PEKAN BIASA III
Pw. St. Timotius & Titus – Uskup
St. Robertus
St. Alberikus
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I – 2 Timotius 1:1-8
Aku teringat akan imammu yang tulus ikhlas.
Bacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada Timotius:
Dari Paulus, rasul Yesus Kristus yang oleh kehendak Allah diutus memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, kepada Timotius, anakku yang kekasih:
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.
Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangmu. Aku selalu mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. Dan bila terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike, dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.
Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, Tetapi berkat kekuatan Allah, ikutlah menderita bagi Injil-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 96:1-2a.2b-3.7-8a.10; R:3
Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai raja.
- Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya,
- Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa. Kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
- Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!
- Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”
Bait Pengantar Injil – Lukas 4:18-19
Tuhan mengutus aku menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin dan memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan.
Bacaan Injil – Lukas 10:1-9
Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Pada suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit! Sebab itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja ke tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kalian seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini.’ Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, maka salammu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kalian masuk ke dalam sebuah kota dan diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ. Dan katakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu.’
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Bagi penginjil Lukas, pewartaan Injil merupakan tugas utama setiap murid yang dipilih Yesus. Melalui pewartaan, orang dihadapkan pada Yesus dan harus mengambil sikap yang jelas dalam misi kemuridannya. Perutusan para murid adalah mewartakan keselamatan yang telah datang dan hadir di tengah dunia. Keselamatan itu menyata dalam kehadiran Yesus yang memberikan damai sejahtera berkelimpahan, pembebasan bagi para tawanan, terang bagi kegelapan dan penyembuhan bagi yang menderita sakit. Kepada para murid-Nya, Yesus menyerukan, “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”
Ada risiko kemuridan yang dipikul oleh setiap orang yang diutus. Risiko-risiko itu ditemukan dalam dinamika pelayanan. Akan tetapi, Yesus memberi jaminan bahwa risiko kemuridan itu tidak akan menjadi beban penghalang pelayanan jika para murid-Nya total mengandalkan Allah. Maka, Yesus meminta para murid untuk tidak perlu membawa barang-barang lahiriah yang justru akan menjadi pengalih fokus dalam pelayanan. Para murid dan juga kita semua hendaknya bergantung sepenuhnya pada penyelenggaraan Ilahi. Kita yakin bahwa iman akan Allah tidak akan pernah sia-sia, tetapi justru mengantar kita pada sukacita sejati sebagai murid-murid-Nya.
Ya Tuhan, temanilah kami selalu dalam tugas perutusan yang kami terima dari-Mu, amin.
HUT Tahbisan Imam Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo (Uskup Keuskupan Agung Jakarta)

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor.
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)