Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 9 Agustus 2026
Sabtu, 8 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 9 Agustus 2026

MINGGU PEKAN BIASA XIX
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – 1 Raja-Raja 19:9a.11-13a

Berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan.

Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja:

Sekali peristiwa, ketika Elia sampai di Gunung Horeb, masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka berfirmanlah Tuhan kepadanya, “Hai Elia, keluarlah, dan berdirilah di atas gunung itu di hadapan Tuhan!” Lalu Tuhan lewat. Angin besar dan kuat membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu mendahului Tuhan. Namun Tuhan tidak berada dalam angin itu. Sesudah angin itu datanglah gempa. Namun dalam dalam gempa pun Tuhan tidak ada. Sesudah gempa menyusullah api. Namun Tuhan juga tidak berada dalam api itu. Api disusul bunyi angin sepoi-sepoi basa. Mendengar itu, segeralah Elia menyelubungi wajahnya dengan jubah, lalu ke luar dan berdiri di depan pintu gua itu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14 – Refren:8

Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.

  • Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
  • Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
  • Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bacaan II – Roma 9:1-5

Aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, demi Kristus aku mengatakan kebenaran, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku menurut daging. Sebab mereka itu adalah orang Israel. Mereka telah diangkat menjadi anak Allah, telah menerima kemuliaan dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, ibadat, dan janji-janji. Mereka itu keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias sebagai manusia, yang mengatasi segala sesuatu. Dialah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Mazmur 130:5
Aku menanti-nantikan Tuhan dan mengharapkan firman-Nya.

Bacaan Injil – Matius 14:22-33

Tuhan, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sesudah mengenyangkan banyak orang dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri.

Menjelang malam Ia sendirian di situ. Perahu para murid sudah beberapa mil jauhnya dari pantai, dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

Kira-kira pukul tiga pagi, datanglah Yesus berjalan di atas air kepada mereka. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru, “Itu hantu!” Lalu mereka berteriak-teriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya, “Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!” Lalu Petrus berkata, “Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.” Kata Yesus, “Datanglah!” Lalu Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendekati Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam, lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang Petrus dan berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

Keduanya lalu naik ke perahu dan angin pun reda. Orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sesungguhnya, Engkau Putra Allah.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Seorang anak kecil takut gelap. Suatu malam lampu padam, dan ia menangis. Ayahnya berkata dari seberang ruangan, “Aku di sini, Nak.” Meskipun tidak melihat, anak itu berhenti menangis karena ia mendengar suara ayahnya dan itu cukup membuatnya tenang. Ia tidak melihat, tetapi percaya. Hari ini Yesus datang kepada para murid di tengah angin sakal dan gelombang besar. Mereka ketakutan.

Namun, Yesus berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Mat. 14:27). Petrus sempat percaya dan berjalan di atas air. Namun, ketika ia mulai melihat angin dan badai, ia takut, dan mulai tenggelam. Yesus segera mengulurkan tangan dan berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Kita semua adalah Petrus – kadang percaya, tetapi sering bimbang. Saat hidup terasa tenang, kita yakin Tuhan menyertai. Namun, saat badai datang – masalah, sakit, kegagalan, kehilangan – kita mulai bertanya, “Tuhan, di mana Engkau?” Bacaan pertama dari Kitab 1 Raja-raja memperdalam pemahaman ini. Nabi Elia mencari Allah, dan Allah tidak hadir dalam angin besar, gempa, atau api, tetapi dalam suara lembut dan kecil. Allah tidak selalu hadir dalam cara yang spektakuler. Ia hadir dalam keheningan, dalam suara hati, dalam pelukan orang terdekat, dalam doa yang hening.

Di tengah “badai” hidupku, apakah aku masih mampu mendengar suara lembut Tuhan? Apakah aku percaya bahwa Yesus mengulurkan tangan-Nya, bahkan saat aku bimbang? Tuhan hadir dalam badai hidup, tetapi sering dalam cara yang lembut dan tak terduga. Santo Paulus pun menunjukkan betapa kasih dan iman yang mendalam membuatnya rela berkorban demi bangsanya. Ia mengenal Yesus, dan itu memberinya kekuatan meski hatinya penuh duka. Inilah iman yang teguh – yang tetap percaya meski tidak selalu mudah. Mendiang Paus Fransiskus pernah berpesan, “Jangan takut menghadapi kesulitan hidup. Tuhan selalu bersama kita. Berpeganglah pada-Nya, jangan lepaskan tangan-Nya!”

Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami supaya kami tidak takut dalam mengayuh bahtera kehidupan kami sebagai orang beriman. Tetaplah bersama kami, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 8 Agustus 2026
Jumat, 7 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 8 Agustus 2026

SABTU PEKAN BIASA XVIII
Peringatan Wajib Santo Dominikus – Imam & Pendiri Ordo Pengkhotbah
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Habakuk 1:12-2:4

Orang benar akan hidup berkat imannya.

Bacaan dari Nubuat Habakuk:

Tuhan, bukankah Engkau Allahku sejak sediakala? Bukankah Engkau Yang Mahakudus, yang takkan mati? Tuhan, Engkau telah menetapkan bangsa Kasdim sebagai penghukum. Ya Gunung Batu, Engkau telah menunjuk bangsa itu untuk menyiksa kami. Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan. Engkau tidak tahan memandang kelaliman. Bagaimana mungkin Engkau sekarang memandangi orang-orang yang berbuat khianat, dan berdiam diri bila orang-orang fasik menelan orang yang lebih baik?

Engkau menjadikan manusia seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada tuannya. Mereka semua ditariknya dengan kail, ditangkap dengan pukat dan dikumpulkannya dengan payang. Itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai. Itulah sebabnya ia mempersembahkan kurban untuk pukatnya dan membakar kurban untuk payangnya. Sebab berkat alat-alat itu pendapatan mereka mewah dan rezeki mereka berlimpah-limpah. Itukah sebabnya maka mereka selalu menghunus pedang dan membunuh bangsa-bangsa tanpa kenal belas kasihan?

Aku mau berdiri di tempat pengintaianku, dan berdiri terus pada menara. Aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan disabdakan Tuhan kepadaku, dan apa jawaban-Nya atas pengaduanku.

Maka Tuhan menjawab aku demikian: Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, namun segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bila pemenuhannya terlambat, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 9:8-9.10-11.12-13 – Refren:11

Orang yang mencari Engkau tidak Kautinggalkan, ya Tuhan.

  • Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman. Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
  • Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidaklah Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan.
  • Bermazmurlah bagi Tuhan, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, sebab Dialah yang membalas penumpahan darah, karena ingat kepada orang yang tertindas, teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.

Bait Pengantar Injil – 2 Timotius 1:10b
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.

Bacaan Injil – Matius 17:14-20

Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”

Maka kata Yesus, “Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu lalu keluarlah ia dari padanya, dan anak itu pun sembuh seketika itu juga.

Kemudian ketika mereka sendirian, para murid menghampiri Yesus dan bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Yesus menjawab, “Karena kalian kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah dari sini ke sana,’ maka gunung ini akan pindah, dan tiada yang mustahil bagimu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Pernahkah Anda mencoba menyalakan api unggun dengan korek tetapi kayunya basah? Meskipun koreknya menyala, tidak ada api yang muncul. Namun, kalau kayunya kering dan disusun baik, api akan cepat membesar. Begitulah juga iman – tanpa kesiapan hati dan kepercayaan yang sungguh, iman tak akan “menyalakan” kuasa Allah dalam hidup kita.

Para murid Yesus gagal menyembuhkan seorang anak yang sakit ayan. Mereka bingung, karena sebelumnya mereka telah diutus dan melakukan banyak mukjizat. Yesus menegur mereka, “Karena kamu kurang percaya …. Jika kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat memindahkan gunung.” Yesus tidak bicara soal keajaiban besar yang sensasional, tetapi soal iman yang hidup, yang mengandalkan Tuhan sepenuhnya, bukan diri sendiri.

Santo Dominikus, seorang imam suci yang hidupnya mencerminkan kekuatan iman dan doa. Santo Dominikus tidak mengandalkan kekuatan dirinya, melainkan pada kuasa Allah yang bekerja lewat doa dan pewartaan. Ia memerangi kesesatan bukan dengan kekerasan, melainkan dengan kesabaran, kebenaran, dan kasih. Ia tahu bahwa iman itu seperti biji kecil – jika ditanam dalam hati yang berserah, akan tumbuh menjadi pohon besar yang menghasilkan buah kekudusan. Mari kita menghidupi iman lewat doa dan tindakan nyata. Dengan begitu, iman kita pun akan menjadi iman yang menggerakkan, menyembuhkan, dan mengubah.
**
Tuhan Yesus, tumbuhkanlah iman kami, walaupun kecil seperti biji sesawi, agar kami sungguh percaya pada kuasa-Mu. Ajarlah kami mengandalkan kekuatan doa dan hidup dalam kebenaran. Jadikan kami pewarta kasih-Mu di dunia yang haus akan terang. Amin.**

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 7 Agustus 2026
Kamis, 6 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 7 Agustus 2026

JUMAT PEKAN BIASA XVIII
Santo Sistus II- Paus, dkk – Martir
Santo Kayetanus – Imam

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Nahum 1:15;2:2;3:1-3.6-7

Celakalah kota penumpah darah!

Bacaan dari Nubuat Nahum:

Lihatlah! Di atas gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah pesta-pestamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab orang dursila takkan datang lagi menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!

Sungguh, Tuhan memulihkan kebanggaan Yakub, seperti kebanggaan Israel; sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya.

Celakalah kota penumpah darah itu! Kota itu seluruhnya dusta belaka, penuh dengan barang perampasan, dan tidak henti-hentinya menerkam! Dengar, lecut cambuk dan derak-derik roda! Dengar, kuda lari menderap, dan kereta meloncat-loncat! Pasukan berkuda menyerang, pedang bernyala-nyala dan tombak berkilat-kilat! Banyak yang mati terbunuh dan bangkai bertimbun-timbun! Mayat tidak habis-habisnya, orang-orang jatuh tersandung pada mayat.

Aku akan melemparkan aib ke atasmu, akan menghina engkau dan akan membuat engkau menjadi tontonan. Maka semua orang yang melihat engkau akan lari meninggalkan engkau serta berkata, ‘Niniwe sudah hancur! Siapakah yang meratapi dia? Dari manakah aku akan mencari pelipur lara untuk dia?’

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Ulangan 32:35cd-36ab.39abcd.41 – Refren:39c

Tuhanlah yang mematikan, Tuhan pula yang menghidupkan.

  • Dekatlah sudah hari bencana bagi orang-orang jahat, dan segera datanglah apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan merasa sayang akan hamba-hamba-Nya.
  • Lihatlah sekarang bahwa Akulah Tuhan. Tiada allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan, Aku pulalah yang menghidupkan. Aku telah meremukkan, tetapi Aku pulalah yang menyembuhkan.
  • Apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat, apabila tangan-Ku menjalankan penghukuman, maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku, dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku.

Bait Pengantar Injil – Matius 5:10
Berbahagialah orang yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.

Bacaan Injil – Matius 16:24-28

Setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatannya.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya bagi seorang jika ia memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya. Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sungguh, di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Yesus berkata, “Jika seseorang mau menjadi pengikut-Ku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku” (Mat. 16:24). Apa artinya “menyangkal diri”? Itu berarti kita tidak selalu menuruti keinginan kita sendiri. Terkadang, keinginan kita itu justru menjauhkan kita dari Tuhan. Menyangkal diri berarti memilih apa yang baik dan benar di mata Tuhan, meskipun itu tidak nyaman atau tidak populer.

Apa arti “memikul salib”? Salib bukanlah hanya penderitaan fisik. Salib bisa berarti tanggung jawab kita, kesulitan hidup yang kita hadapi, atau bahkan kelemahan kita sendiri. Memikul salib berarti menerima semua itu dengan tabah, tidak mengeluh, dan tetap percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kita. Nabi Nahum juga menunjukkan bahwa di tengah kesulitan, ada janji kemenangan bagi mereka yang setia.

Kita diajak untuk meninggalkan ego kita, keinginan duniawi, dan memilih jalan yang mungkin berat — namun justru itulah jalan menuju kehidupan sejati. Yesus tidak menjanjikan kenyamanan, tetapi Ia menjanjikan keselamatan. Hidup yang “diselamatkan” menurut pandangan dunia – hidup yang nyaman, penuh kesenangan, tanpa masalah – justru bisa membuat kita kehilangan esensi hidup yang sejati di mata Tuhan. Sebaliknya, ketika kita berani berkorban, berani melangkah di jalan Tuhan, kita sebenarnya sedang menemukan hidup yang sejati, hidup yang abadi.

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk setia memikul salib dan mengikuti-Mu setiap hari. Berikanlah kami kekuatan untuk meninggalkan hal-hal yang menjauhkan kami dari-Mu. Semoga hidup kami menjadi kesaksian kasih dan kesetiaan kepada-Mu, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup