Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 30 Desember 2025

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 30 Desember 2025

29 Desember 2025 | Mirifica (Komsos KWI)

""

Hari Keenam Oktaf Natal
St. Sabinus
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I: 1 Yohanes 2:12-17

Orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:

Aku menulis kepadamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama Yesus. Aku menulis kepadamu, hai para bapak, sebab bapak-bapak telah mengenal Dia yang ada dari mulanya. Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu telah mengalahkan yang jahat. Aku menulis kepadamu, hai anak-anak, sebab kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepadamu, hai para bapak, sebab bapak-bapak telah mengenal Dia yang ada dari mulanya. Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu, dan kamu telah mengalahkan yang jahat.

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang melenyap bersama keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan: Mazmur 96:7-8a.8b-9.10; R:11a

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak.

  • Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya.
  • Bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya, Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!
  • Katakanlah di antara bangsa-bangsa, “Tuhan itu Raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

Bacaan Injil: Lukas 2:36-40

Hana berbicara tentang kanak-kanak Yesus.

Inilah Injil Suci menurut Lukas:

Ketika kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, ada di Yerusalem seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada hari kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah, serta berbicara tentang kanak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf beserta Kanak Yesus ke kota kediaman mereka, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Gereja mengundang kita untuk merenungkan figur Hana, seorang nabi perempuan yang hidupnya penuh dedikasi dan pengharapan. Hana digambarkan sebagai seorang janda yang sudah sangat berusia lanjut dan telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di Bait Allah, untuk berpuasa dan berdoa siang dan malam. Kehadirannya di Bait Allah pada waktu yang sama dengan keluarga kecil Yesus bukanlah sebuah kebetulan, melainkan rancangan ilahi.

Kisah Hana menggambarkan kekuatan dari harapan dan kesabaran. Hana telah menunggu momen pertemuan dengan Mesias ini selama bertahun-tahun. Hari demi hari, ia tetap setia dan sabar, menanti kedatangan Penyelamat. Ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya menanti dengan sabar, memelihara harapan kita dalam Allah, meskipun penggenapan janji-Nya mungkin tidak terjadi dalam waktu kita. Ketika Hana akhirnya bertemu dengan Yesus, dia segera mengungkapkan syukur kepada Allah dan berbicara tentang bayi itu kepada semua orang yang menantikan pembebasan Yerusalem.

Marilah kita meneladan Hana, yaitu memelihara kesetiaan, kesabaran, dan harapan kita dalam Allah, serta berani berbicara tentang kasih dan penyelamatan yang kita temukan dalam Yesus Kristus. Dalam menanti dan berdoa, kita juga diingatkan untuk selalu menyadari momen-momen kudus di mana kita bertemu dengan Tuhan dalam situasi hidup kita sehari-hari. 

Tuhan, semoga kami setia mendekati-Mu melalui doa, dengan iman dan pengharapan yang penuh akan belas kasih-Mu, amin.

21 Agustus 2025, Bacaan, bacaan kitab suci hari ini, Injil hari ini, katekese, katolik, Komsos KWI, Konferensi Waligereja Indonesia, KWI, penyejuk iman, refleksi harian, Renungan hari minggu, renungan harian, renungan harian katolik, sabda tuhan, ziarah batin, Renungan Agustus

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)

Bagikan

Terima Renungan Harian melalui Email

Mulai hari Anda dengan renungan spiritual yang menginspirasi. Kami akan mengirimkan renungan harian langsung ke kotak masuk email Anda setiap pagi.

Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja. Kami menghormati privasi Anda.