mengenyangkan segala yang hidup.
  • Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan II – Roma 8:35.37-39

Tidak ada suatu makhluk pun dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang?

Dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh karena Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, baik maut maupun hidup, malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas maupun yang di bawah, atau sesuatu makhluk lain mana pun tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Matius 4:4b
Manusia hidup bukan saja dari roti, melainkan juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Bacaan Injil – Matius 14:13-21

Mereka semuanya makan sampai kenyang.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa, Setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Yesus; dengan perahu Ia bermaksud mengasingkan diri ke tempat yang sunyi.

Tetapi orang banyak mendengarnya, dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Menjelang malam para murid datang kepada Yesus dan berkata, “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Tidak perlu mereka pergi! Kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka, “Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan.” Yesus berkata, “Bawalah ke mari!” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Setelah itu Yesus mengambil kelima roti dan kedua ikan itu. Sambil menengadah ke langit diucapkan-Nya doa berkat, dibagi-bagi-Nya roti itu dan diberikan-Nya kepada murid-murid-Nya. Para murid lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak. Mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan, ada dua belas bakul penuh. Yang turut makan kira-kira lima ribu orang pria; tidak termasuk wanita dan anak-anak.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Yesus baru saja kehilangan Yohanes Pembaptis, kerabat dan sahabat-Nya. Ia mungkin sedang berduka dan ingin menyendiri. Namun, ketika Ia melihat ribuan orang datang mengikuti-Nya, “Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan.” Ia tidak mengabaikan mereka. Ia menyembuhkan orang-orang sakit dan mengajar mereka. Belas kasihan Yesus selalu mendahului segala kebutuhan dan keinginan pribadi-Nya. Ia selalu memprioritaskan mereka yang datang kepada-Nya dengan hati yang tulus. Secara khusus, Ia juga berkenan memberi makan ribuan orang. Yesus semakin menegaskan apa yang lebih tertulis dalam nubuat Yesaya bahwa Allah senantiasa menyediakan segala yang kita butuhkan lebih dari yang kita harapkan; sehingga adalah benar kita mengandalkan-Nya.

Rasul Paulus pun menyatakan tidak ada satu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Baik penderitaan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, atau pedang – tidak ada satu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Dalam segala situasi termasuk saat diri ini merasa tak berdaya, kasih Allah jaminannya. Allah akan melipatgandakan keterbatasan yang ada pada kita dan tidak mungkin membiarkan kita mati kelaparan.

Apa “lima roti dan dua ikan” yang kita miliki saat ini? Apakah itu sedikit waktu, sedikit bakat, sedikit rezeki, atau sedikit kesabaran? Jangan ragu untuk memberikannya kepada Yesus. Jika kita mau membawa apa yang sedikit itu kepada Yesus dengan hati yang berserah dan bersyukur, Ia akan melipatgandakannya. Ia tidak membutuhkan kesempurnaan atau kelimpahan kita, tetapi Ia hanya membutuhkan kesediaan kita untuk memberi apa yang kita miliki, sekecil apa pun itu. Ia akan mengambilnya, mengucap syukur, dan melipatgandakannya untuk kebaikanmu dan banyak orang serta kemuliaan nama-Nya.

Ya Tuhan Yesus, terima kasih atas kasih-Mu yang melimpah. Kuatkanlah iman kami agar selalu percaya bahwa Engkau mencukupkan segala kebutuhan kami, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 1 Agustus 2026
Jumat, 31 Juli 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 1 Agustus 2026

SABTU PEKAN BIASA XVII
Peringatan Wajib Santo Alfonsus Maria de Liguori – Uskup & Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Yeremia 26:11-16.24

Tuhan benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Setelah Yeremia ditangkap karena nubuat yang disampaikannya, para imam dan para nabi itu kepada para pemuka dan seluruh rakyat, “Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kalian dengar dengan telingamu sendiri.”

Tetapi Yeremia berkata kepada para pemuka dan seluruh rakyat, “Tuhanlah yang telah mengutus aku bernubuat tentang kota dan rumah ini; Tuhanlah yang mengutus aku menyampaikan segala perkataan yang telah kalian dengar itu. Oleh karena itu perbaikilah tingkah langkah dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara Tuhan, Allahmu, sehingga Tuhan mencabut kembali malapetaka yang diancamkan-Nya atas kalian. Tetapi aku ini, sesungguhnya aku ada di tanganmu. Perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar menurut anggapanmu. Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kalian membunuh aku, maka kalian mendatangkan darah orang tak bersalah atas dirimu dan atas kota ini beserta penduduknya. Sebab Tuhan benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.”

Lalu berkatalah para pemuka dan seluruh rakyat itu kepada para imam dan para nabi, “Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama Tuhan, Allah kita.”

Maka Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat, untuk dibunuh.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 69:15-16.30-31.33-34 – Refren:14

Pada waktu Engkau berkenan, jawablah aku, ya Tuhan.

  • Lepaskanlah aku dari dalam lumpur, supaya jangan aku tenggelam, biarlah aku lepas dari orang-orang yang membenci aku, dan dari air yang dalam! Janganlah gelombang air menghanyutkan aku, atau tubir menelan aku, atau sumur menutup mulutnya di atasku.
  • Tetapi aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku! Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur.
  • Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.

Bait Pengantar Injil – Matius 5:10
Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Surga.

Bacaan Injil – Matius 14:1-12

Herodes menyuruh memenggal kepala Yohanes Pembaptis, kemudian murid-murid Yohanes memberitahukan hal itu kepada Yesus.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa sampailah berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Maka ia berkata kepada pegawai-pegawainya, “Inilah Yohanes Pembaptis. Ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.”

Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus, saudaranya. Sebab Yohanes pernah menegor Herodes, “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.

Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyenangkan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, puteri itu berkata, “Berikanlah kepadaku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.” Lalu sedihlah hati raja. Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, diperintahkannya juga untuk memberikannya.

Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara, dan membawanya di sebuah talam, lalu diberikan kepada puteri Herodias, dan puteri Herodias membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil jenazah itu dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahu Yesus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Seorang anak kecil melihat sebuah jalan kecil yang mengarah ke tempat yang belum pernah dikunjunginya. Meskipun takut dan ragu, ia melangkah dan mengikuti jalan tersebut karena ia ingin tahu apa yang menantinya di ujung sana. Kadang kita seperti anak kecil itu yang merasa takut menghadapi tantangan, konflik, atau ketidakpastian. Namun, kita juga diajarkan untuk berani mendengarkan suara hati dan mengikuti panggilan Tuhan.

Yohanes Pembaptis dan Yeremia memiliki pengalaman serupa, yakni tantangan dalam memperjuangkan kebenaran dan pesan Allah. Bahkan keduanya mengalami ancaman dari sikap itu. Syukur bahwa baik Yohanes Pembaptis maupun Yeremia berani berdiri teguh untuk terus mendengarkan suara hati dan percaya kepada Allah. Meskipun harus menanggung risiko dan mengorbankan diri, mereka memberikan teladan untuk menghidupi keutamaan Kristiani, terutama keberanian dan integritas dalam mengabarkan kebenaran.

Santo Alfonsus Maria de Liguori secara konkret memberi teladan perihal keberanian dan kasih yang tak kenal lelah. Ia mengajarkan pentingnya rendah hati, pengampunan, dan selalu berani menyebarkan kabar gembira kepada semua orang. Beranikah kita menjadi saksi kebenaran dan kasih? Semoga kita dimampukan untuk memiliki keberanian sebagai saksi iman dan sekaligus kelemah-lembutan sebagai murid Kristus dalam hidup sehari-hari.

Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk berani menyuarakan kebenaran dengan rendah hati. Berikan kekuatan dan keberanian dalam mengikuti jejak Santo Alfonsus Maria de Liguori. Semoga kami menjadi terang dan garam di tengah dunia ini, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 31 Juli 2026
Kamis, 30 Juli 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 31 Juli 2026

KAMIS PEKAN BIASA XVII
Peringatan Wajib Santo Ignasius dari Loyola – Imam
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Yeremia 26:1-9

Seluruh rakyat berkumpul menghadap Tuhan.

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, putera Yosia, raja Yehuda, bersabdalah Tuhan kepada Yeremia, “Beginilah sabda Tuhan, ‘Berdirilah di pelataran rumah Tuhan dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah Tuhan, segala sabda yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah kata pun! Mungkin mereka mau mendengarkan, dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal dan mencabut kembali malapetaka yang Kurancangkan terhadap mereka karena perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.’

Maka katakanlah kepada mereka, ‘Beginilah sabda Tuhan: Jika kalian tidak mau mendengarkan Daku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu, dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu tetapi kalian tidak mau mendengarkan maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi.”

Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah Tuhan. Sesudah Yeremia selesai mengatakan segala yang diperintahkan Tuhan untuk dikatakan kepada seluruh rakyat, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata, “Engkau harus mati! Mengapa engkau bernubuat demi nama Tuhan dengan berkata, ‘Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?” Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah Tuhan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 69:5.8-10.14 – Refren:14c

Demi kasih setia-Mu yang besar, jawablah aku, ya Tuhan.

  • Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak dari pada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; aku dipaksa untuk mengembalikan apa yang tidak kurampas.
  • Sebab karena Engkaulah aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi asing bagi anak-anak ibuku; Sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
  • Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, aku bermohon pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!

Bait Pengantar Injil – 1 Petrus 1:25
Sabda Tuhan tetap selama-lamanya. Itulah sabda yang diwartakan kepadaku.

Bacaan Injil – Matius 13:54-58

Bukankah Dia itu anak tukang kayu? Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus kembali ke tempat asal-Nya. Di sana Ia mengajar orang di rumah ibadat mereka. Orang-orang takjub dan berkata, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu? Bukankah Dia itu anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.

Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Karena ketidakpercayaan mereka itu, maka Yesus tidak mengerjakan banyak mujizat di situ.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Kita telah mendengar bahwa Yesus kembali ke kampung halaman-Nya dan mengajar di sinagoga. Dia membuat banyak orang takjub akan hikmat dan kuasa-Nya. Namun, keheranan itu segera berubah menjadi keraguan dan penolakan. Mereka terpaku pada latar belakang Yesus
yang mereka kenal sebagai anak tukang kayu, dan meragukan otoritas-Nya. Akibatnya, Yesus tidak dapat melakukan banyak mukjizat di sana karena ketidakpercayaan mereka. Kisah ini mengingatkan kita bahwa terkadang, orang-orang terdekat kita justru menjadi penghalang bagi kita untuk melihat dan menerima karya Allah. Prasangka dan keterbatasan pandangan manusia dapat membutakan hati terhadap kebenaran dan kuasa Ilahi. Santo Ignasius dari Loyola, yang dahulunya adalah seorang prajurit dengan ambisi duniawi, mengalami transformasi radikal setelah mengalami luka dan membaca kehidupan Kristus dan orang-orang kudus. Ia belajar untuk melihat melampaui keterbatasan dunia dan mengarahkan seluruh hidupnya untuk kemuliaan Allah.

Teladan Santo Ignasius mengajarkan kepada kita pentingnya memiliki iman yang mendalam dan pandangan yang luas, melampaui prasangka dan keterbatasan pemikiran manusia. Seperti penduduk kampung halaman Yesus yang kehilangan kesempatan untuk menyaksikan lebih banyak mukjizat karena ketidakpercayaan mereka, kita pun bisa kehilangan berkat Tuhan jika hati kita tertutup. Peringatan Santo Ignasisu dari Loyola ini mengajak kita untuk membuka hati dan pikiran kita, memohon rahmat iman yang teguh, sehingga kita dapat mengenali dan menerima karya Allah dalam hidup kita dan dalam diri sesama, tanpa terhalang oleh pandangan duniawi yang sempit.

Ya Tuhan, berikanlah kami iman yang teguh dan hati yang terbuka seperti Santo Ignasius, agar kami mampu melihat karya-Mu melampaui keterbatasan pandangan kami, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup