PEKAN BIASA II
Hari Ke-2 Pekan Doa Sedunia
St. Yoh. Ogilvie
St. Stefanus Pongracz & St. Melkhior Grodziecki
St. Markus Krizevci
B. Ign. de Azevedo
St. Yak. Sales
B. Wiliam Saultemouche
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I – 1 Samuel 15:16-23
Mengamalkan Sabda Tuhan lebih baik daripada kurban sembelihan. Maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja.
Bacaan dari Kitab Pertama Samuel:
Setelah Raja Saul melanggar perintah Tuhan, Samuel berkata kepadanya, “Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang disabdakan Tuhan kepadaku tadi malam.” Kata Saul kepadanya, “Katakanlah.”
Sesudah itu berkatalah Samuel, “Engkau ini kecil pada pemandanganmu sendiri! Meskipun demikian Bukankah Tuhan telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel? Bukankah Tuhan telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka? Mengapa engkau menjarah rayah dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan?”
Lalu kata Saul kepada Samuel, “Aku memang mendengarkan suara Tuhan! Aku telah mengikuti apa yang disuruhkan Tuhan kepadaku. Aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek sendiri telah kutumpas. Tetapi rakyatlah yang mengambil jarahan itu: kambing domba dan lembu lembu terbaik dari yang seharusnya ditumpas itu; maksudnya mau dipersembahkan kepada Tuhan, Allahmu, di Gilgal.”
Tetapi sahut Samuel, “Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan kurban sembelihan, sama seperti Ia berkenan kepada pengamalan sabda-Nya? Sesungguhnya, mengamalkan sabda lebih baik daripada korban sembelihan, menuruti firman lebih baik dari pada lemak domba jantan. Camkanlah pendurhakaan itu sama seperti dosa bertenung dan kedegilan itu sama seperti menyembah berhala Karena engkau telah menolak firman Tuhan, maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja.”
Demikanlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 50:8-9.16bc-17.21.23; R:23b
Orang yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.
- Bukan karena kurban sembelihan engkau dihukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.
- “Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
- Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kaukira Aku ini sederajad dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Daku; siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.”
Bait Pengantar Injil – Ibrani 4:12
Sabda Allah itu hidup dan kuat Sabda itu menguji segala pikiran dan maksud hati.
Bacaan Injil – Markus 2:18-22
Pengantin itu sedang bersama mereka.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Waktu itu murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa. Pada suatu hari datanglah orang kepada Yesus dan berkata, “Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, mengapa murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka “Dapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa selagi pengantin itu bersama mereka? Selama pengantin itu ada bersama mereka,
mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya; yang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya. Demikian juga tak seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang sudah tua, karena jika demikian anggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu, sehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang. Jadi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Tiga kewajiban agama Yahudi selain berdoa dan sedekah adalah berpuasa. Mereka beranggapan bahwa berpuasa merupakan tindakan kesalehan untuk menyenangkan Tuhan dan menaklukkan kedagingan. Laku kesalehan ini juga menjadi sorotan Yesus dalam pengajaran-Nya. Ia mengoreksi motivasi dasariah kaum Farisi yang menjadikan laku kesalehan hanya untuk dipamerkan. Bagi Yesus, ketaatan pada hukum memang penting tetapi mesti juga didasari oleh niat yang tulus dan murni sehingga tidak menjadi sekadar formalisme dan ajang untuk memamerkan kesalehan.
Hal berpuasa ini juga menjadi kebajikan Kristiani kita. Praktik puasa membantu kita untuk memaknai setiap peristiwa hidup dan mencari apa yang dikehendaki Allah, bukan kehendak daging kita. Dengan berpuasa, kita dapat menundukkan keinginan kita dan mendahulukan kehendak Allah atas apa yang kita rencanakan. Yesus mengajak kita agar setiap ibadah, termasuk puasa, harus dijalani dengan penuh sukacita dan tulus.
Ya Tuhan, penuhilah kami dengan Roh-Mu agar kami semakin taat pada ajaran-Mu dan tulus dalam mengikuti kehendak-Mu serta mampu mengalahkan ego kami sendiri, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor.
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)