PEKAN I PRAPASKAH
Sta. Antonia
St. Hilarius
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I – Ulangan 26:16-19
Engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu.
Bacaan dari Kitab Ulangan:
Di padang gurun seberang Sungai Yordan Musa berbicara kepada bangsanya, “Pada hari ini Tuhan, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. Pada hari ini engkau telah menerima janji dari Tuhan: Ia akan menjadi Allahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya. Dan pada hari ini pula Tuhan telah menerima janji dari padamu bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya. Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa seperti yang telah dijanjikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 119:1-2.4-5.7-8; R:1
Berbahagialah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.
- Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.
- Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. Kiranya hidupku mantap untuk berpegang pada ketetapan-Mu!
- Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.
Bait Pengantar Injil – 2 Korintus 6:2b
Waktu ini adalah waktu perkenanan. Hari ini adalah hari penyelamatan.
Bacaan Injil – Matius 5:43-48
Haruslah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga sempurna adanya.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat dan bagi orang yang baik pula, hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga sempurna adanya.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
**Renungan
**
Allah mengajak umat-Nya untuk setia pada perintah-Nya. Dalam Bacaan Pertama dari Kitab Ulangan ditegaskan bahwa kesetiaan itu akan menjadikan umat Allah istimewa: bukan karena kuasa atau kekayaan, melainkan karena hidup yang kudus dan benar. Umat Allah dipanggil bukan hanya untuk taat, melainkan juga untuk mencerminkan kebaikan Allah dalam hidup sehari-hari.
Yesus melanjutkan ajaran ini dengan sangat radikal, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Ini bukan ajakan untuk menjadi lemah, melainkan panggilan untuk menunjukkan bahwa kasih Allah tidak terbatas. Kasih bukan hanya untuk orang yang menyenangkan hati kita, melainkan juga untuk mereka yang sulit kita terima. Inilah bentuk kesempurnaan menurut Yesus, yaitu kasih yang melampaui batas.
Di tengah dunia yang mudah tersulut oleh kebencian, fanatisme, dan balas dendam, kita dipanggil untuk menjadi terang kasih. Bukan hanya berkata manis, melainkan sungguh-sungguh mengampuni, mendoakan mereka yang berbeda pandangan dengan kita, dan tetap bersikap adil. Kesalehan sejati adalah ketika kita bisa tetap mengasihi, bahkan saat dunia memilih membenci.
Ya Tuhan, ajarilah kami untuk mengasihi seperti Engkau, bahkan ketika itu terasa sulit, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor.
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)