JUMAT PEKAN V PASKAH
Bunda Maria Pengantara Segala Rahmat
Santa Magdalena dari Kanossa
Beato Clara Fey
Beato Aloisius Rabata
Beato Yeremias dari Salakhia
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I – Kisah Para Rasul 15:22-31
Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang perlu.
Bacaan dari Kisah Para Rasul:
Pada akhir sidang pemuka jemaat di Yerusalem yang membicarakan soal sunat, rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas. Yang terpilih yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: “Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu, kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu.
Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu, yakni: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”
Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 57:8-9.10-12; Refren:10a
Aku mau bersyukur kepada-Mu, Tuhan, di antara bangsa-bangsa.
- Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah hai gambus dan kecapi, mari kita membangunkan fajar!
- Tuhan, aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa. Sebab kasih setia Mu menjulang setinggi langit, dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan. Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi!
Bait Pengantar Injil – Yohanes 15:15b
Aku menyebut kamu sahabat, sabda Tuhan, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Bacaan Injil – Yohanes 15:12-17
Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi,
seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Hari ini Gereja merayakan pesta Santa Perawan Maria sebagai Bunda dan Pengantara Rahmat. Dalam komunitas Gereja awal, Maria hadir bukan sebagai sosok yang memerintah dari atas, melainkan sebagai ibu yang mendampingi. Ia bukan sosok yang menekan, melainkan yang mengangkat dan meneguhkan. Sebagai Pengantara Rahmat, ia tidak menggantikan Yesus, tetapi menjadi jembatan yang lembut – menghubungkan kita dengan Sang Sumber Rahmat, Yesus Kristus. Perannya tak menonjol secara lahiriah, tetapi sangat nyata, yaitu meneguhkan, menguatkan, dan mempersatukan.
Semangat ini tampak juga dalam cara Gereja Perdana menghadapi perbedaan pendapat di antara mereka. Dalam Bacaan Pertama dikisahkan bahwa ketika menghadapi perbedaan pendapat yang serius tentang apakah orang non-Yahudi perlu mematuhi hukum Musa, para rasul tidak memilih jalan penghakiman, tetapi jalan dialog dan kasih. Mereka mengutus Yudas dan Silas, membawa surat yang tidak hanya menjelaskan, tetapi juga menghibur dan membangun kedamaian.
Dalam Injil, Yesus berkata, “Hendaklah kamu saling mengasihi.” Ia mengundang para murid untuk saling mengasihi sebagaimana Ia mengasihi mereka. Kasih Kristus ini bukanlah kasih yang pasif, melainkan kasih yang aktif dan rela berkorban,”Tidak ada kasih yang lebih besar daripada
ini, yakni seseorang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Luar biasanya, Yesus tidak lagi menyebut kita hamba, tetapi sahabat – sebuah relasi yang akrab, penuh kepercayaan, dan dibangun di atas dasar kasih. Dan, di sinilah Maria menjadi teladan sejati: ia menerima kasih Allah dengan penuh, lalu membagikannya dalam setiap langkah hidupnya – membawa Kristus ke dunia, mendampingi Gereja, dan terus mendoakan kita, anak-anaknya, sampai hari ini.
Bunda Maria, Pengantara Rahmat, tuntunlah kami selalu kepada Yesus agar hidup kami menghasilkan buah kasih, damai dan sukacita, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)