Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 16 Agustus 2026
Sabtu, 15 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 16 Agustus 2026

MINGGU PEKAN BIASA XX
HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Wahyu 11:19a;12:1.3-6a.10ab

Seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya.

Bacaan dari Kitab Wahyu:

Aku, Yohanes, melihat Bait Suci Allah yang di surga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu. Lalu tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung. Dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan, ia berteriak kesakitan.

Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit: Seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Ekornya menyapu sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.

Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkannya. Dan perempuan itu melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi. Tetapi tiba-tiba Anak itu direngut dan dibawa lari kepada Allah dan ke hadapan takhta-Nya. Lalu perempuan itu lari ke padang gurun, di mana Allah telah menyediakan suatu tempat baginya.

Kemudian aku mendengar suara yang nyaring di surga, “Sekarang telah tiba keselamatan, kuasa dan pemerintahan Allah kita! Sekarang telah tiba kekuasaan Dia yang diurapi Allah! Sebab para pendakwa yang siang malam mendakwa saudara-saudara kita di hadapan Allah, telah dilemparkan ke bawah!”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 45:10c-12.16 – Refren:10d

Di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir.

  • Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi bergairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
  • Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.

Bacaan II – 1 Korintus 15:20-26

Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya

Bacaan dari Surat pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tibalah kesudahannya, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang Ia binasakan ialah maut.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bacaan Injil – Lukas 1:39-56

Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan meninggikan orang-orang yang rendah.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Beberapa waktu sesudah kedatangan malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.

Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”

Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama dengan Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Seorang ibu pernah berkata saat anaknya sukses, “Rasanya semua sakit dan pengorbanan waktu dulu langsung hilang melihat dia bahagia.” Kalimat sederhana ini menggambarkan sesuatu yang lebih dalam: bahwa cinta sejati selalu melahirkan pengharapan, dan pengorbanan tak pernah sia-sia.

Hari ini kita merayakan kepenuhan cinta dan pengharapan itu dalam diri Maria. Ia, yang setia mengikuti kehendak Allah, yang menderita bersama Putranya di bawah salib, kini dimuliakan: diangkat ke surga, tubuh dan jiwanya. Inilah pengharapan kita juga: bahwa dalam Kristus, maut bukan akhir, melainkan pintu menuju kehidupan kekal. Dalam Injil Lukas, Maria menyanyikan Magnificat, pujian dari hati seorang yang percaya bahwa Allah berpihak pada yang rendah hati. Dalam Bacaan Pertama, Maria digambarkan sebagai perempuan berselubungkan matahari – tanda bahwa Allah melindungi dan meninggikan umat-Nya yang setia. Paulus menegaskan, “Kristus telah bangkit sebagai yang sulung dari antara orang mati,” dan Maria adalah buah pertama karya penebusan yang telah tuntas.

Maria, sebagai manusia yang pertama-tama sepenuhnya menanggapi rahmat Allah, menerima janji kebangkitan lebih dahulu, sebagai gambaran Gereja dan harapan bagi kita semua. Seperti Maria, kita pun dipanggil untuk mengandalkan Allah dan setia dalam segala keadaan. Santa Thérèse de Lisieux berkata, “Aku tidak takut akan kematian … karena aku tahu seorang ibu menungguku di surga.” Mari menapaki jalan iman ini dengan sukacita dan harapan yang teguh.

Bunda Maria, tuntunlah kami untuk percaya sepenuhnya pada janji Allah seperti engkau. Dampingilah kami dalam peziarahan menuju kemuliaan abadi, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 15 Agustus 2026
Sabtu, 15 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 15 Agustus 2026

MINGGU PEKAN BIASA XX
HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Wahyu 11:19a;12:1.3-6a.10ab

Seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya.

Bacaan dari Kitab Wahyu:

Aku, Yohanes, melihat Bait Suci Allah yang di surga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu. Lalu tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung. Dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan, ia berteriak kesakitan.

Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit: Seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Ekornya menyapu sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.

Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkannya. Dan perempuan itu melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi. Tetapi tiba-tiba Anak itu direngut dan dibawa lari kepada Allah dan ke hadapan takhta-Nya. Lalu perempuan itu lari ke padang gurun, di mana Allah telah menyediakan suatu tempat baginya.

Kemudian aku mendengar suara yang nyaring di surga, “Sekarang telah tiba keselamatan, kuasa dan pemerintahan Allah kita! Sekarang telah tiba kekuasaan Dia yang diurapi Allah! Sebab para pendakwa yang siang malam mendakwa saudara-saudara kita di hadapan Allah, telah dilemparkan ke bawah!”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 45:10c-12.16 – Refren:10d

Di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir.

  • Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi bergairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
  • Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.

Bacaan II – 1 Korintus 15:20-26

Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya

Bacaan dari Surat pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tibalah kesudahannya, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang Ia binasakan ialah maut.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bacaan Injil – Lukas 1:39-56

Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan meninggikan orang-orang yang rendah.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Beberapa waktu sesudah kedatangan malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.

Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”

Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama dengan Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Seorang ibu pernah berkata saat anaknya sukses, “Rasanya semua sakit dan pengorbanan waktu dulu langsung hilang melihat dia bahagia.” Kalimat sederhana ini menggambarkan sesuatu yang lebih dalam: bahwa cinta sejati selalu melahirkan pengharapan, dan pengorbanan tak pernah sia-sia.

Hari ini kita merayakan kepenuhan cinta dan pengharapan itu dalam diri Maria. Ia, yang setia mengikuti kehendak Allah, yang menderita bersama Putranya di bawah salib, kini dimuliakan: diangkat ke surga, tubuh dan jiwanya. Inilah pengharapan kita juga: bahwa dalam Kristus, maut bukan akhir, melainkan pintu menuju kehidupan kekal. Dalam Injil Lukas, Maria menyanyikan Magnificat, pujian dari hati seorang yang percaya bahwa Allah berpihak pada yang rendah hati. Dalam Bacaan Pertama, Maria digambarkan sebagai perempuan berselubungkan matahari – tanda bahwa Allah melindungi dan meninggikan umat-Nya yang setia. Paulus menegaskan, “Kristus telah bangkit sebagai yang sulung dari antara orang mati,” dan Maria adalah buah pertama karya penebusan yang telah tuntas.

Maria, sebagai manusia yang pertama-tama sepenuhnya menanggapi rahmat Allah, menerima janji kebangkitan lebih dahulu, sebagai gambaran Gereja dan harapan bagi kita semua. Seperti Maria, kita pun dipanggil untuk mengandalkan Allah dan setia dalam segala keadaan. Santa Thérèse de Lisieux berkata, “Aku tidak takut akan kematian … karena aku tahu seorang ibu menungguku di surga.” Mari menapaki jalan iman ini dengan sukacita dan harapan yang teguh.

Bunda Maria, tuntunlah kami untuk percaya sepenuhnya pada janji Allah seperti engkau. Dampingilah kami dalam peziarahan menuju kemuliaan abadi, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 15 Agustus 2026
Jumat, 14 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 15 Agustus 2026

SABTU PEKAN BIASA XIX
Santo Tarsisius – Martir Ekaristi – Pelindung Putra-putri Altar & Penerima Komuni Pertama
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Yehezkiel 18:1-10.13b.30-32

Aku menghukum kalian sesuai dengan tindakanmu sendiri.

Bacaan dari Nubuat Yehezkiel:

Tuhan bersabda kepadaku, “Apakah maksudnya kalian mengucapkan pepatah ini di Israel, ‘Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu?’ Demi Aku yang hidup, demikianlah sabda Tuhan, kalian tidak akan mengucapkan pepatah itu lagi di Israel. Sungguh, semua jiwa itu Aku yang punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Akulah yang punya! Dan orang yang berbuat dosa, dia sendirilah yang harus mati.

Orang benar ialah yang melakukan keadilan dan kebaikan. Ia tidak makan daging persembahan di atas gunung. Ia tidak memuja-muja berhala-berhala kaum Israel. Ia tidak mencemari isteri sesamanya dan tidak menghampiri wanita yang sedang haid. Ia tidak menindas orang lain. Ia mengembalikan gadaian orang dan tidak merampas apa-apa. Ia memberi makan orang lapar dan memberi pakaian kepada orang telanjang. Ia tidak memungut bunga dan memakan riba. Ia menjauhkan diri dari kecurangan dan melakukan hukum yang benar dalam hubungan dengan sesama manusia. Ia hidup menurut ketetapan-Ku, dan tetap mentaati peraturan-Ku; ia berlaku setia. Orang demikianlah orang yang benar, dan ia pasti hidup,” demikianlah sabda Tuhan Allah.

“Tetapi kalau ia melahirkan seorang anak yang menjadi perampok, dan yang suka menumpahkan darah atau melakukan salah satu dari kejahatan tersebut, maka anak itu sendirilah yang harus mati, dan darahnya tertumpah pada dia sendiri.

Oleh karena itu Aku akan menghukum kalian masing-masing menurut tindakanmu, hai kaum Israel,” demikianlah sabda Tuhan Allah. “Maka bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, jangan sampai itu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. Buanglah daripadamu segala durhaka yang kalian lakukan terhadap-Ku dan perbaharuilah hati serta rohmu! Mengapakah kalian mau mati, hai kaum Israel? Aku tidak berkenan akan kematian seseorang yang harus ditanggungnya,” demikianlah sabda Tuhan Allah. “Oleh karena itu bertobatlah, supaya kalian hidup.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 51:12-15.18-19 – Refren: 12a

Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.

  • Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
  • Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
  • Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engakau tidak menyukainya. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Bait Pengantar Injil – Matius 11:25
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

Bacaan Injil – Matius 19:13-15

Janganlah menghalang-halangi anak-anak datang kepada-Ku, sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka. Tetapi murid-murid Yesus memarahi orang-orang itu. Maka Yesus berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku. Sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga.” Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Seorang relawan pendamping anak jalanan pernah berkata, “Anak-anak ini hanya butuh satu hal: diterima. Ketika mereka merasa dicintai, mereka berubah.” Perkataan tersebut sesuai dengan Sabda Yesus hari ini. Saat murid-murid menghalangi anak-anak datang kepada-Nya, Yesus justru membuka tangan-Nya dan berkata, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku … sebab orang-orang seperti inilah yang memiliki Kerajaan Surga.”

Yesus tidak sedang berbicara soal usia, tetapi hati: hati yang polos, terbuka, dan percaya penuh kepada Allah. Anak kecil tidak menghitung untung rugi; mereka memberi dan menerima dengan tulus. Inilah hati yang disukai Tuhan – dan inilah hati yang membuka jalan masuk ke dalam kerajaan-Nya. Yehezkiel bernubuat bahwa setiap orang bertanggung jawab atas hidupnya. “Berbaliklah dan hiduplah!” Seruan ini mengingatkan bahwa keselamatan bukan soal keturunan atau status, melainkan keputusan pribadi untuk bertobat dan percaya. Maka, sikap seorang anak yang sederhana, jujur, dan mau dibentuk menjadi cermin pertobatan yang sejati.

Mendiang Paus Fransikus dalam Amoris Laetitia 166 menyatakan, “Anak-anak perlu merasakan bahwa mereka dikasihi tanpa syarat.” Penerimaan tanpa syarat itu membuka ruang pertumbuhan iman dan pertobatan yang sejati. Mari belajar dari anak-anak: menerima kasih Allah tanpa syarat dan hidup dalam pertobatan yang tulus. Itulah jalan menuju Kerajaan Surga.

Tuhan Yesus, jadikanlah hati kami seperti hati anak kecil yang tulus dan percaya. Ajarilah kami untuk hidup dalam pertobatan setiap hari. Semoga kami pantas menerima kasih dan kerajaan-Mu, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup