PEKAN BIASA VI
St. Onesimus
St. Porforius
B. Simon dari Cascia – Imam
Warna Luturgi: Hijau
Bacaan I – Yakobus 1:1-11
Ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan, agar kamu menjadi sempurna dan utuh.
Bacaan dari Surat Rasul Yakobus:
Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan.
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit; maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah berharap, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
Bila seorang saudara berada dalam keadaan yang rendah baiklah ia bermegah karena kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput; Matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya: Di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 119:67.68.71.72.75.76; R:77a
Seomga rahmat-Mu sampai kepadaku, ya Tuhan, supaya aku hidup.
- Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.
- Engkau baik dan murah hati, ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
- Memaang bai, bahwa aku tertindas, supaya aku belajar memahami ketetapan-ketetapan-Mu.
- Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.
- Aku tahu, ya Tuhan, bahwa hukum-hukum-Mu adil, dan memang tepat bahwa Engkau telah menyiksa aku.
- Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.
Bait Pengantar Injil – Yohanes 14:6
Aku ini jalan, kebenaran dan kehidupan. Sabda Tuhan. Tiada orang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku.
Bacaan Injil – Markus 8:11-13
Mengapa angkatan ini meminta tanda?
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa datanglah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari surga. Maka mengeluhlah Yesus dalam hati dan berkata, “Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, Sungguh, kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.” Lalu Yesus meninggalkan mereka. Ia naik ke perahu dan bertolak ke seberang.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Surat Yakobus dalam bacaan pertama mengajak kita melihat pencobaan sebagai kesempatan untuk membentuk iman yang teguh. Ketekunan dalam menghadapi cobaan akan menghasilkan kedewasaan rohani. Namun, agar kita bisa bertahan, kita butuh hikmat, dan hikmat itu hanya bisa diperoleh bila kita rendah hati dan memintanya kepada Tuhan (bdk. Yak. 1:1–11). Dalam hidup sehari-hari, ujian datang dalam berbagai bentuk – kekecewaan, kesulitan ekonomi, godaan untuk menyerah – namun semuanya bisa menjadi jalan menuju pertumbuhan jika dijalani bersama Tuhan.
Yesus dalam bacaan Injil menolak memberi tanda kepada orang-orang Farisi karena hati mereka sebenarnya tidak mau percaya. Mereka hanya ingin bukti, bukan iman. Yesus tidak ingin kita hanya mencari mukjizat atau hal-hal sensasional, tetapi memiliki iman yang bersandar pada hubungan pribadi dengan-Nya, dalam suka maupun duka (bdk. Mrk. 8:11–13). Iman sejati tidak tergantung pada tanda, tetapi tumbuh dalam kesetiaan.
Dalam dunia yang gemar akan keajaiban instan, kita diajak untuk membangun iman yang tahan uji. Ketika hidup tidak sesuai harapan, jangan buru-buru menuntut tanda dari Tuhan, tetapi mari memperdalam kepercayaan kita. Justru dalam proses itulah, Tuhan sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih sabar, bijaksana, dan kuat dalam kasih.
Ya Tuhan, kuatkanlah kami agar tetap setia dan percaya, meskipun hidup tidak selalu mudah, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor.
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)