""
Hari Ketiga Oktaf Natal
Pesta St. Yohanes Rasul – Pengarang Injil
Warna Liturgi: Putih
**Bacaan I: 1 Yohanes 1:1-4
**
Apa yang telah kami lihat dan kami dengar, itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes:
Saudara-saudara terkasih, apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar dan kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan, dan kami raba dengan tangan kami; yakni Firman hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya! Dan sekarang kami bersaksi serta memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa, dan yang telah dinyatakan kepada kami.
Apa yang telah kami lihat dan kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, yakni Yesus Kristus. Semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 97:1-2.5-6.11-12; R:12a
Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar.
- Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita. Awan dan kekelaman ada sekelilingnya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
- Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
- Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.
Bacaan Injil: Yohanes 20:2-8
Murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
Pada hari Minggu Paskah, setelah mendapati makam Yesus kosong, Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”
Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah Simon menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu; dan ia melihatnya dan percaya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Renungan
Hari ini kita merayakan peringatan Santo Yohanes, Rasul dan Penginjil yang setia. Dalam Injil yang ditulisnya, kita menyaksikan bagaimana Yohanes, murid yang Yesus kasihi, menjadi saksi kebangkitan Kristus.
Dalam Injil hari ini, kita mengikuti Yohanes dan Petrus saat mereka berlari menuju kubur Yesus. Setelah Maria Magdalena memberitahukan bahwa kubur Yesus telah kosong, Yohanes dan Petrus bergegas untuk melihat dengan mata kepala mereka sendiri. Yohanes, yang lebih muda, berlari lebih cepat dan tiba lebih dahulu di kubur. Namun, ia menunggu Petrus untuk masuk terlebih dahulu. Ketika Petrus masuk, Yohanes pun mengikutinya. Ketika melihat kain pembungkus Yesus, ”Ia percaya.”
Apa yang membuat Yohanes percaya? Bukan hanya fakta bahwa kubur itu kosong, melainkan juga tanda-tanda yang ditinggalkan Yesus. Ia melihat dengan mata hatinya bahwa Yesus telah bangkit, sesuai dengan apa yang Ia katakan. Yohanes menunjukkan bahwa iman yang sejati tidak hanya berdasarkan pada fakta, tetapi juga pada jejak relasi personal akan kasih dan kehadiran Kristus. Iman kita diperkuat ketika kita dari hari ke hari membiarkan diri kita dikasihi oleh Kristus, seperti yang dialami Yohanes.
Tuhan Yesus, semoga kami mendapat tempat di hati-Mu seperti Yohanes, ketika kami datang kepada-Mu dalam doa-doa dan ucapan syukur, amin.

Sumber: Renungan Ziarah Batin Penerbit Obor
Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.
Renungan ini ditulis oleh Mirifica (Komsos KWI)