PEKAN BIASA II
Hari Ke-3 Pekan Doa Sedunia
St. Fabianus – Paus & Martir
St. Sebastianus – Martir
B. Angelo Paoli
B. Cyprianus M. Tansi
St. Yohanes Pembaptis dari Tiqueie
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I – 1 Samuel 16:1-13
Samuel mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya, dan berkuasalah Roh Tuhan atas Daud.
Bacaan dari Kitab Pertama Samuel:
Setelah raja Saul ditolak, Tuhan bersabda kepada Samuel, “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.”
Tetapi Samuel berkata, “Bagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku. Maka Tuhan bersabda, “Bawalah seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu.”
Samuel berbuat seperti yang disabdakan Tuhan, dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata: “Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?” Jawab Samuel: “Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan.
Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengurbanan ini.” Kemudian Samuel menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu.
Lalu mereka itu masuk. Ketika melihat Eliab, Samuel berpikir: “Sungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapi-Nya.” Tetapi bersabdalah Tuhan kepada Samuel, “Janganlah terpancang pada paras atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.”
Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel. Tetapi Samuel berkata kepada Isai, “Dia ini tidak dipilih Allah!.” Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata, “Orang ini pun tidak dipilih Tuhan!” Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai, “Semuanya ini tidak dipilih Tuhan.”
Lalu Samuel berkata kepada Isai, “Inikah semua anakmu?” Jawab Isai, “Masih tinggal yang bungsu, tetapi ia sedang menggembalakan domba.” Kata Samuel kepada Isai, “Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari.” Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Kulitnya kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu Tuhan Bersabda, “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 89:20.21-22.27-28; R:21a
Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku.
- Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi. Engkau berkata, “Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.
- Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.
- Dia pun akan berseru kepada-Ku, ‘Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.’ Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.
Bait Pengantar Injil – Efesus 1:17-18
Bapa Tuhan kita Yesus Kristus akan menerangi mata budi kIta, agar kita mengenal harapan panggilan kita.
Bacaan Injil – Markus 2:23-28
Hari Sabat diadakan untuk manusia, dan bukan manusia untuk hari Sabat.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada Yesus, “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Jawab Yesus kepada mereka, “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengiringnya kekurangan dan kelaparan? Tidakkah ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Agung lalu makan roti sajian yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya?”
Lalu kata Yesus kepada mereka, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah Tuhan, juga atas hari Sabat.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Injil hari ini berkisah tentang para murid Yesus yang memetik bulir gandum pada hari Sabat, sesuatu yang sebetulnya dilarang hukum Taurat. Namun, Yesus justru menegaskan nilai penting manusia di atas segala aturan. Aturan patut ditaati dan ditepati jika berorientasi pada kebaikan manusia. Yesus menegur orang-orang Farisi karena lebih berfokus pada aturan beserta larangan larangannya dan malah mengabaikan maksud Tuhan. Seharusnya, hari Sabat membawa sukacita keselamatan bagi orang banyak yang menjalankannya, bukan malah membelenggu niat baik manusia. Yesus mengatakan bahwa Anak Manusia adalah Tuan atas hari Sabat.
Pemahaman kita akan aturan sering kali berpengaruh pada cara kita dalam menerapkan nilai nilai di tengah masyarakat. Yesus mengarahkan cara berpikir kita untuk menjunjung tinggi nilai kasih di atas hukum yang tampaknya membuat manusia terkungkung dalam ketatnya aturan baku. Kepada kita Yesus menegaskan bahwa cinta kasih itu melampaui hukum, dan karena itu, dalam praktik-praktik hidup sehari-hari, jangan sampai niat baik orang terhalangi oleh aturan yang serba ketat, tetapi nirmakna.
Ya Tuhan, dengan rahmat-Mu buatlah kami setia pada nilai-nilai kasih-Mu,amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor.
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)