"Mereka mendapati Maria, Yusuf dan Si Bayi. Pada hari ke delapan Ia diberi nama Yesus. Inilah Injil Suci menurut Lukas: Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem, dan mendapati Maria dan Yusuf serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat; semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Ketika genap delapan hari umurnya, Anak itu disunatkan, dan Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. Demikianlah Sabda Tuhan. "
Hari Kamis Oktaf Natal
Hari Raya SP Maria Bunda Allah
Hari Perdamaian Sedunia
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I – Bilangan 6:22-27
Mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel; maka Aku akan memberkati mereka.
Bacaan dari Kitab Bilangan:
Sekali peristiwa Tuhan berfirman kepada Musa, “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel; maka Aku akan memberkati mereka.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan – Mazmur 67:2-3.5.6.8; R:2a
Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita.
- Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
- Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
- Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!
Bacaan II – Galatia 4:4-7
Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan.
Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia:
Saudara-saudara, setelah genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “Abba, ya Bapa!” Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; dan kalau kamu anak, maka kamu juga menjadi ahliwaris-ahliwaris, oleh karena Allah.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Bait Pengantar Injil – Ibrani 1:1-2
Dahulu kala dengan pelbagai cara Allah berbicara kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi, Pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.
Bacaan Injil – Lukas 2:16-21
Mereka mendapati Maria, Yusuf dan Si Bayi. Pada hari ke delapan Ia diberi nama Yesus.
Inilah Injil Suci menurut Lukas:
Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem, dan mendapati Maria dan Yusuf serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat; semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Ketika genap delapan hari umurnya, Anak itu disunatkan, dan Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Selamat memasuki tahun 2026. Kita mengawali tahun baru ini dengan merayakan Santa Perawan Maria sebagai bunda Allah. Oleh Paus Pius XI, penetapan perayaan ini merupakan penegasan terhadap martabat Maria sebagai bunda Tuhan Yesus. Merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah juga berarti bahwa kita mengakui Yesus sebagai “sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia”. Maria dipilih Allah sebagai bunda Penebus.
Keterpilihan Maria sebagai bunda Sang Penebus merupakan sukacita luar biasa. Injil hari ini juga memperlihatkan sukacita Maria tatkala menyaksikan antusiasme para gembala yang datang menjumpai dia, Yusuf, dan Yesus. Dalam suasana perjumpaan itu, Maria menyimpan perkara dalam hatinya karena ia tahu bahwa lewat Putra yang dikandungnya, keselamatan menjadi nyata bagi segala bangsa. Kesediaan Maria menjalankan kehendak Allah merupakan bentuk ketaatannya dan sekaligus bukti bahwa ia menerima dirinya sebagai bunda Sang Penebus.
Sukacita kelahiran Penebus kini merupakan milik semua orang karena yang hadir di tengah mereka adalah Yesus Kristus, Putra Allah yang menyelamatkan. Sukacita karena kehadiran Yesus hendaknya menumbuhkan antusiasme kita dalam berbagi sukacita melalui cara-cara terbaik, sebagaimana teladan Maria dan para gembala. Menerima Yesus dalam diri selalu berarti bahwa kita bertanggung jawab untuk selalu berinisiatif menyebarkan nilai-nilai luhur iman kita, bahkan ketika kita harus menanggung konsekuensinya.
Tuhan, semoga kami selalu antusias dalam membagikan sukacita kehadiran Putra-Mu kepada sesama kami, amin.
HUT Kelahiran Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You (Uskup Keuskupan Jayapura).

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)