Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 8 Agustus 2026
Jumat, 7 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 8 Agustus 2026

SABTU PEKAN BIASA XVIII
Peringatan Wajib Santo Dominikus – Imam & Pendiri Ordo Pengkhotbah
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Habakuk 1:12-2:4

Orang benar akan hidup berkat imannya.

Bacaan dari Nubuat Habakuk:

Tuhan, bukankah Engkau Allahku sejak sediakala? Bukankah Engkau Yang Mahakudus, yang takkan mati? Tuhan, Engkau telah menetapkan bangsa Kasdim sebagai penghukum. Ya Gunung Batu, Engkau telah menunjuk bangsa itu untuk menyiksa kami. Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan. Engkau tidak tahan memandang kelaliman. Bagaimana mungkin Engkau sekarang memandangi orang-orang yang berbuat khianat, dan berdiam diri bila orang-orang fasik menelan orang yang lebih baik?

Engkau menjadikan manusia seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada tuannya. Mereka semua ditariknya dengan kail, ditangkap dengan pukat dan dikumpulkannya dengan payang. Itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai. Itulah sebabnya ia mempersembahkan kurban untuk pukatnya dan membakar kurban untuk payangnya. Sebab berkat alat-alat itu pendapatan mereka mewah dan rezeki mereka berlimpah-limpah. Itukah sebabnya maka mereka selalu menghunus pedang dan membunuh bangsa-bangsa tanpa kenal belas kasihan?

Aku mau berdiri di tempat pengintaianku, dan berdiri terus pada menara. Aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan disabdakan Tuhan kepadaku, dan apa jawaban-Nya atas pengaduanku.

Maka Tuhan menjawab aku demikian: Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, namun segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bila pemenuhannya terlambat, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 9:8-9.10-11.12-13 – Refren:11

Orang yang mencari Engkau tidak Kautinggalkan, ya Tuhan.

  • Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman. Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
  • Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidaklah Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan.
  • Bermazmurlah bagi Tuhan, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, sebab Dialah yang membalas penumpahan darah, karena ingat kepada orang yang tertindas, teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.

Bait Pengantar Injil – 2 Timotius 1:10b
Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.

Bacaan Injil – Matius 17:14-20

Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”

Maka kata Yesus, “Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu lalu keluarlah ia dari padanya, dan anak itu pun sembuh seketika itu juga.

Kemudian ketika mereka sendirian, para murid menghampiri Yesus dan bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Yesus menjawab, “Karena kalian kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah dari sini ke sana,’ maka gunung ini akan pindah, dan tiada yang mustahil bagimu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Pernahkah Anda mencoba menyalakan api unggun dengan korek tetapi kayunya basah? Meskipun koreknya menyala, tidak ada api yang muncul. Namun, kalau kayunya kering dan disusun baik, api akan cepat membesar. Begitulah juga iman – tanpa kesiapan hati dan kepercayaan yang sungguh, iman tak akan “menyalakan” kuasa Allah dalam hidup kita.

Para murid Yesus gagal menyembuhkan seorang anak yang sakit ayan. Mereka bingung, karena sebelumnya mereka telah diutus dan melakukan banyak mukjizat. Yesus menegur mereka, “Karena kamu kurang percaya …. Jika kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat memindahkan gunung.” Yesus tidak bicara soal keajaiban besar yang sensasional, tetapi soal iman yang hidup, yang mengandalkan Tuhan sepenuhnya, bukan diri sendiri.

Santo Dominikus, seorang imam suci yang hidupnya mencerminkan kekuatan iman dan doa. Santo Dominikus tidak mengandalkan kekuatan dirinya, melainkan pada kuasa Allah yang bekerja lewat doa dan pewartaan. Ia memerangi kesesatan bukan dengan kekerasan, melainkan dengan kesabaran, kebenaran, dan kasih. Ia tahu bahwa iman itu seperti biji kecil – jika ditanam dalam hati yang berserah, akan tumbuh menjadi pohon besar yang menghasilkan buah kekudusan. Mari kita menghidupi iman lewat doa dan tindakan nyata. Dengan begitu, iman kita pun akan menjadi iman yang menggerakkan, menyembuhkan, dan mengubah.
**
Tuhan Yesus, tumbuhkanlah iman kami, walaupun kecil seperti biji sesawi, agar kami sungguh percaya pada kuasa-Mu. Ajarlah kami mengandalkan kekuatan doa dan hidup dalam kebenaran. Jadikan kami pewarta kasih-Mu di dunia yang haus akan terang. Amin.**

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 7 Agustus 2026
Kamis, 6 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 7 Agustus 2026

JUMAT PEKAN BIASA XVIII
Santo Sistus II- Paus, dkk – Martir
Santo Kayetanus – Imam

Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – Nahum 1:15;2:2;3:1-3.6-7

Celakalah kota penumpah darah!

Bacaan dari Nubuat Nahum:

Lihatlah! Di atas gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah pesta-pestamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab orang dursila takkan datang lagi menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!

Sungguh, Tuhan memulihkan kebanggaan Yakub, seperti kebanggaan Israel; sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya.

Celakalah kota penumpah darah itu! Kota itu seluruhnya dusta belaka, penuh dengan barang perampasan, dan tidak henti-hentinya menerkam! Dengar, lecut cambuk dan derak-derik roda! Dengar, kuda lari menderap, dan kereta meloncat-loncat! Pasukan berkuda menyerang, pedang bernyala-nyala dan tombak berkilat-kilat! Banyak yang mati terbunuh dan bangkai bertimbun-timbun! Mayat tidak habis-habisnya, orang-orang jatuh tersandung pada mayat.

Aku akan melemparkan aib ke atasmu, akan menghina engkau dan akan membuat engkau menjadi tontonan. Maka semua orang yang melihat engkau akan lari meninggalkan engkau serta berkata, ‘Niniwe sudah hancur! Siapakah yang meratapi dia? Dari manakah aku akan mencari pelipur lara untuk dia?’

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Ulangan 32:35cd-36ab.39abcd.41 – Refren:39c

Tuhanlah yang mematikan, Tuhan pula yang menghidupkan.

  • Dekatlah sudah hari bencana bagi orang-orang jahat, dan segera datanglah apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan merasa sayang akan hamba-hamba-Nya.
  • Lihatlah sekarang bahwa Akulah Tuhan. Tiada allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan, Aku pulalah yang menghidupkan. Aku telah meremukkan, tetapi Aku pulalah yang menyembuhkan.
  • Apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat, apabila tangan-Ku menjalankan penghukuman, maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku, dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku.

Bait Pengantar Injil – Matius 5:10
Berbahagialah orang yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.

Bacaan Injil – Matius 16:24-28

Setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatannya.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya bagi seorang jika ia memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya. Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sungguh, di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Yesus berkata, “Jika seseorang mau menjadi pengikut-Ku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku” (Mat. 16:24). Apa artinya “menyangkal diri”? Itu berarti kita tidak selalu menuruti keinginan kita sendiri. Terkadang, keinginan kita itu justru menjauhkan kita dari Tuhan. Menyangkal diri berarti memilih apa yang baik dan benar di mata Tuhan, meskipun itu tidak nyaman atau tidak populer.

Apa arti “memikul salib”? Salib bukanlah hanya penderitaan fisik. Salib bisa berarti tanggung jawab kita, kesulitan hidup yang kita hadapi, atau bahkan kelemahan kita sendiri. Memikul salib berarti menerima semua itu dengan tabah, tidak mengeluh, dan tetap percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kita. Nabi Nahum juga menunjukkan bahwa di tengah kesulitan, ada janji kemenangan bagi mereka yang setia.

Kita diajak untuk meninggalkan ego kita, keinginan duniawi, dan memilih jalan yang mungkin berat — namun justru itulah jalan menuju kehidupan sejati. Yesus tidak menjanjikan kenyamanan, tetapi Ia menjanjikan keselamatan. Hidup yang “diselamatkan” menurut pandangan dunia – hidup yang nyaman, penuh kesenangan, tanpa masalah – justru bisa membuat kita kehilangan esensi hidup yang sejati di mata Tuhan. Sebaliknya, ketika kita berani berkorban, berani melangkah di jalan Tuhan, kita sebenarnya sedang menemukan hidup yang sejati, hidup yang abadi.

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk setia memikul salib dan mengikuti-Mu setiap hari. Berikanlah kami kekuatan untuk meninggalkan hal-hal yang menjauhkan kami dari-Mu. Semoga hidup kami menjadi kesaksian kasih dan kesetiaan kepada-Mu, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 6 Agustus 2026
Rabu, 5 Agustus 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 6 Agustus 2026

KAMIS PEKAN BIASA XVIII
Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Daniel 7:9-10.13-14

Pakaian-Nya putih seperti salju.

Bacaan dari Nubuat Daniel:

Aku, Daniel, melihat takhta-takhta dipasang, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya. Pakaian-Nya putih seperti salju, dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba. Takhta-Nya dari nyala api, roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar. Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya. Beribu-ribu melayani Dia, beratus-ratus ribu berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.

Aku terus melihat dalam penglihatan itu, tampak dari langit bersama awan-gemawan, seorang serupa Anak Manusia. Ia menghadap Dia Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dihantar ke hadapan-Nya. Kepada Dia yang serupa Anak Manusia itu diserahkan kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja. Maka segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya kekal adanya, dan kerajaannya tidak akan binasa.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 97:1-2.5-6.9 – Refren:1a.9a

Tuhan adalah Raja, mahatinggi di atas seluruh bumi. Sebab Engkaulah, ya Tuhan, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah.

  • Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Awan dan kekelaman ada sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
  • Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
  • Sebab, ya Tuhan, Engkaulah Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.

Bacaan II – 2 Petrus 1:16-19

Suara itu kami dengar datang dari surga.

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Petrus:

Saudara-saudara, kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitakan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika suara dari Yang Mahamulia datang kepada-Nya dan mengatakan, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Suara itu kami dengar datang dari surga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.

Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baik kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing, dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil – Matius 17:5c
Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.

Bacaan Injil – Matius 17:1-9

Wajah-Nya bercahaya seperti matahari.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari, dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus, “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

Sementara Petrus berkata-kata begitu, tibat-tiba turunlah awan yang terang menaungi mereka, dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Mendengar itu tersungkurlah murid-murid Yesus, dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka. Ia menyentuh mereka sambil berkata, “Berdirilah, jangan takut!” Dan ketika mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri.

Pada waktu mereka turun dari gunung, Yesus berpesan kepada mereka, “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorang pun, sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Kekaguman atas keindahan atau kenyamanan sering membuat orang enggan berpaling atau sulit move on. Di Gunung Tabor, Petrus, Yakobus, dan Yohanes kagum melihat Yesus berubah rupa. Yesus yang selama ini mereka kenal sebagai guru dan teman tiba-tiba wajah-Nya bercahaya, jubah-Nya putih berkilauan, serta bisa berbincang dengan Musa dan Elia. Menyaksikan kemuliaan Yesus secara langsung kian membuat mereka bertiga nggak mau move on. Mereka ingin berlama-lama di atas gunung itu.

Namun, Yesus mengajak mereka turun dari gunung. Turun kembali ke kehidupan nyata di mana ada orang sakit, ada orang berdosa, ada orang miskin, dan ada banyak tantangan. Pengalaman di Gunung Tabor itu kiranya cukup menjadi bekal rohani. Sebuah pengingat bahwa Yesus memang Putra Allah yang mulia. Di balik kerapuhan dunia ini, ada harapan dan kemuliaan sejati yang menanti.

Orang beriman memiliki pengalaman-pengalaman rohani yang indah. Semua itu bagus,tetapi ada yang lebih penting. Kita harus turun gunung untuk kembali ke keluarga kita, pekerjaankita, lingkungan kita, sesama kita, dan masyarakat kita. Biarlah pengalaman kita akan kasih dankemuliaan Tuhan menguatkan kita untuk menghadapi tantangan hidup, untuk tetap beriman di tengah kesulitan, dan untuk terus berbuat baik meskipun tidak selalu mudah.

Ya Bapa Yang Maha Mulia, terima kasih atas anugerah iman yang boleh kami alami dalam hidup kami. Kuatkanlah kami untuk selalu membawa terang kemuliaan-Mu ke dalam dunia yang kami pijak. Biarkanlah hidup kami menjadi saksi kasih-Mu bagi sesama, kini dan selamanya, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup