Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 27 Maret 2026

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 27 Maret 2026

26 Maret 2026 | Mirifica (Komsos KWI)

PEKAN V PRAPASKAH
Sta. Emma
St. Cyrilus dari Alexandria
St. Rupertus

Sta. Lucy Filipini
Warna Liturgi: Ungu

Bacaan I – Yeremia 20:10-13

Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.

Bacaan dari Kitab Yeremia:

Aku telah mendengar bisikan banyak orang, “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!” Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh. Kata mereka, “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!”

Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh, dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil; suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan! Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia! Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 18:2-3a.3bc-4.5-6.7; R:7

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku.

  • Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.
  • Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat daripada musuhku.
  • Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku, tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
  • Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 6:64b.69b
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.

Bacaan Injil – Yohanes 10:31-42

Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Inilah Injil Suci menurut Yonahes:

Sekali peristiwa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu. Tetapi kata Yesus kepada mereka, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku Kuperlihatkan kepadamu; manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu? Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah, dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah, meskipun Engkau hanya seorang manusia.”

Kata Yesus kepada mereka, “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu ‘Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?’ Padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan! Maka, Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia ‘Engkau menghujat Allah!’ Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah kamu percaya kepada-Ku. Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes dulu membaptis orang, lalu Ia tinggal di situ.

Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata, “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Penolakan orang Yahudi terhadap Yesus mencapai puncaknya ketika Yesus berbicara tentang domba-domba-Nya dan menyatakan kesatuan-Nya dengan Bapa.

Yesus menggambarkan hubungan-Nya dengan para pengikut-Nya seperti gembala dengan domba. Ia berkata, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku” (Yoh. 10:27). Namun kepada orang-orang Yahudi yang menolak-Nya, Ia berkata, “Kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku” (Yoh. 10:26). Iman bukan hanya soal pengetahuan, melainkan soal relasi dan keterbukaan hati.

Pernyataan Yesus ini adalah deklarasi tentang kesatuan dengan Allah Bapa. Bukan sekadar kesatuan kehendak, melainkan kesatuan hakikat. Reaksi orang Yahudi sangat keras. Mereka mengambil batu untuk melempari Dia karena mereka menganggap Dia menghujat, sebab “Engkau,= hanya seorang manusia, menjadikan diri-Mu Allah” (Yoh. 10:33).

Penolakan ini bukan karena kurangnya bukti. Mereka telah melihat bagaimana Yesus melakukan banyak pekerjaan baik dan mukjizat. Akan tetapi, karena ketegaran hati dan ketakutan akan kehilangan otoritas keagamaan, mereka tidak bisa menerima bahwa Mesias datang dalam wujud yang tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.

Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi domba-domba yang setia dan mengenal Engkau, Sang Gembala sejati, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)

Bagikan

Terima Renungan Harian melalui Email

Mulai hari Anda dengan renungan spiritual yang menginspirasi. Kami akan mengirimkan renungan harian langsung ke kotak masuk email Anda setiap pagi.

Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja. Kami menghormati privasi Anda.