Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 1 Agustus 2026

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Sabtu, 1 Agustus 2026

31 Juli 2026 | Mirifica (Komsos KWI)

SABTU PEKAN BIASA XVII
Peringatan Wajib Santo Alfonsus Maria de Liguori – Uskup & Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – Yeremia 26:11-16.24

Tuhan benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Setelah Yeremia ditangkap karena nubuat yang disampaikannya, para imam dan para nabi itu kepada para pemuka dan seluruh rakyat, “Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kalian dengar dengan telingamu sendiri.”

Tetapi Yeremia berkata kepada para pemuka dan seluruh rakyat, “Tuhanlah yang telah mengutus aku bernubuat tentang kota dan rumah ini; Tuhanlah yang mengutus aku menyampaikan segala perkataan yang telah kalian dengar itu. Oleh karena itu perbaikilah tingkah langkah dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara Tuhan, Allahmu, sehingga Tuhan mencabut kembali malapetaka yang diancamkan-Nya atas kalian. Tetapi aku ini, sesungguhnya aku ada di tanganmu. Perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar menurut anggapanmu. Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kalian membunuh aku, maka kalian mendatangkan darah orang tak bersalah atas dirimu dan atas kota ini beserta penduduknya. Sebab Tuhan benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.”

Lalu berkatalah para pemuka dan seluruh rakyat itu kepada para imam dan para nabi, “Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama Tuhan, Allah kita.”

Maka Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat, untuk dibunuh.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 69:15-16.30-31.33-34 – Refren:14

Pada waktu Engkau berkenan, jawablah aku, ya Tuhan.

  • Lepaskanlah aku dari dalam lumpur, supaya jangan aku tenggelam, biarlah aku lepas dari orang-orang yang membenci aku, dan dari air yang dalam! Janganlah gelombang air menghanyutkan aku, atau tubir menelan aku, atau sumur menutup mulutnya di atasku.
  • Tetapi aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku! Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur.
  • Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.

Bait Pengantar Injil – Matius 5:10
Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Surga.

Bacaan Injil – Matius 14:1-12

Herodes menyuruh memenggal kepala Yohanes Pembaptis, kemudian murid-murid Yohanes memberitahukan hal itu kepada Yesus.

Inilah Injil Suci menurut Matius:

Sekali peristiwa sampailah berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Maka ia berkata kepada pegawai-pegawainya, “Inilah Yohanes Pembaptis. Ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.”

Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus, saudaranya. Sebab Yohanes pernah menegor Herodes, “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.

Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyenangkan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, puteri itu berkata, “Berikanlah kepadaku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.” Lalu sedihlah hati raja. Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, diperintahkannya juga untuk memberikannya.

Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara, dan membawanya di sebuah talam, lalu diberikan kepada puteri Herodias, dan puteri Herodias membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil jenazah itu dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahu Yesus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Seorang anak kecil melihat sebuah jalan kecil yang mengarah ke tempat yang belum pernah dikunjunginya. Meskipun takut dan ragu, ia melangkah dan mengikuti jalan tersebut karena ia ingin tahu apa yang menantinya di ujung sana. Kadang kita seperti anak kecil itu yang merasa takut menghadapi tantangan, konflik, atau ketidakpastian. Namun, kita juga diajarkan untuk berani mendengarkan suara hati dan mengikuti panggilan Tuhan.

Yohanes Pembaptis dan Yeremia memiliki pengalaman serupa, yakni tantangan dalam memperjuangkan kebenaran dan pesan Allah. Bahkan keduanya mengalami ancaman dari sikap itu. Syukur bahwa baik Yohanes Pembaptis maupun Yeremia berani berdiri teguh untuk terus mendengarkan suara hati dan percaya kepada Allah. Meskipun harus menanggung risiko dan mengorbankan diri, mereka memberikan teladan untuk menghidupi keutamaan Kristiani, terutama keberanian dan integritas dalam mengabarkan kebenaran.

Santo Alfonsus Maria de Liguori secara konkret memberi teladan perihal keberanian dan kasih yang tak kenal lelah. Ia mengajarkan pentingnya rendah hati, pengampunan, dan selalu berani menyebarkan kabar gembira kepada semua orang. Beranikah kita menjadi saksi kebenaran dan kasih? Semoga kita dimampukan untuk memiliki keberanian sebagai saksi iman dan sekaligus kelemah-lembutan sebagai murid Kristus dalam hidup sehari-hari.

Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk berani menyuarakan kebenaran dengan rendah hati. Berikan kekuatan dan keberanian dalam mengikuti jejak Santo Alfonsus Maria de Liguori. Semoga kami menjadi terang dan garam di tengah dunia ini, amin.

This image has an empty alt attribute; its file name is ChatGPT-Image-Jun-4-2026-04_04_43-PM-1.png

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)

Bagikan

Terima Renungan Harian melalui Email

Mulai hari Anda dengan renungan spiritual yang menginspirasi. Kami akan mengirimkan renungan harian langsung ke kotak masuk email Anda setiap pagi.

Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja. Kami menghormati privasi Anda.