PEKAN BIASA I
St. Arnoldus Janssen
St. Fransiskus F. de Capillas
B. Aloysius Variara
St. Plasidus & Maurus
B. Yakobus dari Citta della Pieve
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I – 1 Samuel 4:1-11
Orang-orang Israel terpukul kalah, dan tabut Allah dirampas.
Bacaan dari Kitab Pertama Samuel:
Sekali peristiwa, orang Israel maju berperang melawan orang Filistin. Orang Israel berkemah dekat Eben Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek. Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu.
Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel, “Mengapa Tuhan membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil tabut perjanjian Tuhan dari Silo, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.”
Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, Mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian Tuhan semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub. Kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu. Segera sesudah tabut perjanjian Tuhan sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar. Mendengar bunyi sorak itu orang Filistin berkata, “Apakah arti sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?” Ketika mereka tahu bahwa tabut Tuhan telah sampai ke perkemahan itu, ketakutanlah orang Filistin. Kata mereka: “Allah mereka telah datang ke perkemahan itu. Celakalah kita, sebab hal seperti itu belum pernah terjadi. Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Allah ini jugalah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai tulah di padang gurun. Akan tetapi, hari orang Filistin, Kuatkanlah hatimu, dan berlakulah seperti laki-laki, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!”
Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri, masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan infantri. Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 44:10-11.14-15.24-25; R:27b
Bebaskanlah kami, ya Tuhan,demi kasih setia-Mu!
- Ya Allah, Engkau kini membuang kami dan membiarkan kami kena umpat. Engkau tidak maju bersama dengan bala tentara kami. Engkau membuat kami mundur dipukul lawan, dan dirampok oleh orang-orang yang membenci kami.
- Engkau membuat kami menjadi celaan tetangga, menjadi olok-olok dan cemoohan bagi orang-orang sekitar. Engkau membuat kami menjadi sindiran di antara bangsa-bangsa, suku-suku bangsa merasa geli melihat kami.
- Bangunlah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan? Bangkitlah! Janganlah membuang kami terus-menerus! Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu? Mengapa tak Kauhiraukan penindasan dan impitan yang menimpa kami?
Bait Pengantar Injil – Matius 4:23
Yesus mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit.
Bacaan Injil – Markus 1:40-45
Orang Kusta lenyap penyakitnya dan menjadi tahir.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Sekali peristiwa, seorang sakit kusta datang kepada Yesus. Sambil berlutut di hadapan Yesus, ia memohon bantuan-Nya, katanya, “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata kepadanya, “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras, kata-Nya, “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Yesus tinggal di luar kota di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Hari ini Injil berkisah tentang Yesus yang menyembuhkan seorang penderita sakit kulit yang menajiskan. Tindakan Yesus ini berangkat dari hati-Nya yang berbelas kasih dan tulus. Orang yang hatinya berbelas kasih dapat dengan mudah merasakan penderitaan orang lain (empati) dan tergerak untuk membantu. Begitu pula hati yang tulus dicirikan dengan melakukan perbuatan baik tanpa maksud lain, tanpa mencari-cari keuntungan dan mengharapkan balasan. Itulah yang dilakukan Yesus terhadap orang berpenyakit kulit yang menajiskan itu. Setelah menyembuhkannya, Yesus meminta agar tidak mengatakan kepada orang lain peristiwa yang baru saja dialaminya. Hati Yesus yang penuh belas kasih dan tulus itu mampu memuluskan niat-Nya untuk membantu, tanpa banyak intensi selain ingin menyatakan kasih Allah kepada umat-Nya.
Mempunyai hati yang tulus dan berbelas kasih hendaknya juga menjadi impian kita. Belajar dari Yesus yang selalu menuruti kehendak Bapa-Nya dalam hal mengasihi, kita pun diajak untuk sungguh-sungguh menghayati keberadaan kita sebagai orang beriman dengan terus mendengar bisikan Roh Allah, peka terhadap suara-Nya dalam doa dan keheningan sehingga hati kita pun diubah-Nya menjadi hati yang tulus dan berbelas kasih.
Ya Tuhan, jadikanlah hati kami seperti hati-Mu yang tulus dan penuh belas kasih. Semoga kami tidak mengabaikan begitu saja saudara-saudari kami yang mengalami penderitaan dan yang tersingkir, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)