Perayaan Ekaristi

Sejarah Kami

Di tengah jantung kota, Gereja Santo Servatius berdiri sebagai mercusuar iman dan komunitas bagi umat. Didirikan pada tahun 1956, gereja kami telah menjadi rumah spiritual bagi generasi jemaat yang setia.

Misi kami adalah menyebarkan kasih Kristus melalui pelayanan, pendidikan, dan persekutuan yang penuh makna.

Pelajari Lebih Lanjut

Jadwal Misa

Jadwal Misa Mingguan

MINGGU
06:00 WIB08:30 WIB17:00 WIB
SABTU
17:00 WIB

Jadwal Misa Harian

Misa Harian
05:30 WIB
Lihat Jadwal Lengkap

Renungan Harian

Lihat Semua Renungan →
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 29 Januari 2026
Rabu, 28 Januari 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Kamis, 29 Januari 2026

PEKAN BIASA III
St. Josef Freinademetz

B. Arkanjela Girlani
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – 2 Samuel 7:18-19.24-29

Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku?

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel:

Pada waktu itu Nabi Natan menyampaikan sabda Allah kepada Daud. Sesudah mendengar seluruh sabda itu, masuklah Raja Daud ke dalam, kemudian duduk di hadapan Tuhan sambil berkata, “Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Ini pun masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan Allah! Sebab itu Engkau telah bersabda juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang! Engkau telah mengokohkan Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya Tuhan, menjadi Allah mereka. Dan sekarang, ya Tuhan Allah,
tetaplah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluargaku, dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: Tuhan semesta alam ialah Allah atas Israel! Maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu. Tuhan semesta alam, Allah Israel, Engkau telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu. Oleh sebab itu, ya Tuhan Allah, Engkaulah Allah dan segala firman-Mu adalah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu. Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan Allah, Engkau sendirilah yang bersabda, dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba diberkati untuk selama-lamanya.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 132:1-2.3-5.11.12.13-14; R:Luk 1:32b

Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya.

  • Ingatlah, ya Tuhan, akan Daud dan akan segala penderitaannya. Ingatlah bagaimana ia telah bersumpah kepada Tuhan, dan telah bernazar kepada Yang Mahakuat dari Yakub:
  • Sungguh, aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, dan tidak akan berbaring di ranjang petiduranku; aku tidak akan membiarkan mataku tertidur atau membiarkan kelopak mataku terlelap; sampai aku mendapat tempat bagi Tuhan, kediaman bagi Yang Mahakuat dari Yakub.
  • Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: “Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan yang Kuajarkan kepada mereka, maka selamanya anak-anak mereka akan duduk di atas takhtamu.”
  • Sebab Tuhan telah memilih Sion, dan mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya: “Inilah tempat peristirahatan-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.”

Bait Pengantar Injil – Mazmur 119:105
Sabda-Mu itu pelita bagi langkahku, dan cahaya bagi jalanku.

**Bacaan Injil – Markus 4:21-25
**Pelita dipasang untuk ditaruh di atas kaki dian. Ukuran yang kamu pakai akan dikenakan pula padamu.

Inilah Injil Suci menurut Markus:

Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Orang memasang pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar,
hendaklah ia mendengar!” Lalu Ia berkata lagi, “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan dikenakan pula padamu; dan malah akan ditambah lagi! Karena siapa yang mempunyai, akan diberi lagi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Melalui perumpamaan hari ini, Yesus ingin menegaskan bahwa identitas sebagai pengikut Kristus harus dinyatakan. Jangan ditutup-tutupi karena alasan-alasan tertentu. Seperti pelita yang ditaruh di atas kaki dian, dan bukan di bawah tempayan, demikian pula halnya dengan setiap orang percaya. Konsekuensi yang paling nyata dari pilihan menjadi murid Kristus yang percaya pada-Nya adalah bersaksi dengan tegas serta percaya diri mewartakan kebaikan Allah yang diterimanya.

Banyak kesempatan di mana kesaksian kita sangat dibutuhkan orang lain. Dalam setiap perjumpaan dengan rekan kerja, dengan sahabat, dengan saudara-saudari dari keyakinan lain, kita harusnya menampilkan identitas Kristiani yang yang khas, terutama dalam hal kasih-mengasihi. Yesus mengarahkan kepada kita agar tidak melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan agar orang lain melakukannya untuk kita. Identitas Kristiani kita itu nyata hanya jika cinta kasih benar-benar mewarnai seluruh sikap dan tutur kata kita di hadapan orang lain. Cahaya yang kita bagikan kepada dunia adalah cahaya cinta kasih dan kita mempunyai tanggung jawab iman dan moral untuk menyalakannya.

Ya Tuhan, semoga hati dan budi kami selalu siap untuk menjadi saksi-Mu yang setia, amin.

HUT Kelahiran Mgr. Fransiskus Nipa (Uskup Keuskupan Agung Makassar)

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor.

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 28 Januari 2026
Selasa, 27 Januari 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 28 Januari 2026

PEKAN BIASA III
Pw St. Tomas Aquinas – Imam & Pujangga Gereja

Warna Liturgi: Putih

Bacaan I – 2 Samuel 7:4-17

Aku akan membangkitkan keturunanmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel:

Waktu itu Raja Daud ingin mendirikan rumah bagi Tuhan. Maka datanglah sabda Tuhan kepada Natan, demikian: “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku? Tidak pernah Aku diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman. Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku, Aku bersabda: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras? Oleh sebab itu, katakanlah begini kepada hamba-Ku Daud: Beginilah sabda Tuhan semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba! Engkau Kuambil untuk Kujadikan raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani, dan telah melenyapkan segala musuhmu dari hadapanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan atau pun ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu terhadap semua musuhmu. Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi Putra-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”

Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan – Mazmur 89:4-5.27-28.29-30; R:29a

Bagi dia Aku akan memelihara kasih setia-Ku untuk selama-lamanya.

  • Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku hendak bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya dan membangun takhtamu turun-temurun.”
  • Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.” Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang tertinggi di antara raja-raja bumi.
  • Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh. Aku akan menjamin kelestarian anak cucunya sepanjang masa, dan takhtanya seumur langit.

Bacaan Injil – Markus 4:1-20

Seorang penabur keluar untuk menabur.

Inilah Injil Suci menurut Markus:

Pada suatu hari Yesus mengajar di tepi danau Galilea. Maka datanglah orang yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia terpaksa naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh, lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu ada di darat, di tepi danau itu. Dan Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka dalam bentuk perumpamaan. Dalam ajaran-Nya itu Yesus berkata kepada mereka: “Dengarlah! Ada seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga benih itu tidak berbuah. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dengan subur dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” Dan Yesus bersabda lagi, “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Ketika Yesus sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid menanyakan arti perumpamaan itu. Jawab-Nya, “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menangkap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, biar mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.” Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? Penabur itu menaburkan sabda. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat sabda itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar sabda, lalu datanglah Iblis dan mengambil sabda yang baru ditaburkan di dalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi sabda itu tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, mereka segera murtad. Dan yang lain, yang ditaburkan di tengah semak duri, ialah yang mendengar sabda itu, tetapi sabda itu lalu dihimpit oleh kekuatiran dunia, tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain sehingga sabda itu tidak berbuah. Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut sabda itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Dalam perumpamaan tentang penabur ini, Yesus mengajarkan kepada kita perihal bagaimana menata hati di hadapan tawaran Allah. Rahmat berupa Sabda-Nya terus diberikan kepada kita, sementara dari pihak kita usaha dan kerja keras mesti menjadi pilihan utama agar benih Sabda itu bisa berbuah baik. Sebab dalam menangapi rahmat Allah, ada beberapa sifat khas yang dapat muncul; ada yang menolak; ada yang ragu-ragu; ada yang menerima, tetapi kurang yakin, dan ada yang menerima dengan baik, lalu merenungkan, memelihara, dan melaksanakan kepercayaan sebaik-baiknya sehingga membuahkan hasil yang berlipat ganda.

Rahmat Tuhan selalu ditawarkan kepada setiap orang, kendati sering kali tanggapan kita berbeda-beda. Meskipun demikian, Allah tidak bosan menawarkan rahmat keselamatan bagi kita. Sebaiknya kita perlu membuka pintu hati untuk menanggapi tawaran Allah dengan tulus dan bijak. Santo Tomas Aquinas yang kita peringati hari ini dikenang sebagai pujangga Gereja yang termasyhur karena kegigihannya dalam menanggapi rahmat berupa Sabda Allah dalam Kitab Suci serta ajaran-ajaran inti Kristiani yang dipelajari dan diajarkannya. Ia bertindak sebagai pelayan dan guru demi mempertahankan keutuhan teologi Gereja. Semoga kita pun gigih dalam menanggapi rahmat Allah dan terus kreatif dalam mewartakannya di tengah dunia.

Ya Tuhan, utuslah Roh Kebijaksanaan-Mu ke dalam diri kami, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor.

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya
Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 27 Januari 2026
Senin, 26 Januari 2026 • Mirifica (Komsos KWI)

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Selasa, 27 Januari 2026

PEKAN BIASA III
St. Angela Merici – Perawan
St. Henry De Osso Cervello
Warna Liturgi: Hijau

Bacaan I – 2 Samuel 6:12b-15.17-19

Daud dan segenap orang Israel mengarak tabut perjanjian dengan sorak sorai.

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel:

Pada waktu itu Daud pergi mengangkut tabut Allah dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. Setiap kali para pengangkat tabut Tuhan itu maju enam langkah, Daud mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu tambun. Daud menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia mengenakan baju efod dari kain lenan. Daud dan segenap orang Israel mengangkut tabut Tuhan diiringi sorak-sorai dan bunyi sangkakala. Tabut Tuhan itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, yakni di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan di hadapan Tuhan. Setelah Daud selesai mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama Tuhan semesta alam. Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

**Mazmur Tanggapan – Mazmur 24:7.8.9.10; R:8a
**
Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhanlah raja kemuliaan.

  • Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!
  • Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan, yang jaya dan perkasa, Tuhan, yang perkasa dalam peperangan!
  • Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!
  • Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!

Bait Pengantar Injil – Matius 11:25
Terpujilah Engkau, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

Bacaan Injil – Markus 3:31-35

Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah, dialah saudara-Ku.

Inilah Injil Suci menurut Markus:

Sekali peristiwa datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus ke tempat Ia sedang mengajar. Mereka berdiri di luar, lalu menyuruh orang memanggil Yesus. Waktu itu ada orang banyak duduk mengelilingi Dia; mereka berkata kepada Yesus, “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?” Yesus memandang orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu, lalu berkata, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan

Injil hari ini mempertegas satu hal, yakni bahwa kehadiran Yesus berciri universal. Sebab sebagian besar orang masih berpikiran bahwa relasi yang mengikat Yesus dan orang-orang di sekitar-Nya adalah relasi jasmaniah atau hanya hubungan darah semata. Yesus mengangkat relasi-Nya ke level yang lebih universal, yang memungkinkan semua orang dapat terangkul. Dia hendak mengatakan bahwa setiap orang adalah saudara-saudari-Nya jika kita dapat melakukan kehendak Allah. Dengan kata lain, kalau kita melakukan kehendak Allah, kita semua adalah saudara-saudara-Nya dan kita hidup dalam satu ikatan utuh.

Rasul Paulus mengungkapkan bahwa Kristus menjadi yang sulung di antara kita. Dengan demikian, Kristus bukan hanya menjadi sahabat bagi kita, melainkan juga menjadi kakak sulung yang selalu menjaga, membela, dan menyelamatkan kita. Maka, hendaknya pemahaman kita akan Yesus juga memengaruhi sikap kita, sekaligus membuat kita mudah meneladan keutamaan keutamaan-Nya. Kita hadir sebagai saudara bagi setiap makhluk. Oleh karena itu, kita bertanggung jawab untuk memelihara dan memastikan keselamatan mereka.

Ya Tuhan, terimalah kami sebagai saudara-Mu dalam suka dan duka hidup kami, amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026 Penerbit Obor.

Komsos KWI

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Baca Selengkapnya

Kunjungi Kami

Informasi Kontak

Alamat

Jl. Raya Kp. Sawah No.55 1,
RT.006/RW.004,
Jatimelati,
Kec. Pd. Melati,
Kota Bks,
Jawa Barat 17415

Telepon

(021) 123-4567

Email

info@servatius.id

Jam Kantor Paroki

Senin - Jumat 08:00 - 16:00 WIB
Sabtu 09:00 - 12:00 WIB
Minggu Tutup