HARI KAMIS SESUDAH RABU ABU
St. Marselus
St. Konradus dari Piacenza
Warna Luturgi: Ungu
Bacaan I – Ulangan 30:15-20
Pada hari ini aku menghadapkan kepadamu: berkat dan kutuk.
Bacaan dari Kitab Ulangan:
Di padang gurun di seberang Sungai Yordan Musa berkata kepada bangsanya, “Ingatlah, pada hari ini aku menghadapkan kepadamu kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan. Karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan serta peraturan-Nya. Dengan demikian engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh Tuhan, Allahmu, di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya.
Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, apalagi jika engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka pada hari ini aku memberitahukan kepadamu bahwa pastilah kamu akan binasa, dan tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan, untuk mendudukinya.
Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau tidak mati, baik engkau maupun keturunanmu, yaitu dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya. Sebab hal itu berarti hidup bagimu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 1:1-2.3.4.6 -R:40:5a
Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaan pada Tuhan.
- Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
- Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
- Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Bait Pengantar Injil – Matius 4:17
Bertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.
Bacaan Injil – Lukas 9:22-25
Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan, dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga.
Kata-Nya kepada mereka semua, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,
ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Bacaan dari Kitab Ulangan hari ini mengajak kita membuat pilihan penting: memilih hidup atau maut, berkat atau kutuk. Tuhan tidak memaksa, tetapi Ia menaruh dua jalan di hadapan kita dan mengundang kita memilih yang benar: mengasihi Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya (Ul. 30:15–20). Dalam kehidupan kita sehari-hari, pilihan itu hadir terus-menerus antara kejujuran atau kecurangan, antara kepedulian atau sikap masa bodoh, antara kasih atau kebencian.
Yesus dalam Injil hari ini mengatakan bahwa siapa saja yang mau mengikuti Dia harus menyangkal diri, memikul salib, dan setia kepada-Nya (Luk. 9:23). Jalan salib ini bukanlah jalan yang populer. Dunia sering mengajarkan kepada kita untuk mencari kenyamanan dan kesuksesan pribadi, tetapi Yesus mengajak kita untuk menyerahkan diri demi kebaikan yang lebih besar. Mengikut Yesus berarti siap memberi waktu, tenaga, dan hati bagi sesama, juga berani melawan arus ketidakadilan.
Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan bahwa pilihan untuk setia kepada Tuhan bukan hanya soal doa dan ibadah, melainkan juga soal keberanian bersikap benar di tengah godaan dunia. Di tempat kerja, dalam keluarga, atau di masyarakat, kita dipanggil untuk memilih jalan yang membawa kehidupan dan harapan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain.
Tuhan, mampukan kami memilih jalan-Mu setiap hari, meskipun tidak mudah, agar hidup kami menjadi berkat bagi sesama, amin.
HUT Tahbisan Uskup Mgr. Silvester San (Uskup Sufragan Keuskupan Denpasar)

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor.
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)